Mengenal Hopeless Romantic: Arti, Ciri-Ciri, dan Dampaknya dalam Hubungan
Istilah hopeless romantic kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang begitu percaya pada cinta sejati dan kisah romansa bak film.
Namun, apakah menjadi hopeless romantic selalu berarti naif dan mudah kecewa?
Dalam psikologi, kecenderungan ini sering dikaitkan dengan cara seseorang membentuk harapan terhadap hubungan, termasuk bagaimana ia memaknai komitmen, kesetiaan, dan kebahagiaan bersama pasangan.
Apa Itu Hopeless Romantic?
Secara umum, hopeless romantic merujuk pada individu yang memiliki pandangan sangat idealis tentang cinta dan hubungan asmara. Mereka cenderung memercayai bahwa cinta sejati akan datang dan bertahan selamanya.
Menurut laporan dari Psychology Today, idealisasi berlebihan terhadap pasangan bisa membuat seseorang melihat hubungan melalui “kacamata harapan” alih-alih realitas.
Dalam kadar tertentu, hal ini bisa memperkuat komitmen. Namun, jika tidak diimbangi realitas, dapat menimbulkan kekecewaan.
Baca juga: Ramalan Zodiak Leo 4 Februari, Energi Baru untuk Karier dan Hubungan
Hopeless Romantic Artinya Apa?
Pengertian Hopeless Romantic
Istilah ini menggambarkan orang yang terus berharap pada cinta besar, dramatis, dan penuh makna, bahkan setelah mengalami kegagalan dalam hubungan. Mereka cenderung melihat cinta sebagai pusat kehidupan emosional.
Psikolog hubungan yang juga penulis buku Attached, Amir Levine, menjelaskan bahwa sebagian orang memiliki kebutuhan emosional yang kuat terhadap koneksi dan kedekatan.
Ketika kebutuhan ini dipadukan dengan ekspektasi tinggi terhadap romansa, seseorang bisa terlihat seperti hopeless romantic.
Asal Usul Istilah Hopeless Romantic
Secara historis, istilah ini mulai populer dalam budaya Barat pada abad ke-20, terutama melalui karya sastra dan film romantis Hollywood. Film seperti The Notebook turut memperkuat gambaran cinta ideal yang abadi dan penuh pengorbanan.
Dikutip dari The Atlantic, budaya populer membentuk ekspektasi generasi muda terhadap hubungan, termasuk keyakinan bahwa pasangan “sempurna” benar-benar ada.
Baca juga: Rasa Takut Sendiri Membuat Perempuan Sulit Lepas dari Hubungan Tak Sehat
Ciri-Ciri Orang Hopeless Romantic
Terlalu Percaya pada Cinta Sejati
Mereka yakin bahwa setiap orang memiliki “satu cinta sejati” atau soulmate. Konsep ini sering diperkuat oleh film dan novel romantis.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships, keyakinan bahwa pasangan ditakdirkan bisa membuat hubungan terasa lebih bermakna, tetapi juga lebih rapuh ketika konflik muncul.
Mudah Jatuh Cinta
Hopeless romantic cenderung cepat merasakan ketertarikan emosional yang dalam. Mereka mudah tersentuh oleh perhatian kecil dan gestur manis.
Psikolog klinis John Gottman, pendiri The Gottman Institute, menyebut bahwa orang yang sangat fokus pada romansa sering kali menilai kualitas hubungan dari intensitas emosi di awal, bukan dari stabilitas jangka panjang.
Sering Berekspektasi Tinggi dalam Hubungan
Mereka berharap pasangan selalu memahami kebutuhan emosional tanpa banyak penjelasan. Ekspektasi ini kadang tidak realistis.
Menurut artikel di Verywell Mind, ekspektasi romantis yang terlalu tinggi dapat memicu konflik jika tidak dikomunikasikan secara terbuka.
Menyukai Hal-Hal Romantis
Dari surat cinta, makan malam penuh lilin, hingga kejutan kecil, semuanya terasa penting. Mereka menilai cinta dari simbol dan momen emosional.
