Tips Mix and Match Batik ala Rania Yamin, Perhatikan Warna dan Bahan
– Memadukan batik sering dianggap rumit karena permainan motif dan warna yang beragam.
Tidak jarang, orang khawatir tampilan justru terlihat terlalu ramai atau “nabrak”. Namun menurut content creator Rania Yamin, kunci tampil serasi dengan batik justru terletak pada satu hal sederhana, yaitu warna.
“Paling gampang adalah narik warna dari atasan,” ujar Rania saat ditemui di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Hari Batik Nasional Diperingati Tanggal Berapa? Simak Sejarahnya
Bermain di Warna
Menurutnya, jika ingin memadukan busana dengan kesan kontras namun tetap menyatu, cukup melihat warna dominan pada atasan.
“Kalau atasannya ada biru sama kuning, kainnya tinggal main di warna yang masih di antara biru dan kuning,” jelasnya.
Rania menilai, banyak orang sebenarnya sudah tepat memilih potongan busana, tetapi ragu saat bermain warna. Padahal, selama warna masih berada dalam satu spektrum, tampilan akan tetap terlihat serasi meski kontras.
Ia pun mengaku sering mendapat pertanyaan soal padu padan busana yang terlihat berani, tetapi tidak terkesan berlebihan. Bagi Rania, rahasianya bukan pada jumlah warna, melainkan bagaimana warna-warna tersebut saling terhubung.
“Orang suka nanya kenapa bisa pakai warna nabrak tapi enggak norak. Sebenarnya cuma main di warna saja,” kata Rania.
Baca juga: Ketika Ayam Berkisah di Kain Batik
Danar Hadi kembali melangsungkan annual show di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026). Kali ini, Danar Hadi menghadirkan tema Sekar Setaman yang fokus pada potret perempuan Indonesia.
Pilih Bahan Batik yang Nyaman Dipakai
Selain warna, bahan juga menjadi faktor penting dalam mix and match batik. Rania menyarankan memilih kain yang tidak terlalu kaku agar tetap nyaman dipakai beraktivitas.
Menurut Rania, kenyamanan akan sangat memengaruhi cara seseorang membawa busana. Ketika pemakainya merasa nyaman, tampilan pun akan terlihat lebih percaya diri dan natural.
“Kalau batik, jangan yang terlalu kaku. Katun yang kaku itu biasanya susah jalan,” ujarnya.
Baca juga: Menkeu Purbaya Kerap Kenakan Batik Trimina dan Truntum, Ini Maknanya
Kebaya Boleh, Asal Adem
Dalam memadukan kain batik sebagai bawahan, kebaya kerap menjadi pilihan atasan. Namun, Rania mengingatkan agar tidak asal memilih bahan kebaya, terutama jika ingin memakainya lebih dari sekali.
“Yang penting kebaya harus adem. Karena kalau misalkan enggak, enggak akan pernah betah pakai kebayanya. Jauhi brokan teman-teman kalau bukan untuk acara penting,” saran Rania.
Ia menilai kebaya berbahan brokat sering kali membuat pemakainya cepat gerah dan gatal sehingga akhirnya jarang dipakai kembali.
Oleh sebab itu, Rania justru menyarankan mengoleksi kebaya berbahan tipis dan ringan, meski harganya terjangkau atau bahkan hasil belanja secondhand.
Baca juga: Bagaimana Cara Merawat Batik Tulis agar Awet? Jangan Disetrika
Jangan Takut Salah, yang Penting Percaya Diri
Soal cara memakai kain, Rania mengaku tidak terlalu terpaku pada aturan baku. Menurutnya, selama nyaman dan percaya diri, gaya apa pun akan terlihat pantas.
“Aku orangnya super ngasal pakai kain, tapi orang enggak ada yang sadar,” katanya sambil tertawa.
Ia percaya, kebiasaan memakai kain akan membuat seseorang semakin nyaman dan berani bereksperimen.
Maka dari itu, Rania mendorong generasi muda untuk tidak ragu mencoba memakai batik dan kain dalam keseharian, tanpa takut salah.
“Kalau enggak dibiasain, enggak akan pernah nyaman ke mana-mana pakai kain. Selama nyaman, pasti orang enggak akan kayak ‘apa sih kurang deh cara pakainya’,” tutur Rania.
Baca juga: Gaya Elegan Selvi Ananda di Inacraft 2026 dalam Balutan Batik Kawung
Enggak Harus Mahal
Rania menilai anggapan bahwa tampil stylish dengan batik harus selalu mahal tidak sepenuhnya benar.
Ia mengaku kerap memilih baju secondhand untuk mendapatkan bahan yang ringan dan adem dengan harga lebih terjangkau.
Cara ini justru memberinya ruang untuk bereksperimen tanpa takut merusak atau menyimpan busana terlalu lama di lemari.
"Memang bahan yang nyaman itu pasti agak mahal. Jadi, aku selalu beli baju second. Orang tuh enggak tau aku sering banget beli baju second. Bahkan, kadang ke pasar di Solo. Pakai yang harga enam puluh ribu juga enggak apa-apa,” cerita Rania.
Baginya, selama bahannya tepat dan nyaman dipakai beraktivitas, busana akan terlihat lebih natural saat dikenakan.
Dengan styling yang pas, batik atau kain apa pun tetap bisa tampil menarik, meski berasal dari koleksi secondhand atau harga terjangkau.
Baca juga: Meutya Hafid Kenakan Wastra UMKM Yogyakarta di HUT Ke-30 Kompas.com
Tag: #tips #match #batik #rania #yamin #perhatikan #warna #bahan