



Staf Senior Kepresidenan Korea Selatan Ajukan Pengunduran Diri Massal, Imbas Deklarasi Darurat Militer oleh Presiden Yoon Suk Yeol
Para staf senior Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, termasuk kepala staf, menawarkan untuk mengundurkan diri pada hari Rabu (4/12).
Pengajuan pengunduran diri secara kolektif tersebut, diajukan setelah deklarasi darurat militer oleh Presiden Yoon Suk Yeol, yang belakangan dicabut usai muncul tuntutan parlemen.
Disampaikan oleh kantor kepresidenan Korea Selatan, para staf kepresidenan merasa terkejut dengan tindakan yang diambil Yoon Suk Yeol.
“Kepala staf dan sekretaris senior secara kolektif telah menawarkan pengunduran diri mereka,” ungkap kantor kepresidenan kepada para wartawan, seperti yang diberitakan The Korea Herald.
Mereka termasuk Chung Jin Suk, kepala staf kepresidenan, penasihat keamanan nasional Shin Won Sik, dan Sung Tae Yoon sebagai kepala staf kebijakan, serta tujuh staf senior lainnya.
Tawaran pengunduran diri tersebut muncul setelah Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer pada Selasa malam.
Pergerakan yang dilakukan presiden ke-20 ini dipicu dengan adanya 22 upaya pemakzulan, yang telah diajukan terhadap pejabat pemerintah sejak pelantikannya pada bulan Mei 2022.
Sang presiden menuduh oposisi sebagai 'kekuatan anti-negara,' yang melumpuhkan operasi negara dengan mosi (hasil rapat) pemakzulan dan RUU anggaran yang dirampingkan.
Yoon mencabut darurat militer setelah Majelis Nasional melakukan pemungutan suara dengan suara bulat pada hari Rabu dini hari, untuk meminta presiden mencabutnya, dilansir dari The Korea Times.
Para staf senior dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk mengundurkan diri, dalam sebuah pertemuan para sekretaris senior yang dipimpin oleh kepala staf Chung Jin Suk pagi ini.
Tag: #staf #senior #kepresidenan #korea #selatan #ajukan #pengunduran #diri #massal #imbas #deklarasi #darurat #militer #oleh #presiden #yoon #yeol