Pasien Ginjal dengan Nilai Fungsi Ginjal di Bawah 40 Tak Dianjurkan Puasa
Ilustrasi minum air putih saat ingin puasa.(DOK. Shutterstock/Hayati Kayhan.)
14:36
18 Februari 2026

Pasien Ginjal dengan Nilai Fungsi Ginjal di Bawah 40 Tak Dianjurkan Puasa

– Puasa Ramadan dapat menjadi tantangan bagi sebagian orang dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk gangguan fungsi ginjal. Lalu, apakah pasien dengan gangguan ginjal tetap boleh menjalani puasa?

Dokter Spesialis Urologi, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), menegaskan bahwa keputusan berpuasa sangat bergantung pada tingkat fungsi ginjal seseorang.

Menurutnya, pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat, terutama dengan nilai GFR (Glomerular Filtration Rate) di bawah 40, tidak dianjurkan berpuasa.

Baca juga: Gula Darah di Atas 250, Penderita Diabetes Disarankan Tidak Puasa

“Kalau fungsi ginjal sudah turun, 40 ke bawah, sebenarnya tidak dianjurkan lagi puasa. Karena orang gangguan fungsi ginjal yang paling bahaya itu kekurangan cairan,” ujarnya saat ditemui setelah acara Keberhasilan Pencapaian 500 Transplantasi Ginjal Siloam Hospitals Asri di  Jakarta Selatan, Sabtu (14/2/2026).

GFR merupakan angka yang menunjukkan kemampuan ginjal menyaring limbah dari darah dan dapat diketahui melalui pemeriksaan ureum dan kreatinin. 

Jika nilainya sudah di bawah 40, risiko dehidrasi saat puasa dapat memperburuk kondisi dan mempercepat penurunan fungsi ginjal.

Baca juga: Waspada Hiperglikemia Saat Puasa, Ini Tanda Gula Darah Naik yang Perlu Diketahui

Jangan Memaksakan Puasa

Dokter Spesialis Urologi, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K) saat ditemui setelah acara Keberhasilan Pencapaian 500 Transplantasi Ginjal Siloam Hospitals Asri di Jakarta Selatan, Sabtu (14/2/2026).
KOMPAS.com/Aliyah Shifa Rifai Dokter Spesialis Urologi, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K) saat ditemui setelah acara Keberhasilan Pencapaian 500 Transplantasi Ginjal Siloam Hospitals Asri di Jakarta Selatan, Sabtu (14/2/2026).

Di sisi lain, Prof. Rasyid juga mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, puasa Ramadan ditujukan bagi orang yang dalam kondisi sehat. 

Maka dari itu, pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat tidak perlu memaksakan diri.

“Islam jelas bahwa ibadah itu untuk orang yang sehat. Begitu GFR di bawah 40, sudah bayar fidyah selesai,” katanya.

Ia menegaskan bahwa memaksakan diri berpuasa saat kondisi tubuh tidak memungkinkan justru dapat membahayakan kesehatan.

Keputusan berpuasa, menurutnya, sebaiknya didasarkan pada hasil pemeriksaan medis yang jelas.

Dengan mengetahui nilai GFR secara objektif, pasien dapat menentukan langkah yang lebih aman tanpa mengambil risiko yang tidak perlu.

Baca juga: Puasa bagi Penderita Diabetes, Ini Syarat Aman Menurut Dokter

Cara Mengatur Minum Saat Puasa

Sementara itu, bagi orang dengan kondisi sehat, menjaga kecukupan cairan menjadi kunci utama saat menjalani puasa.

“Yang penting bukan waktunya yang dibagi rata, tetapi total minum kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan cairan tidak harus dibagi secara kaku setiap jam. Yang terpenting adalah memastikan total asupan cairan harian tetap terpenuhi sejak berbuka hingga sahur.

Baca juga: Dokter Ungkap Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa, Jangan Asal Pilih Jam

“Begitu buka puasa, minum saja lebih banyak. Terus nanti lebih banyak lagi, tapi dekat-dekat tidur jangan banyak. Bangun sahur dibanyakin lagi,” jelasnya.

Artinya, cairan bisa dipenuhi secara bertahap. Saat berbuka, tubuh yang telah berpuasa seharian perlu segera mengganti cairan terlebih dahulu sebelum makan dalam porsi besar.

Setelah itu, asupan cairan dapat dilanjutkan secara perlahan di malam hari dan kembali ditambah saat sahur.

Baca juga: Dokter Jelaskan Mengapa Berbuka Puasa Disarankan Konsumsi yang Manis

Berapa Banyak Cairan yang Dibutuhkan?

Menurut Prof. Rasyid, kebutuhan cairan saat puasa bergantung pada usia dan kondisi tubuh.

“Sebenarnya tergantung umur. Kalau makin tua, 1.500 ml cukup. Dua liter juga enggak masalah. Satu botol besar itu sekitar satu setengah liter,” jelasnya.

Ia menyarankan agar kebutuhan cairan dipenuhi secara bertahap tanpa harus terpaku pada pola tertentu. Yang terpenting, tubuh tidak sampai mengalami dehidrasi.

Dengan pemeriksaan rutin dan mengetahui kondisi fungsi ginjal masing-masing, seseorang dapat menentukan secara aman apakah dirinya layak menjalani puasa atau perlu mengambil keringanan sesuai anjuran medis dan agama.

Baca juga: Dua Pemeriksaan Penting untuk Menilai Fungsi Ginjal

Tag:  #pasien #ginjal #dengan #nilai #fungsi #ginjal #bawah #dianjurkan #puasa

KOMENTAR