Danantara Nilai Outlook Negatif Moody’s Jadi Sinyal Urgensi Perbaikan Kelembagaan
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani ditemui usai rapat tertutup dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
19:52
6 Februari 2026

Danantara Nilai Outlook Negatif Moody’s Jadi Sinyal Urgensi Perbaikan Kelembagaan

– Danantara Indonesia mencermati penurunan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif oleh lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menilai, perubahan outlook tersebut menjadi masukan untuk memperkuat fondasi institusi, menegaskan arah kebijakan, serta menjaga disiplin pelaksanaan. Langkah itu dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan dan stabilitas jangka panjang.

"Danantara Indonesia mencermati revisi outlook terbaru Moody’s Ratings terkait Indonesia dalam konteks melakukan evaluasi berkelanjutan atas kebijakan, serta penguatan kelembagaan perekonomian nasional," ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Danantara Resmikan 6 Proyek Hilirisasi 118 Triliun, Smelter hingga Peternakan

Rosan menyebut, peringkat Indonesia dari Moody’s masih bertahan di level Baa2 atau investment grade. Peringkat tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap ketahanan makroekonomi, disiplin fiskal, serta prospek pertumbuhan jangka panjang. Penyesuaian terjadi pada outlook kredit yang berubah menjadi negatif.

"Penyesuaian outlook tersebut sekaligus menegaskan pentingnya reformasi kelembagaan dan konsistensi kebijakan dalam melanjutkan agenda pembangunan nasional," ucapnya.

Rosan menjelaskan, Danantara sebagai sovereign wealth fund yang baru berdiri masih berada pada fase pembangunan institusi. Fokus utama berada pada penguatan tata kelola, proses investasi yang disiplin, serta manajemen risiko yang pruden sesuai praktik global.

"Landasan ini terus diperkuat secara bertahap untuk menjaga kredibilitas institusi, meningkatkan kepercayaan pasar, dan menghasilkan kinerja yang berkesinambungan," kata dia.

Baca juga: Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Tunggu Kejelasan Proses Demutualisasi

Ia memaparkan sejumlah prioritas tata kelola yang terus diperkuat. Struktur pengambilan keputusan dan fungsi pengawasan diterapkan di seluruh siklus investasi dan pengelolaan portofolio dengan standar global.

Kerangka manajemen risiko diterapkan secara terpadu. Investasi dijalankan secara pruden dengan alokasi modal berbasis kelayakan komersial serta disiplin portofolio jangka panjang. Transparansi, akuntabilitas, dan standar tata kelola juga diperkuat di seluruh portofolio badan usaha milik negara.

"Danantara akan terus beroperasi secara profesional, akuntabel, dan transparan guna menjalankan peran kami sebagai pengelola aset negara yang kredibel bagi masa depan Indonesia," pungkas Rosan.

Tag:  #danantara #nilai #outlook #negatif #moodys #jadi #sinyal #urgensi #perbaikan #kelembagaan

KOMENTAR