Minum Obat Diabetes Saat Puasa, Haruskah Dosis Diubah? Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi minum obat. Dokter penyakit dalam menjelaskan bahwa dosis obat diabetes saat puasa tidak boleh diubah sembarangan tanpa konsultasi medis.(Shutterstock/fizkes)
20:06
18 Februari 2026

Minum Obat Diabetes Saat Puasa, Haruskah Dosis Diubah? Ini Penjelasan Dokter

Penderita diabetes tidak boleh mengubah dosis atau jadwal minum obat sendiri saat berpuasa karena penyesuaian terapi harus dilakukan berdasarkan kondisi medis masing-masing pasien.

Dokter spesialis penyakit dalam RS Raja Ampat, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD(K), menegaskan bahwa pengaturan obat menjadi salah satu kunci agar puasa tetap aman bagi penyandang diabetes.

Dalam wawancara dengan Kompas.com, Selasa (10/2/2026), Andi menjelaskan bahwa perubahan jam makan selama Ramadhan otomatis memengaruhi jadwal konsumsi obat.

“Obat tetap sesuai anjuran dokter. Apakah dilanjutkan dengan insulin atau cukup dengan obat oral seperti metformin, itu harus dibicarakan dulu,” ujar dr. Andi.

Baca juga: Kapan Penderita Diabetes Harus Batal Puasa? Ini Penjelasan Dokter

Penyesuaian obat harus lewat konsultasi

Menurut Andi, setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda. Sebagian pasien mungkin tetap menggunakan insulin dengan penyesuaian waktu suntik. Sebagian lainnya cukup menggunakan obat oral seperti metformin.

Penyesuaian ini tidak bisa dilakukan secara umum dan harus melalui evaluasi dokter sebelum Ramadhan.

Pasien yang memutuskan sendiri untuk mengurangi atau menghentikan obat berisiko mengalami lonjakan atau penurunan gula darah secara tiba-tiba.

Karena itu, konsultasi sebelum puasa menjadi langkah yang sangat penting.

Baca juga: Waspada Hiperglikemia Saat Puasa, Ini Tanda Gula Darah Naik yang Perlu Diketahui

Risiko jika obat tidak diatur

Ilustrasi obat. Dokter penyakit dalam menjelaskan bahwa dosis obat diabetes saat puasa tidak boleh diubah sembarangan tanpa konsultasi medis.Freepik Ilustrasi obat. Dokter penyakit dalam menjelaskan bahwa dosis obat diabetes saat puasa tidak boleh diubah sembarangan tanpa konsultasi medis.

Andi menjelaskan bahwa pengaturan obat yang tidak tepat dapat memicu dua kondisi berbahaya, yaitu hipoglikemia dan hiperglikemia.

Hipoglikemia terjadi jika gula darah turun terlalu rendah. Hiperglikemia terjadi jika gula darah naik terlalu tinggi.

Kedua kondisi tersebut tetap bisa terjadi selama Ramadhan jika terapi tidak disesuaikan dengan perubahan pola makan.

Perubahan waktu sahur dan berbuka membuat tubuh mengalami jeda panjang tanpa asupan di siang hari.

Jika obat tetap diminum seperti biasa tanpa penyesuaian, risiko gangguan gula darah meningkat.

Baca juga: Gula Darah Turun di Bawah 60, Penderita Diabetes Harus Segera Batalkan Puasa

Peran sahur dan berbuka dalam pengaturan obat

Andi menjelaskan bahwa sahur pada dasarnya adalah pergeseran waktu sarapan, sedangkan berbuka merupakan pergeseran waktu makan malam. Karena itu, jadwal obat biasanya disesuaikan mengikuti dua waktu makan utama tersebut.

Namun, penyesuaian ini tetap harus dirancang bersama dokter. Termasuk jika ada tambahan terapi atau suplementasi tertentu, seperti vitamin.

Selain obat, pengaturan porsi makan juga harus diperhatikan. Karbohidrat, sayur, dan buah perlu diatur agar tidak memicu lonjakan gula darah saat berbuka.

Jangan tergoda ubah sendiri

Andi mengingatkan bahwa sebagian pasien terkadang tergoda untuk mengurangi dosis obat karena merasa makan lebih sedikit saat puasa. Padahal, keputusan tersebut dapat berdampak pada kestabilan gula darah.

Ia juga mengingatkan agar pasien tidak “bablas” saat berbuka sehingga obat yang sudah diatur menjadi tidak efektif.

“Semua harus didiskusikan dengan dokter supaya tetap aman,” kata dr. Andi.

Baca juga: Gula Darah di Atas 250, Penderita Diabetes Disarankan Tidak Puasa

Puasa aman dengan pengawasan medis

Menurut Andi, mayoritas penderita diabetes tetap bisa menjalani puasa selama terapi dan pola makan terkontrol.

Pengaturan obat yang tepat akan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.

Komunikasi rutin dengan dokter dan pemantauan gula darah menjadi bagian penting dari keberhasilan puasa yang aman.

“Yang paling penting adalah pengawasan dan kedisiplinan pasien,” ujar dr. Andi.

Tag:  #minum #obat #diabetes #saat #puasa #haruskah #dosis #diubah #penjelasan #dokter

KOMENTAR