Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak
Dengan tarif terjangkau Rp 3.000, Kereta Petani dan Pedagang hasil modifikasi Balai Yasa Surabaya Gubeng sukses melayani lebih dari 11.000 pelanggan di lintas Merak dalam waktu kurang dari tiga bulan.(DOK. Humas KAI)
20:16
18 Februari 2026

Kereta Petani dan Pedagang Jadi Andalan 11.428 Pengguna di Jalur Merak

– Kereta Petani dan Pedagang di lintas Commuter Line Merak menjadi penopang mobilitas pelaku usaha kecil di ujung barat Pulau Jawa.

Sejak diluncurkan pada 1 Desember 2025 hingga 17 Februari 2026, layanan itu telah dimanfaatkan oleh 11.428 pelanggan.

Pergerakan tertinggi tercatat di Stasiun Cikeusal dengan 3.730 penumpang naik dan 3.511 penumpang turun.

Data tersebut menunjukkan pemanfaatan yang stabil selama lebih dari dua bulan operasional sekaligus menegaskan peran Cikeusal sebagai titik distribusi komoditas lokal, mulai dari hasil pertanian, olahan makanan, hingga produk kerajinan menuju Serang, Cilegon, dan Merak.

Layanan ini merupakan hasil modifikasi sarana oleh teknisi Balai Yasa Surabaya Gubeng milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Penyesuaian dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna yang membawa barang dagangan dalam volume tertentu.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, inovasi tersebut menunjukkan kesiapan fasilitas perawatan sarana dalam menghadirkan layanan sesuai kebutuhan masyarakat.

“KAI akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi operasional berdasarkan data perjalanan dan respons pelanggan guna menjaga kualitas layanan di lintas Merak,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (18/2/2026).

Secara teknis, rangkaian itu menyediakan 73 tempat duduk dan dilengkapi area bagasi khusus.

Operasionalnya mencakup 14 perjalanan setiap hari, terdiri dari tujuh perjalanan Merak–Rangkasbitung dan tujuh perjalanan Rangkasbitung–Merak yang melayani 11 stasiun.

Setiap penumpang diperbolehkan membawa maksimal dua koli berukuran 100 centimeter (cm) x 40 cm x 30 cm untuk menjaga kenyamanan dan keteraturan selama perjalanan.

Program tersebut merupakan kolaborasi KAI Group bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui skema public service obligation (PSO).

Tarifnya ditetapkan Rp 3.000, setara dengan tarif KRL umum, sehingga tetap terjangkau bagi petani dan pedagang kecil yang mengandalkan transportasi rel untuk mendistribusikan hasil usaha mereka.

Tag:  #kereta #petani #pedagang #jadi #andalan #11428 #pengguna #jalur #merak

KOMENTAR