BCA Fokus Ekspansi Kantor Cabang di Dalam Negeri, Sasar Wilayah Timur Indonesia
– PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menegaskan pengembangan jaringan kantor cabang masih difokuskan di dalam negeri. Sasaran utama berada di wilayah yang belum terlayani optimal, terutama kawasan Indonesia Timur.
SPV Operation Strategy and Development BCA Setiady Lo mengatakan, hingga kini perseroan belum memprioritaskan ekspansi kantor cabang ke luar negeri, baik Asia maupun Eropa. Potensi pasar domestik dinilai masih luas.
“Arahan kami saat ini masih fokus ke dalam negeri karena pasarnya masih besar untuk dijangkau,” ujar Setiady di ICE BSD, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Komisaris BBCA Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BCA
Tren industri perbankan memang bergerak ke arah digital. Namun, jumlah kantor cabang BCA justru bertambah. Pada 2021, BCA memiliki 1.242 kantor cabang. Angka itu meningkat menjadi 1.270 cabang pada 2025.
“Memang secara umum jumlah kantor cabang bank mengalami penurunan karena dunia bergerak ke arah digital. Tapi BCA masih menganggap layanan fisik dan kontak manusia itu penting,” katanya.
Layanan tatap muka dinilai tetap dibutuhkan. Nasabah memerlukan rasa aman dan pemahaman yang utuh, terutama untuk transaksi tertentu.
Ekspansi cabang kini diarahkan ke Indonesia Timur dan kota-kota yang belum memiliki kantor BCA.
“Fokus kami sekarang ke Indonesia Timur atau daerah yang kantor BCA-nya masih belum ada. Masih banyak kota yang belum terjangkau, padahal masyarakatnya membutuhkan layanan perbankan,” ujar Setiady.
Kehadiran cabang juga dipandang sebagai bentuk komitmen perseroan.
“Kehadiran cabang itu menjadi sinyal bahwa BCA siap melayani dan mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut,” ucapnya.
Baca juga: Isu MSCI hingga Mundurnya Dirut BEI, Simak Rekomendasi Saham BBCA
Sejumlah transaksi masih banyak dilakukan di kantor cabang. Aktivitas itu mencakup transaksi tunai, kebutuhan warkat, serta transaksi fisik lain. Layanan tatap muka juga dibutuhkan untuk transaksi yang bersifat kompleks.
“Untuk transaksi seperti advisory atau investasi, nasabah perlu bertemu langsung dengan frontliner agar benar-benar paham dan tidak terjebak pada investasi yang tidak dimengerti,” kata Setiady.
Pengajuan kredit juga dinilai sulit sepenuhnya dilakukan secara digital. Diskusi langsung masih diperlukan, terutama untuk kredit modal kerja.
“Untuk kredit, lebih baik didiskusikan dulu. Nasabah perlu memahami fasilitas yang didapat, syaratnya apa saja, dan itu lebih jelas kalau dibahas langsung,” ujar dia.
BCA juga menegaskan belum memiliki rencana membuka kantor cabang di luar negeri. Nasabah yang berada di luar negeri tetap dilayani melalui kanal digital. Umumnya, mereka telah memiliki rekening sebelum menetap di luar negeri.
“Nasabah di luar negeri masih bisa bertransaksi lewat channel digital. Biasanya mereka sudah punya rekening BCA sebelum pindah ke luar negeri, jadi tetap bisa bertransaksi,” katanya.
Di sisi lain, BCA terus mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk meningkatkan efektivitas proses kerja internal. Teknologi ini diharapkan mempercepat layanan dan mendukung kinerja frontliner.
“AI masih kami eksplorasi agar proses kerja internal BCA bisa semakin cepat dan efektif, sehingga bisa membantu frontliner di cabang,” tegas Setiady.
Tag: #fokus #ekspansi #kantor #cabang #dalam #negeri #sasar #wilayah #timur #indonesia