Istana Tegaskan Perbedaan Awal Puasa Tak Perlu Dipermasalahkan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (KOMPAS.com/Rahel Narda)
18:02
18 Februari 2026

Istana Tegaskan Perbedaan Awal Puasa Tak Perlu Dipermasalahkan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa perbedaan waktu awal puasa 2026 antara Muhammadiyah dan pemerintah tidak perlu dipermasalahkan.

"Bahwa puasa tahun ini mungkin ada perbedaan dari sisi waktu, itu sesuatu hal yang tidak perlu dipermasalahkan, tidak perlu dibesar-besarkan," ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Prasetyo menekankan, semua pihak harus saling menghormati perbedaan awal puasa ini.

Apalagi, kata dia, sudah banyak umat Muslim yang melaksanakan puasa sejak hari ini.

Baca juga: Ini Awal Puasa Ramadhan 1447 Hijriah di 15 Negara, Ada yang Rabu dan Kamis

"Justru kita harus saling menghormati karena kita semua tahu bahwa ada sebagian saudara-saudara kita umat Muslim yang hari ini juga sudah mulai melaksanakan puasa," tutur dia.

Selain itu, Prasetyo juga mewakili Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat berpuasa kepada semua umat Muslim.

"Kami mewakili Bapak Presiden, mewakili pemerintah juga ingin menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim di Indonesia," ujar politikus Partai Gerindra itu.

Baca juga: Sambut Ramadhan 1447 H, Puan Ajak Masyarakat Tumbuhkan Semangat Kebersamaan

Perbedaan awal Ramadhan

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sedangkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026.

Keputusan pemerintah ini diambil karena pemantauan hilal di sejumlah titik di Indonesia tidak memenuhi kriteria MABIMS yang dipedomani oleh pemerintah Indonesia.

Berdasarkan kriteria MABIMS, tinggi hilal minimum 3 dan elongasi minimum 6,4 derajat.

Sementara, hasil pemantauan hilal menunjukkan bahwa sudut elongasi yang ada masih sangat minim, yakni 0 derajat 56 menit 23 hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.

Baca juga: Libur Sekolah Awal Ramadhan 2026 Sampai Kapan? Ini Jadwal Masuk Siswa

Baca juga: Muhammadiyah Ajak Umat Sambut Ramadhan dengan Damai, Tak Terganggu Hiruk-pikuk

"Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026," ujar Nasaruddin.

Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang kini sepenuhnya diadopsi organisasi tersebut.

Melalui pendekatan astronomi global, Muhammadiyah menerapkan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia sehingga awal bulan hijriah tidak lagi bergantung pada lokasi geografis masing-masing negara.

Tag:  #istana #tegaskan #perbedaan #awal #puasa #perlu #dipermasalahkan

KOMENTAR