Makna Sekar Setaman, Danar Hadi Hadirkan Potret Perempuan Indonesia
– Tema bunga kerap hadir dalam dunia mode sebagai simbol keindahan. Namun, dalam fashion show koleksi terbaru Batik Danar Hadi, bunga tidak sekadar menjadi elemen visual, melainkan medium untuk menyampaikan pesan yang lebih dalam.
Melalui tema “Sekar Setaman”, Danar Hadi menghadirkan koleksi batik yang menekankan makna harmoni dalam keberagaman, sekaligus merefleksikan karakter perempuan Indonesia yang tegar dan anggun.
Pagelaran koleksi terbaru dari Danar Hadi bertema Sekar Setaman digelar di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Gaya Elegan Selvi Ananda di Inacraft 2026 dalam Balutan Batik Kawung
“Melalui tema Sekar Setaman, kami tidak hanya merayakan keanggunan visual dari aneka bunga, tetapi lebih dalam lagi, kami ingin menyampaikan pesan tentang harmoni dalam keberagaman,” ujar Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa.
Mencerminkan Perempuan Indonesia
Sekar Setaman diambil dari gambaran sebuah taman yang dihuni berbagai jenis bunga dengan karakter berbeda, tetapi tetap tumbuh berdampingan secara selaras.
Filosofi ini kemudian diposisikan sebagai metafora bagi perempuan Indonesia yang hadir dengan latar, peran, dan karakter yang beragam, tetapi tetap saling melengkapi dalam kehidupan sosial dan budaya.
Nilai tersebut diterjemahkan ke dalam motif batik yang beragam, mulai dari seruni, anggrek bulan, kenanga, hingga mawar.
Setiap bunga dipilih bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena makna simbolik yang merepresentasikan kekuatan, keanggunan, dan keteguhan, karakter yang lekat dengan perempuan Indonesia.
Baca juga: 5 Detail Gaya Cinta Laura di Sundance Festival 2026, Kenakan Busana Batik
“Seperti bunga-bunga dalam taman yang berbeda namun saling melengkapi, batik adalah medium yang menyatukan kekayaan tradisi dengan desain modern, mencerminkan perempuan Indonesia yang tegar, anggun, dan sarat makna,” lanjut Diana.
Melalui tema ini, Danar Hadi ingin menegaskan bahwa perempuan Indonesia tidak dilihat sebagai satu bentuk tunggal.
Perbedaan peran dan identitas justru dirangkai menjadi satu kesatuan yang harmonis, sejalan dengan nilai budaya Indonesia yang menjunjung kebersamaan dan keseimbangan.
Baca juga: Ada Wayang dan Batik dengan Sentuhan Surealisme di Busana Couture
Awal Tahun, Simbol Mekarnya Semangat Baru
Danar Hadi kembali melangsungkan annual show di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026). Kali ini, Danar Hadi menghadirkan tema Sekar Setaman yang fokus pada potret perempuan Indonesia.
Tema Sekar Setaman juga dipilih bertepatan dengan momentum awal tahun, yang dimaknai sebagai fase baru untuk memulai langkah dengan semangat segar.
Danar Hadi ingin menghadirkan koleksi yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mampu membangkitkan optimisme dalam menyambut tahun yang baru, termasuk berbagai perayaan yang akan datang.
Menurut Diana, nuansa bunga dipilih untuk menghadirkan kesan “mekar” atau blooming, sebagai simbol pertumbuhan dan energi baru.
“Kami ingin mengawali awal tahun dengan sesuatu yang segar, sesuatu yang seperti blooming, supaya kita semangat di tahun itu,” ujarnya.
Baca juga: Guruh Soekarnoputra Ubah Limbah Perca Batik Jadi Busana Bernilai Seni
Pemilihan bunga juga tidak terlepas dari konteks tren global yang kembali mengangkat tema floral di panggung mode internasional.
Diana menjelaskan bahwa koleksi batik floral sebenarnya telah lama menjadi bagian dari arsip Danar Hadi.
Momentum ini kemudian dimanfaatkan untuk mengangkat kembali kekayaan tersebut dalam interpretasi yang lebih segar dan relevan dengan selera masa kini.
“Kalau diperhatikan, desain di luar negeri juga banyak mengangkat bunga. Kebetulan kami punya banyak koleksi batik yang terinspirasi dari bunga,” kata Diana.
Baca juga: Enggak Cuma Indah, Motif Batik dan Cincin Berlian Ini Punya Makna Cinta yang Dalam Banget!
Makna Bunga sebagai Bahasa Koleksi
Danar Hadi kembali melangsungkan annual show di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026). Kali ini, Danar Hadi menghadirkan tema Sekar Setaman yang fokus pada potret perempuan Indonesia.
Setiap bunga dipilih bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena filosofi yang melekat di dalamnya.
Dalam koleksi ini, Danar Hadi mengeksplorasi seruni yang melambangkan keteguhan dan optimisme, anggrek bulan sebagai simbol keanggunan dan kemurnian, Kenanga yang merepresentasikan keluhuran budi dan kedamaian, serta Mawar sebagai lambang keindahan dan cinta.
Ragam makna tersebut diterjemahkan ke dalam busana batik dengan teknik cap, tulis, dan kombinasi, menggunakan material seperti sutra dan tenun.
Palet warna lembut dipilih untuk menegaskan kesan anggun sekaligus menonjolkan detail setiap motif bunga.
Baca juga: Hari Batik Nasional Diperingati Tanggal Berapa? Simak Sejarahnya
Representasi Perempuan Indonesia Masa Kini
Lebih dari sekadar busana, Sekar Setaman menjadi representasi perempuan Indonesia masa kini, beragam dalam peran dan karakter, tetapi tetap kuat, anggun, dan bermakna.
Melalui Sekar Setaman, Danar Hadi menegaskan posisi batik sebagai medium ekspresi budaya yang relevan dengan zaman, sekaligus menyampaikan pesan bahwa keindahan sejati lahir dari keberagaman yang dirangkai secara harmonis.
“Ini adalah penghormatan kami pada kearifan lokal dan pada setiap perempuan yang mengenakannya dengan bangga,” tutup Diana.
Baca juga: Perjalanan 3 UMKM Batik di Inacraft 2025, Menjaga Warisan pada Era Modern
Tag: #makna #sekar #setaman #danar #hadi #hadirkan #potret #perempuan #indonesia