IHSG Ditutup Naik 1,19 Persen ke Level 8.310
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (18/2/2026), naik 97,956 poin atau 1,19 persen ke level 8.310,227.
Sejak pembukaan di posisi 8.235,808, IHSG langsung bergerak di zona hijau dan sempat menyentuh level terendah harian di 8.227,450. Sepanjang sesi, indeks menunjukkan tren penguatan yang relatif konsisten hingga akhirnya menutup di posisi tertinggi 8.310,227.
Dari sisi aktivitas, volume transaksi mencapai 52,161 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 24,200 triliun dan frekuensi 3.196.388 kali. Pergerakan saham didominasi oleh penguatan, dengan 454 saham naik, 216 saham turun, dan 145 saham stagnan.
Kapitalisasi pasar juga meningkat menjadi Rp 15.076,562 triliun.
Di lain sisi nilai tukar rupiah di pasar spot justru ditutup melemah. Mata uang garuda turun 47 poin atau 0,28 persen ke level Rp 16.884 per dollar AS.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat Usai Libur Panjang
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, seiring penguatan mata uang Negeri Paman Sam, setelah pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed), yakni Michael Barr dan Mary Daly.
Sikap hawkish tersebut mengindikasikan bahwa bank sentral AS masih membuka ruang untuk mempertahankan suku bunga untuk memastikan inflasi benar-benar terkendali.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dollar AS yang menguat oleh pernyataan hawkish dari pejabat-pejabat The Fed Barr dan Dally semalam,” ujar Lukman kepada Kompas.com.
Baca juga: IHSG Menguat di Tengah Outflow Asing, Investor Menanti Arah Suku Bunga BI
Di sisi domestik, pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia bulan ini. Investor mengantisipasi kemungkinan nada yang lebih dovish dari bank sentral.
“Investor juga mengantisipasi kemungkinan sikap dovish BI pada pertemuan untuk kebijakan besok,” paparnya.
Lebih jauh, pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Yen Jepang melemah 0,26 persen ke posisi 153,71, dollar Taiwan turun 0,12 persen menjadi 31,426, dollar Singapura melemah 0,087 persen ke posisi 1,2642.