Baca juga: Bisakah Hubungan Diperbaiki Setelah Terjadi Perselingkuhan? Ini Kata Ahli
Hopeless Romantic dalam Hubungan Asmara
Sisi Positif Menjadi Hopeless Romantic
Menjadi hopeless romantic bukan selalu buruk. Sisi positifnya, mereka:
- Penuh perhatian dan ekspresif
- Loyal terhadap pasangan
- Menghargai momen kecil dalam hubungan
- Cenderung berkomitmen tinggi
Dikutip dari Psychology Today, idealisme moderat justru bisa memperkuat kepuasan hubungan karena pasangan merasa dihargai dan dicintai.
Dampak Negatif Jika Berlebihan
Namun, bila terlalu berlebihan, sikap ini bisa menyebabkan:
- Kekecewaan berulang karena realitas tak sesuai harapan
- Mengabaikan tanda bahaya (red flags)
- Bertahan dalam hubungan tidak sehat demi “cinta sejati”
Dikutip dari The Atlantic orang yang terlalu percaya pada takdir cinta cenderung lebih mudah menyerah saat menghadapi konflik besar.
Baca juga: Jangan Ancam Putus Saat Bertengkar, Ini Dampak Buruknya bagi Hubungan
Apakah Hopeless Romantic Itu Buruk?
Kapan Sikap Ini Masih Wajar
Sikap ini masih wajar jika:
- Anda tetap realistis terhadap kekurangan pasangan
- Bisa menerima konflik sebagai bagian hubungan
- Tidak mengorbankan harga diri demi romansa
- Romantisme yang sehat justru bisa membuat hubungan lebih hangat dan bermakna.
Kapan Perlu Lebih Realistis
Anda mungkin perlu lebih realistis jika:
- Sering merasa kecewa karena pasangan tak memenuhi fantasi Anda
- Mengabaikan kebutuhan pribadi demi mempertahankan hubungan
- Mengulang pola hubungan yang tidak sehat
- Psikolog menyarankan keseimbangan antara harapan dan komunikasi terbuka sebagai kunci hubungan yang stabil.
Baca juga: Pakai AI untuk Balas Chat Gebetan? Ahli Ungkap Dampaknya pada Hubungan
Ilustrasi
Tips Menghadapi Sikap Hopeless Romantic
Belajar Mengelola Ekspektasi
Sadari bahwa tidak ada hubungan yang sempurna. Diskusikan harapan secara terbuka dengan pasangan.
Menjaga Keseimbangan Emosi
Pisahkan antara fantasi romantis dan realitas sehari-hari. Hubungan sehat dibangun dari kepercayaan dan komunikasi, bukan hanya gestur manis.
Fokus pada Hubungan yang Sehat
Prioritaskan rasa aman, saling menghargai, dan komitmen jangka panjang dibanding sekadar momen dramatis.
Baca juga: 5 Bahasa Cinta, Mana yang Paling Penting dalam Hubungan?
FAQ Seputar Hopeless Romantic
Apa bedanya hopeless romantic dan romantic biasa?
Romantic biasa menikmati momen manis tanpa ekspektasi berlebihan. Hopeless romantic cenderung memiliki keyakinan kuat pada cinta ideal dan takdir.
Apakah hopeless romantic bisa berubah?
Bisa. Dengan pengalaman dan refleksi diri, seseorang dapat belajar lebih realistis tanpa kehilangan sisi romantisnya.
Apakah hopeless romantic selalu berakhir kecewa?
Tidak selalu. Jika mampu menyeimbangkan harapan dan realitas, mereka justru bisa memiliki hubungan yang hangat dan penuh makna.
Menjadi hopeless romantic bukanlah kelemahan. Sikap ini hanya perlu diarahkan agar tetap sehat dan realistis.
Karena cinta, seindah apa pun, tetap membutuhkan komunikasi, kedewasaan, dan penerimaan terhadap ketidaksempurnaan.
Tag: #mengenal #hopeless #romantic #arti #ciri #ciri #dampaknya #dalam #hubungan