Sebanyak 19 Korban sudah Dimakamkan, Korps Marinir Masih Tunggu Hasil Identifikasi 4 Prajurit Korban Longsor
TNI AL melepas jenazah prajurit Korps Marinir yang menjadi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. (TNI AL)
21:08
18 Februari 2026

Sebanyak 19 Korban sudah Dimakamkan, Korps Marinir Masih Tunggu Hasil Identifikasi 4 Prajurit Korban Longsor

-Sebanyak 19 dari total 23 prajurit Kors Marinir yang menjadi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar) sudah ditemukan dan diidentifikasi. Mereka telah dimakamkan di kampung halaman masing-masing. Kini tersisa 4 jenazah yang sedang diidentifikasi oleh Tim DVI.

Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi menyampaikan bahwa di antara puluhan prajurit tersebut, 12 sudah menikah. Sebelas sisanya masih lajang. Endi memastikan proses pencarian dilakukan secara maksimal oleh Tim SAR Gabungan di bawah kendali Basarnas. Para prajurit Korps Marinir juga ikut serta dalam pencarian rekan-rekan mereka yang jadi korban longsor tersebut.

”Dari 23 (prajurit Korps Marinir yang menjadi korban), sudah 19 ditemukan dan sudah dimakamkan di kampung halamannya masing-masing. Kemudian yang 4 juga sebetulnya sudah ditemukan, tinggal proses DVI di Kepolisian. DVI sudah ditentukan bahwa empat itu dipastikan anggota TNI,” kata Endi kepada awak media di Jakarta pada Rabu (18/2).

Menurut Endi, proses identifikasi itu butuh waktu karena jenazah korban ditemukan setelah lebih dari dua minggu operasi SAR berlangsung. Tim DVI dari Polda Jabar tidak bisa mencocokkan data ante mortem dan post mortem melalui sidik jari. Dia berharap dalam waktu paling lama dua pekan ke depan, identitas setiap jenazah sudah diketahui.

”Permasalahannya kami belum tahu si A, si B, si C nya. Itu (jenazahnya) bergabung dengan masyarakat sipil, yang mana kalau tidak salah masyarakat sipil juga cukup banyak, ada 83 orang dari sekian kepala keluarga yang ada. Sehingga prosesnya menunggu dari DVI, kurang lebih 14 hari,” kata dia.

Jenderal bintang tiga Korps Marinir tersebut memastikan pihaknya juga melakukan evaluasi pasca musibah longsor. Para prajurit sedang berlatih untuk persiapan tugas ke wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Dia memastikan dalam latihan sudah dilakukan orientasi dan pengecekan berbagai hal terkait, termasuk jalur yang dilalui prajurit.

Karena waktu itu cuaca tidak mendukung, kurang lebih tiga hari berturut-turut siang dan malam hujan. Akibatnya terjadi longsor di daerah itu,” jelasnya.

 

Endi menyampaikan musibah dan bencana alam memang tidak bisa diprediksi. Namun dia memastikan kedepannya Korps Marinir akan lebih ketat dalam pelaksanaan tugas. Termasuk latihan pra tugas yang dijalani para prajurit. Dia pun memastikan Korps Marinir mengupayakan yang terbaik untuk prajurit dan keluarganya. (*)

 

 

 

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #sebanyak #korban #sudah #dimakamkan #korps #marinir #masih #tunggu #hasil #identifikasi #prajurit #korban #longsor

KOMENTAR