Feeling Lonely Artinya Apa? Ini Makna dan Tandanya
Istilah feeling lonely kerap muncul di media sosial untuk menggambarkan perasaan sepi, hampa, atau tidak dipahami.
Meski terdengar sederhana, rasa kesepian bukan sekadar tidak punya teman. Para ahli menyebut, kesepian berkaitan erat dengan kualitas hubungan emosional yang dimiliki seseorang.
Penelitian global bahkan menunjukkan bahwa kesepian menjadi isu serius bagi kesehatan mental.
Pada 2023, World Health Organization membentuk Komisi tentang Koneksi Sosial dan menyoroti bahwa isolasi sosial serta kesepian dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis.
Data global menunjukkan bahwa sepanjang 2014–2023, sekitar 16 persen populasi dunia, atau satu dari enam oran pernah mengalami kesepian.
Fenomena ini terjadi di berbagai kelompok usia dan wilayah, namun paling banyak dialami remaja dan dewasa muda usia 13 hingga 29 tahun.
Baca juga: Apakah Jasa Teman Jalan Efektif Mengatasi Kesepian? Ini Kata Ahli
Lalu, apa sebenarnya arti feeling lonely dan bagaimana tandanya?
Apa Itu Feeling Lonely?
Pengertian Feeling Lonely
Secara umum, feeling lonely berarti merasa kesepian atau merasa sendiri secara emosional.
Menurut American Psychological Association, kesepian adalah perasaan tidak nyaman yang muncul ketika ada kesenjangan antara hubungan sosial yang diinginkan dengan yang dimiliki seseorang.
Artinya, seseorang bisa saja memiliki banyak teman atau aktif di media sosial, tetapi tetap merasa kesepian jika hubungan tersebut tidak terasa bermakna.
Arti Feeling Lonely dalam Bahasa Gaul
Dalam bahasa gaul, feeling lonely sering digunakan untuk menggambarkan kondisi “lagi ngerasa sepi” atau “butuh ditemani.”
Biasanya istilah ini dipakai dalam konteks hubungan asmara, pertemanan, atau ketika seseorang merasa kurang diperhatikan.
Namun, di balik penggunaan yang terkesan santai, perasaan ini tetap perlu dipahami secara serius jika berlangsung lama dan mengganggu keseharian.
Baca juga: Cara Setiap Zodiak Mengatasi Kesepian, Libra Menghadiri Acara
Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Feeling Lonely
-
Merasa Kesepian Meski di Tengah Keramaian
Salah satu tanda paling umum adalah merasa sendiri walau berada di tengah banyak orang.
Psikolog sosial dari University of Chicago, John Cacioppo (alm.), dalam risetnya tentang kesepian menyebut bahwa kesepian lebih berkaitan dengan persepsi individu terhadap koneksi sosialnya, bukan jumlah relasi yang dimiliki.
-
Merasa Hampa dan Tidak Dipahami
Orang yang mengalami feeling lonely sering merasa tidak ada yang benar-benar memahami dirinya. Perasaan hampa ini bisa muncul tanpa alasan yang jelas dan terkadang disertai kelelahan emosional.
-
Kehilangan Minat pada Interaksi Sosial
Alih-alih mencari teman, sebagian orang justru menarik diri. Mereka merasa lelah secara emosional sehingga interaksi sosial terasa membebani.
Baca juga: 3 Momen Kritis yang Bikin Mahasiswa Diam-diam Merasa Kesepian, Apa Saja?
Penyebab Feeling Lonely
-
Kurangnya Koneksi Emosional
Menurut laporan dari Harvard Graduate School of Education melalui proyek Making Caring Common, banyak orang dewasa muda melaporkan merasa kesepian karena kurangnya hubungan yang mendalam dan suportif.
-
Perubahan dalam Kehidupan
Pindah kota, putus hubungan, kehilangan orang terdekat, atau perubahan pekerjaan dapat memicu rasa kesepian.
Masa transisi sering kali membuat seseorang kehilangan sistem dukungan yang biasa ia miliki.
-
Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Media sosial juga berperan. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal yang dikutip oleh BBC menunjukkan bahwa kebiasaan membandingkan kehidupan diri dengan orang lain di media sosial dapat meningkatkan perasaan kesepian dan tidak cukup baik.
Baca juga: 6 Zodiak yang Bisa Menikmati Waktu Sendiri Tanpa Kesepian, Ada Aquarius
Feeling Lonely dalam Hubungan
Merasa Sendiri Meski Punya Pasangan
Kesepian tidak selalu berarti lajang. Seseorang bisa merasa sendiri meski memiliki pasangan jika tidak ada kedekatan emosional yang sehat.
Kualitas komunikasi dan rasa aman emosional disebut jauh lebih penting daripada sekadar status hubungan.
Kurangnya Komunikasi Emosional
Ketika pasangan jarang berbagi perasaan, tidak saling mendengarkan, atau menghindari konflik tanpa penyelesaian, rasa kesepian dalam hubungan bisa muncul.
Perbedaan Feeling Lonely dan Kesepian Biasa
Kesepian Fisik vs Kesepian Emosional
Kesepian fisik terjadi ketika seseorang benar-benar sendirian dalam waktu lama.
Sementara kesepian emosional bisa terjadi meski dikelilingi banyak orang.
Kesepian emosional cenderung lebih sulit dikenali karena dari luar seseorang tampak baik-baik saja.
Baca juga: Ketagihan Nonton Serial TV Bisa Jadi Tanda Orang Kesepian
Ilustrasi kesepian.
Cara Mengatasi Feeling Lonely
-
Membangun Koneksi yang Lebih Bermakna
Alih-alih memperbanyak jumlah pertemanan, fokuslah pada kualitas hubungan. Mulailah dengan satu atau dua orang yang bisa diajak berbagi cerita secara jujur.
-
Berani Mengungkapkan Perasaan
Mengatakan “aku sedang merasa kesepian” mungkin terasa sulit, tetapi komunikasi terbuka dapat memperkuat hubungan.
-
Merawat Kesehatan Mental
Jika rasa kesepian berlangsung lama dan memengaruhi pola tidur, nafsu makan, atau produktivitas, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau konselor profesional.
Baca juga: Kesepian Ternyata Bisa Picu Mimpi Buruk, Ini Kata Psikolog
FAQ Seputar Feeling Lonely
Apakah feeling lonely bisa dialami semua orang?
Ya. Kesepian adalah pengalaman universal. Siapa pun bisa mengalaminya, terlepas dari usia atau status sosial.
Apakah feeling lonely sama dengan depresi?
Tidak selalu. Kesepian adalah perasaan, sedangkan depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang memiliki kriteria klinis tertentu. Namun, kesepian berkepanjangan dapat meningkatkan risiko depresi.
Kapan perlu mencari bantuan profesional?
Jika perasaan sepi berlangsung lebih dari beberapa minggu, terasa semakin berat, atau disertai gejala seperti kehilangan harapan dan minat hidup, sebaiknya segera mencari bantuan profesional.
Memahami arti feeling lonely membantu kita lebih peka terhadap kondisi diri sendiri maupun orang lain.
Kesepian bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa kita membutuhkan koneksi yang lebih bermakna.
Dengan langkah yang tepat, rasa sepi dapat dikelola dan perlahan diatasi.