Ekspor RI Ke Swiss Naik 225 Persen, Dipicu Harga Emas Melejit
- Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut, ekspor Indonesia ke Swiss pada 2025 melonjak tajam sampai 225 persen.
Budi mengatakan, Swiss menjadi negara tujuan ekspor dengan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025.
Pertumbuhan ekspor itu melejit karena didorong kenaikan harga emas di pasar global.
“Swiss ini kan karena 92 persen kita ekspor perhiasan ya, jadi kan emas kan harganya tinggi jadi makanya kenapa Swiss ini apa namanya ekspornya meningkat sangat tajam yaitu 225 persen ya,” kata Budi dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Target Investasi Rp 2.175 Triliun di 2026, RI Kejar Investor hingga ke Swiss
Berdasarkan data pada situs resmi Kemendag, nilai ekspor Indonesia ke Swiss pada 2025 mencapai 4,896 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 82,6 triliun.
Nilai ekspor itu menukik tajam dibandingkan tahun 2024 sebesar 1,502 miliar dollar AS atau senilai Rp 25,3 triliun.
Ekspor Indonesia ke Swis didominasi perhiasan atau permata sebanyak 1,445 miliar dollar AS, melejit dari 229,1 miliar dollar AS pada 2024.
Komoditas berikutnya adalah mesin atau peralatan listrik 23 miliar dollar AS, kendaraan dan bagiannya 6,5 miliar dollar AS.
Lalu, olahan buah dan sayuran 3,3 miliar dollar AS serta alas kaki sebanyak 3,1 miliar dollar AS.
Baca juga: Jejak 113 Ton Emas Venezuela di Swiss Terungkap Usai Maduro Ditangkap
Menurut Budi, pertumbuhan ekspor ke Swiss bahkan mengalahkan Singapura, Uni Emirat Arab, Thailand, dan Bangladesh.
Total surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai 2,51 miliar dollar AS.
Surplus itu terdiri dari sektor nonmigas 4,61 miliar dollar AS dan defisit migas sebesar 2,09 dollar AS.
“Capaian surplus bulan Desember ini menopang surplus perdagangan periode 2025 menjadi sebesar 41,05 miliar dollar AS,” sebagaimana dikutip dari paparan Budi.
Tag: #ekspor #swiss #naik #persen #dipicu #harga #emas #melejit