Aktivitas yang Aman untuk Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan
– Orangtua anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) sering merasa cemas saat anak ingin bergerak aktif atau mengikuti pelajaran olahraga di sekolah.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah anak dengan PJB boleh berlari, berenang, atau bermain seperti teman-temannya?
Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan PERKI, dr. Oktavia Lilysari, SpJP(K), FIHA, menjelaskan bahwa orangtua tidak bisa menyamaratakan kemampuan aktivitas anak dengan PJB. Semua tergantung pada kondisi jantung dan hasil evaluasi medisnya.
“Biasanya kita akan lihat kondisi anaknya, atau kelas fungsionalnya,” ujarnya dalam rangkaian acara skrining nasional PJB di Jakarta Timur, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Penyakit Jantung Bisa Terjadi Sejak Lahir pada Anak, Ini Penjelasan Dokter
Ditentukan dari Kelas Fungsional
Dalam penilaian medis, anak dengan PJB dibagi ke dalam empat kelas fungsional, mulai dari kelas 1 hingga kelas 4.
Pembagian ini menggambarkan seberapa baik jantung mampu mendukung aktivitas fisik. Anak dengan kelas fungsional 3 dan 4 umumnya memiliki keterbatasan yang cukup berat.
Sementara itu, anak dengan kelas fungsional 1 atau 2 biasanya masih bisa melakukan aktivitas fisik tertentu, meski tetap ada batasannya.
“Kalau yang cuma 1 atau 2, mungkin dia masih bisa melakukan aktivitas sampai taraf-taraf tertentu. Jadi dia enggak bisa semuanya,” jelasnya.
Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk berkonsultasi secara rutin dan mengetahui kelas fungsional anak sebelum menentukan jenis aktivitas yang diperbolehkan.
Baca juga: 6 Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan, Waspadai Sejak Kehamilan
Boleh Aktif, tapi Tidak Kompetitif
Menurut dr. Oktavia, anak dengan PJB tetap boleh beraktivitas, termasuk olahraga, selama tidak dilakukan secara kompetitif atau berlebihan.
“Apa pun boleh. Jangan kompetitif, itu saja,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar orangtua berdiskusi dengan guru di sekolah mengenai kondisi kesehatan anak.
Misalnya, jika aktivitas seperti lari jarak jauh atau permainan yang membutuhkan stamina tinggi dirasa terlalu berat, maka bisa diganti dengan aktivitas yang lebih ringan.
Baca juga: Upaya Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Bawaan Sejak Kehamilan
Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan PERKI, dr. Oktavia Lilysari, SpJP(K), FIHA dalam rangkaian acara skrining skrining nasional PJB di SDN 03 Makasar, Jakarta Timur, Kamis (12/2/2026).
“Mungkin olahraga lari-lari, main basket itu mungkin nggak bisa dulu. Bisa diganti dengan senam dan sebagainya,” katanya.
Dalam beberapa kasus, anak juga bisa mendapat dispensasi sementara dari pelajaran olahraga jika memang diperlukan.
Menurutnya, anak dengan PJB tidak harus diarahkan untuk melaksanakan olahraga berat. Aktivitas fisik boleh dilakukan untuk kesenangan (just for fun), bukan untuk target tertentu.
“Tidak usah jadi atlet. Tapi kalau mau main, silakan,” ujarnya.
Baca juga: Kenali Penyakit Jantung Bawaan yang Diidap 50 Ribu Bayi Indonesia
Perlu Penyesuaian Setelah Tindakan
Di samping itu, bagi anak yang telah menjalani tindakan perbaikan, seperti penutupan lubang pada jantung atau pemasangan alat tertentu, aktivitas fisik biasanya dibatasi sementara waktu.
“Kalau habis dipasang alat atau ditutup, jangan lompat-lompat dulu,” jelas dr. Oktavia.
Pembatasan ini umumnya berlaku dalam beberapa bulan pertama setelah tindakan, untuk memberi waktu pemulihan.
Setelah kontrol lanjutan menunjukkan hasil yang baik, aktivitas bisa kembali diperbolehkan secara bertahap.
Baca juga: Sering Tertukar, Begini Cara Membedakan GERD dan Serangan Jantung Menurut Dokter
Namun, jika masih terdapat sisa kelainan, seperti kebocoran atau penyempitan, dokter akan lebih berhati-hati dalam memberikan izin aktivitas.
Dengan demikian, orangtua tidak perlu terlalu membatasi anak secara berlebihan, tetapi juga tidak memaksakan aktivitas berat.
Melalui pengawasan medis yang rutin dan komunikasi yang baik antara orangtua, dokter, dan pihak sekolah, anak dengan PJB tetap dapat tumbuh aktif dan menikmati masa bermainnya seperti anak lainnya.
Baca juga: Kisah Pilu Felicia, Derita Bocor Jantung sejak Lahir, Tak Ada Biaya untuk Pergi Berobat
Tag: #aktivitas #yang #aman #untuk #anak #dengan #penyakit #jantung #bawaan