Cerita Elsa dan Kevin Memilih Tak Buru-buru Menikah meski Telah Pacaran Hampir 6 Tahun
Bagi Elsa (34) dan Kevin (30), menikah bukan sekadar soal sudah berapa lama bersama.
Setelah hampir enam tahun berpacaran, keduanya belajar bahwa hubungan bukan hanya tentang cinta, tetapi tentang kesiapan tumbuh bersama.
Di usia 30-an, mereka memilih berjalan pelan, memahami satu sama lain, dan memastikan langkah yang diambil bukan karena tuntutan usia atau lingkungan.
Menikah, bagi mereka, adalah keputusan besar yang ingin dijalani dengan penuh kesadaran.
Baca juga: Tren Pernikahan Turun, Cinta Tak Lagi Cukup Jadi Alasan Menikah?
Perjalanan panjang dengan perbedaan usia
Hubungan Elsa dan Kevin dimulai hampir enam tahun lalu.
“Bulan Februari ini, kami sudah 5 tahun 10 bulan pacaran,” kata Elsa saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (5/2/2026).
Perbedaan usia empat tahun sempat menjadi bagian dari dinamika hubungan mereka. Kevin, yang tahun ini menginjak usia 30 tahun, mengaku perjalanan tersebut tidak selalu mudah.
“Penuh perjuangan dan lika-liku, tapi sebisa mungkin kami saling melengkapi dan mengerti satu sama lain,” ujarnya.
Seiring waktu, keduanya belajar memahami ritme masing-masing dan menemukan cara berkomunikasi yang lebih dewasa.
Baca juga: 8 Tips Memulai Tabungan Pernikahan
Menikah bukan hanya tentang dua orang
Setelah hampir enam tahun berpacaran, Elsa dan Kevin memilih menunggu sampai benar-benar siap melangkah ke pernikahan.
Bagi Elsa, kesiapan menikah tidak berhenti pada hubungan mereka berdua. Ia memikirkan bagaimana kelak hubungan itu akan terjalin dengan keluarga masing-masing.
“Menikah itu juga tentang bagaimana kita berhubungan baik dengan keluarga pasangan dan menjadikan mereka keluarga,” kata Elsa.
Ia merasa bersyukur karena keluarga Kevin sejauh ini selalu menerima dirinya dengan hangat. Elsa berharap Kevin juga merasakan hal yang sama ketika berada di tengah keluarganya.
Pandangan ini membuat Elsa merasa pernikahan perlu dipersiapkan dengan lebih matang, bukan hanya secara emosional, tetapi juga secara sosial.
Baca juga: Strategi Pemerintah Atasi Angka Pernikahan yang Turun di Indonesia
Definisi siap menikah yang berbeda, tapi sejalan
Elsa memaknai kesiapan menikah sebagai kematangan diri.
“Siap menikah itu ketika seseorang sudah stabil secara emosi, siap berkomitmen, dan tumbuh bersama pasangan,” ujarnya.
Menurutnya, pernikahan bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang kemampuan berkomunikasi, bertanggung jawab, dan menghadapi masalah secara dewasa.
Ia menambahkan kesiapan finansial juga penting untuk membangun kehidupan bersama. Kevin memiliki definisi yang lebih sederhana, namun sejalan.
“Menurut saya, siap menikah itu saat bisa saling mengerti dan saling melengkapi satu sama lain,” kata Kevin.
Baginya, rasa saling memahami menjadi fondasi utama untuk melangkah lebih jauh.
Baca juga: Angka Pernikahan Menurun, Kesiapan Finansial Jadi Tolak Ukur Menikah
Target menikah yang mulai mendekat
Meski tidak ingin terburu-buru, Elsa dan Kevin tidak menutup mata soal masa depan.
“Kami berencana menikah secepatnya. Harapannya tahun ini atau tahun depan,” ujar Elsa.
Kevin pun menyampaikan hal serupa.
“Kami punya target menikah tahun ini, karena kami sudah sejauh ini dan juga sudah dekat dengan keluarga,” katanya.
Kedekatan dengan keluarga masing-masing menjadi salah satu faktor yang membuat mereka semakin yakin untuk melangkah.
Persiapan yang tidak selalu terlihat
Bagi Elsa, persiapan menikah bukan hanya soal pesta atau administrasi.
“Kedewasaan berpikir, kemampuan mengendalikan emosi, kesiapan mental, dan perencanaan finansial itu penting,” ujarnya.
Ia percaya bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan untuk saling mendukung dan berkembang bersama. Kevin merangkum persiapan itu dengan singkat.
“Yang harus disiapkan pasti uang, mental, dan kesabaran,” katanya.
Baca juga: Banyak Pasangan Siapkan Budget Pernikahan Berkisar Rp 250–500 Juta
Menunggu sebagai bagian dari proses
Cerita Elsa dan Kevin mencerminkan pilihan banyak pasangan usia 30-an saat ini. Menikah tidak lagi dilihat sebagai perlombaan dengan waktu, melainkan sebagai proses memahami diri dan pasangan.
Bagi mereka, menunggu bukan berarti ragu. Menunggu justru menjadi ruang untuk tumbuh, belajar, dan memastikan bahwa ketika pernikahan dimulai, keduanya siap menjaganya bersama.
Baca juga: Angka Pernikahan Menurun: Ada Apa Gerangan?
Tag: #cerita #elsa #kevin #memilih #buru #buru #menikah #meski #telah #pacaran #hampir #tahun