Harga Daging Ayam Naik Jelang Ramadan, Ini Alasan Mendag
- Mendag Budi Santoso merespons harga ayam ras mencapai Rp45.000/kg menjelang Ramadan di beberapa pasar.
- Data nasional menunjukkan harga rata-rata ayam ras stabil di kisaran Rp40.259 per kilogram berdasarkan pemantauan SP2KP.
- Pemerintah akan memeriksa pasar yang menjual ayam jauh di atas harga acuan untuk menjaga stabilitas distribusi.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan merespons keluhan harga daging ayam ras di sejumlah pasar yang menembus Rp45.000 per kilogram menjelang Ramadan. Ia mengakui lonjakan harga itu memang terjadi di sejumlah pasar.
Namun, Busan menilai hal tersebut tak mencerminkan kondisi nasional, karena berdasarkan data pemerintah harga rata-rata masih berada di kisaran Rp40 ribuan.
Busan mengatakan, pihaknya terus memantau harga pangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Dari data yang ia cek, harga ayam ras secara nasional masih terkendali meski di beberapa lokasi tercatat lebih mahal.
"Daging ayam tadi saya cek ya, rata-rata nasional ya. Harga daging ayam ras rata-rata nasional Rp40.259 ini. Ayam ras Rp40.259, rata-rata nasional," ujar Busan di Kantor Kemendag, Rabu (18/2/2026).
Ia menilai munculnya harga Rp45.000 di sejumlah pasar tidak bisa langsung dianggap sebagai kondisi umum. Menurutnya, perbedaan harga antarwilayah merupakan hal yang wajar karena faktor distribusi maupun dinamika permintaan lokal.
"Artinya memang ada yang Rp45.000, ada juga pasti di bawah Rp40.000," ungkapnya.
Busan menyatakan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap pasar yang menjual ayam jauh di atas harga acuan. Ia menyebut pasar-pasar dengan harga tinggi tetap akan diperiksa untuk mencari penyebabnya.
Ia menjelaskan, kenaikan di satu wilayah bisa dipicu pasokan yang terganggu atau lonjakan permintaan mendadak. Karena itu, kementeriannya akan memastikan distribusi berjalan baik agar harga kembali sesuai acuan.
"Ya, tapi begini, yang harga mahal tadi Rp45.000 ya tetap kita cek. Kita cek terus, kenapa dia mahal? Mungkin pasokannya kurang atau memang pasar itu tiba-tiba kebutuhannya meningkat," jelasnya.
Ia memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga hingga pemerintah daerah terus dilakukan untuk menghindari lonjakan yang tidak wajar.
"Ya kita pastikan jangan sampai mahal. Jadi semua kita usahakan sesuai harga acuan atau harga eceran tertinggi," lanjutnya.
Tag: #harga #daging #ayam #naik #jelang #ramadan #alasan #mendag