Harga Cabai Naik Jelang Ramadhan, Mendag Salahkan Hujan
Mendag Budi Santoso mengatakan harga cabai naik jelang Ramadan 2026 karena hujan sulitkan distribusi. [Antara]
21:01
18 Februari 2026

Harga Cabai Naik Jelang Ramadhan, Mendag Salahkan Hujan

Baca 10 detik
  • Mendag Busan menyatakan cuaca buruk, khususnya hujan berkepanjangan, dominan sebabkan gangguan distribusi cabai jelang Ramadan.
  • Pemantauan SP2KP menunjukkan cabai rawit naik tipis, meskipun komoditas pangan lain relatif terkendali harganya.
  • Pemerintah berkoordinasi dengan petani fokus melancarkan distribusi agar harga cabai, seperti cabai rawit tertinggi, stabil.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mengungkapkan faktor cuaca menjadi penyebab utama kenaikan harga cabai di sejumlah daerah menjelang Ramadan. Ia menyebut gangguan distribusi akibat hujan berkepanjangan lebih dominan dibanding masalah produksi.

Busan menjelaskan, pemerintah terus memantau harga pangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Dari hasil pemantauan tersebut, sebagian besar komoditas masih terkendali, namun cabai rawit tercatat mengalami kenaikan tipis.

"Cabai merah, cabai yang lainnya di bawah HET. Cabai rawit naik dikit," ujar Busan di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Ia menuturkan, kenaikan tersebut bukan karena produksi menurun. Menurutnya, hasil panen sebenarnya masih tersedia dalam jumlah cukup, tetapi proses pengiriman dari sentra produksi ke pasar terganggu oleh cuaca ekstrem.

"Iya, jadi kami sudah koordinasi dengan asosiasi petani karena hujannya terus-terusan ya," ungkapnya.

Busan menyebut hujan deras membuat distribusi cabai tidak berjalan optimal. Kondisi ini menyebabkan pasokan di pasar tertentu tersendat sehingga harga sempat naik.

"Sebenarnya panennya, produknya ada, banyak, cuman karena terganggu hujan sehingga distribusinya tidak berjalan dengan baik ya," ucap Busan.

Ia memastikan pemerintah telah berkoordinasi dengan petani maupun pelaku usaha untuk mengatasi persoalan tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan jalur distribusi kembali lancar agar harga segera stabil.

Selain faktor cuaca, sempat muncul kekhawatiran adanya gangguan lain seperti serangan penyakit tanaman. Namun Busan menegaskan hasil komunikasi dengan pelaku usaha menunjukkan cuaca tetap menjadi faktor paling dominan.

"Ya kami pastikan lagi, tapi yang pasti kemarin ketika kita kumpulkan dengan pelaku usaha sebenarnya lebih faktor ini, lebih faktor karena hujan, itu lebih mendominasi," pungkasnya.

Sebelumnya, harga cabai di pasaran masih tetap pedas menjelang bulan suci Ramadan pada Rabu (18/2/2026). Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Rabu (18/2/2026), harga cabai rawit merah kini tercatat Rp75.508 per kilogram.

Meski secara harian cabai rawit merah tercatat turun Rp265, posisinya masih jauh lebih tinggi dibanding pekan lalu. Pada Kamis (12/2/2026), harga cabai rawit masih berada di Rp68.781 per kilogram.

Artinya dalam sepekan harga melonjak signifikan dan tetap menjadi komoditas cabai termahal di pasar.

Kenaikan juga terlihat pada cabai merah keriting yang kini berada di Rp44.804 per kilogram. Jika dibanding pekan lalu yang tercatat Rp40.562 per kilogram, harga komoditas ini masih menunjukkan tren naik meski sempat mengalami koreksi harian.

Cabai merah besar ikut berada di level tinggi. Harga nasionalnya kini Rp39.244 per kilogram, lebih tinggi dibanding pekan lalu yang berada di Rp37.671 per kilogram. Kenaikan di kelompok cabai ini memperlihatkan tekanan harga bumbu dapur mulai terasa menjelang bulan puasa.

Editor: Liberty Jemadu

Tag:  #harga #cabai #naik #jelang #ramadhan #mendag #salahkan #hujan

KOMENTAR