Bukan hanya Rakyat Palestina, Ratusan Jurnalis Tewas dan Cacat Akibat Serangan Israel
Pengunjung melihat dari dekat 48 foto yang berkaitan dengan agresi militer Israel ke Palestina hasil jepretan Muhammad Al Masri, seorang jurnalis foto 
21:20
30 Maret 2024

Bukan hanya Rakyat Palestina, Ratusan Jurnalis Tewas dan Cacat Akibat Serangan Israel

 Lebih dari 32 ribu jiwa warga sipil Gaza, Palestina syahid serta puluhan ribu lainnya luka-luka selama dalam 6 bulan agresi Israel ke Jalur Gaza.

Pembantaian dan pembantaian lainnya terus terjadi hingga hari ini di Gaza, banyak diantaranya saat mereka hendak mencari makan untuk keluarganya yang kelaparan seperti pembantain terigu yang tidak hanya hanya terjadi sekali, namun berkali-kali terjadi kepada warga yang hendak mengambil bantuan dan ditarget oleh Israel.

Tidak hanya itu, serangan Israel ini juga telah membuat ratusan jurnalis di Gaza tewas.

Seorang jurnalis yang meliput perang di Gaza, Muhammad Al Masri mengatakan, sudah lebih dari seratus orang rekannya sesama jurnalis di Gaza telah mati dan menjadi korban serangan Israel.

"Korbannya mulai dari berbagai kantor berita baik lokal yang ada di Palestina maupun jurnalis internasional," kata Muhammad Al Masri saat Ngabuburit bareng Muhammad Husein Gaza dan para Saksi Garis Depan Gaza yang diadakan International Networking for Humanitarian (INH)  di Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, Jawa Barat, Jumat (29/3/2024).

Selain Muhammad Al Masri yang juga memamerkan 48 foto hasil jepretannya, hadir pula akademisi Muhammad Qaddoura, Aktivis Muslimah Jinan Muslim, tiga anak saksi genosida Bushra, Ahmed, Selwan, serta musisi Indonesia Bebi Romeo dan publik figur Meisya Siregar.

Al Masri menerangkan, tidak hanya meninggal terkena serangan, banyak juga rekan-rekannya yang akhirnya menderita luka-luka dan mengalami cacat secara permanen.

"Jurnalis juga menjadi sasaran pembantaian Israel, karena mereka juga tidak menginginkan keberadaan kami. Mereka secara sengaja membunuh jurnalis agar tidak tersebar secara luas photo dan video ke masyarakat Internasional," katanya.

Selama agresi, Al Masri adalah salah satu jurnalis yang terus secara aktif mempublish dokumentasi kekejaman Zionis di Jalur Gaza melalui lensa kameranya.

Bahkan di agresi kali ini, Al Masri kehilangan teman, kerabatnya yang syahid akibat serangan udara maupun darat.

"Saya sangat senang sekali bisa hadir di tengah-tengah saudara muslim kami di Indonesia, saya salut dengan sikap Indonesia yang selalu membantu dan peduli terhadap warga Palestina khusunya di Gaza," katanya.

Presiden Direktur INH, Luqmanul Hakim menyatakan, kegiatan ngabuburit sekaligus buka bersama ini merupakan agenda edukasi tentang Palestina karena saat ini  semangat yang menggelora terhadap isu-isu tentang Palestina sudah mulai berkurang.

Dia berharap  kegiatan seperti ini memori atau ingatan kita tentang tanggung jawab terhadap penderitaan yang di alami rakyat Palestina mulai tersentuh kembali, terlebih di momentum ramadan seperti saat ini.

"Kami berharap kepedulian soal Palestina tidak luntur, semangat itu terus menyala dan akan tetap ada oleh sebab itu kegiatan seperti ini sangat penting guna menguatkan posisi kita terhadap keberpihakan untuk bangsa Palestina," katanya.

Editor: Erik S

Tag:  #bukan #hanya #rakyat #palestina #ratusan #jurnalis #tewas #cacat #akibat #serangan #israel

KOMENTAR