Perencanaan Keuangan Lintas Mata Uang, Kebutuhan Baru Keluarga Modern
Ilustrasi mengatur keuangan. (SHUTTERSTOCK/PROSTOCK-STUDIO)
18:12
6 Februari 2026

Perencanaan Keuangan Lintas Mata Uang, Kebutuhan Baru Keluarga Modern

Bagi semakin banyak keluarga Indonesia saat ini, masa depan tidak lagi dibatasi oleh geografi.

Banyak keluarga merencanakan langkah besar, mulai dari mengirim anak menempuh pendidikan di luar negeri, membangun karier internasional, hingga memiliki dan mengelola aset global.

Perencanaan yang semula terpaut lokal kini berubah menjadi lintas generasi dan lintas mata uang.

Namun di balik rencana besar tersebut, terdapat tantangan yang semakin nyata. Ketika impian keluarga dihitung dalam dollar AS, perencanaan keuangan masih bergantung pada rupiah dalam kondisi pasar yang fluktuatif.

Baca juga: Prudential Syariah Lanjutkan Bantuan Pemulihan Korban Banjir di Aceh

Bank Sentral dengan aset terbesar di dunia.PIXABAY/PASJA1000 Bank Sentral dengan aset terbesar di dunia.

Biaya global dan tantangan inflasi

Data biaya pendidikan tinggi internasional menunjukkan tekanan nyata bagi keluarga. Pendidikan sarjana empat tahun di Amerika Serikat (AS) diperkirakan membutuhkan sekitar 200.000 hingga lebih dari 350.000 dollar AS.

Di Australia, yang menjadi pilihan bagi sekitar 24.000 pelajar Indonesia, total biaya pendidikan dan biaya hidup berkisar antara 125.000 hingga 245.000 dollar AS. Sementara di Malaysia jumlah tersebut mencapai sekitar 40.000 dollar AS.

Tekanan finansial serupa juga terlihat di sektor properti global.

Di Singapura, harga rata-rata kondominium telah mencapai sekitar 1,9 juta hingga 2,1 juta dollar AS, dengan total kebutuhan pendanaan hingga 60 persen dari harga pembelian setelah memperhitungkan pajak tambahan bagi warga negara asing.

Baca juga: Prudential Syariah Salurkan Bantuan bagi 1.300 Korban Bencana di Aceh

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan pelemahan signifikan.

Dari sekitar Rp 13.389 per dollar AS pada 2015, rupiah merosot menjadi sekitar Rp 16.985 pada Januari 2026, mencerminkan depresiasi sekitar 27 persen.

ilustrasi mengatur keuangan.SHUTTERSTOCK/ANDREY POPOV ilustrasi mengatur keuangan.

Dampaknya terasa pada perencanaan keuangan jangka panjang keluarga. Biaya pendidikan yang setara dengan 200.000 dollar AS, yang pada 2015 bernilai sekitar Rp 2,68 miliar, kini meningkat menjadi kira-kira Rp 3,39 miliar, bertambah lebih dari Rp 700 juta semata akibat pergerakan kurs.

Tekanan nilai tukar ini tidak hanya memengaruhi kebutuhan seperti pendidikan dan properti. Dalam skala yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, dampak serupa juga dirasakan pada barang konsumsi yang dihargai dalam dollar AS.

Baca juga: Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Prudential Syariah Gandeng Dua Kampus di Purwokerto

Sebuah smartphone premium asal Negeri Paman Sam pada 2022 dihargai sekitar 1.099 dollar AS . Tiga tahun kemudian, versi terbarunya dipasarkan dengan harga sekitar 1.199 dollar AS.

Secara nominal dalam dollar AS, kenaikannya tampak relatif normal. Namun ketika dikonversikan ke rupiah, harganya meningkat dari sekitar Rp 16,2 juta menjadi sekitar Rp 19,3 juta, selisih lebih dari Rp 3 juta.

Contoh ini menunjukkan bahwa pelemahan nilai tukar tidak hanya berdampak pada rencana besar di masa depan, tetapi juga secara perlahan menggerus daya beli keluarga dalam pengeluaran sehari-hari.

Tekanan tersebut juga terjadi di tengah inflasi domestik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar sekitar 2,92 persen secara year-on-year.

Baca juga: Prudential Syariah Perluas Akses Proteksi dan Perkuat Fondasi Bisnis

Kenaikan harga barang dan jasa, mulai dari pangan, transportasi, hingga perumahan, turut memengaruhi kemampuan keluarga dalam menjaga nilai perencanaan keuangan mereka.

Dengan kombinasi tekanan kurs dan inflasi domestik, tantangan keluarga Indonesia bukan hanya menjaga daya beli hari ini, tetapi juga memastikan kesiapan finansial untuk kebutuhan masa depan yang berskala global.

Perlindungan finansial yang selaras

Kondisi tersebut menjadi pengingat, perencanaan finansial tidak lagi cukup hanya besar secara nominal, namun juga perlu relevan dari sisi mata uang maupun tujuan hidup.

Ilustrasi asuransi.SHUTTERSTOCK/PASUWAN Ilustrasi asuransi.

Saat biaya pendidikan, kesehatan, dan investasi kerap ditetapkan dalam dollar AS, perlindungan jiwa pun dinilai perlu selaras dengan kebutuhan tersebut.

Baca juga: Prudential Syariah Kenalkan Wakaf Manfaat Asuransi Syariah, Apa Itu?

"Seiring semakin luasnya aspirasi keluarga Indonesia, mulai dari pendidikan anak hingga perencanaan warisan lintas generasi, perencanaan dan perlindungan finansial tidak lagi bisa bersifat lokal," ujar Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah dalam siaran pers, Jumat (6/2/2026).

"Keluarga kini membutuhkan solusi yang siap menjawab kebutuhan global, lintas mata uang, dan berkelanjutan dari satu generasi ke generasi berikutnya," imbuh dia.

Menurut dia, kebutuhan keluarga modern mencakup kesiapan dalam menghadapi dinamika global, termasuk fluktuasi mata uang.

“Aspirasi keluarga Indonesia kini semakin beragam, mulai dari kebutuhan di dalam negeri hingga rencana hidup yang bersifat global. Karena itu, perencanaan dan perlindungan finansial perlu dirancang secara lebih relevan, dengan mempertimbangkan struktur aset, tujuan hidup, serta kesiapan lintas mata uang, baik rupiah maupun dollar AS,” tambah Vivin.

Baca juga: Prudential Syariah Ajak Mahasiswa Melek Pengelolaan Keuangan

“Bagi kami, perlindungan adalah bentuk ikhtiar hari ini untuk menjaga ketenangan dan kesinambungan masa depan keluarga," tuturnya.

Komitmen Prudential Syariah

PT Prudential Sharia Life Assurance mulai beroperasi sejak 2022 sebagai hasil dari proses pemekaran usaha melalui pemisahan Unit Usaha Syariah PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menjadi entitas terpisah.

Perusahaan menawarkan rangkaian solusi perlindungan jiwa, kesehatan, dan finansial berbasis syariah yang berdasarkan transparansi, gotong royong, dan keadilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang.

Didukung oleh inovasi produk, layanan, serta digitalisasi, Prudential Syariah menyebut komitmennya adalah memperkuat posisi sebagai salah satu kontributor ekonomi syariah terkemuka di Indonesia dan mendorong masyarakat menjadi lebih sehat dan sejahtera.

Tag:  #perencanaan #keuangan #lintas #mata #uang #kebutuhan #baru #keluarga #modern

KOMENTAR