Meningkat Secara Kuartalan Maupun Tahunan, Utang Luar Negeri Kuartal IV 2025 Capai Rp 7.252,56 Triliun
– Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri Indonesia naik pada Kuartal IV 2025, baik secara kuartalan maupun tahunan.
Posisi utang luar negeri pada akhir Kuartal IV 2025 mencapai 431,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 7.252,56 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.800 per dollar AS. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Kuartal III 2025 yang sebesar 427,6 miliar dollar AS.
Secara tahunan, posisi tersebut juga meningkat dari Kuartal IV 2024 yang sebesar 424,8 miliar dollar AS.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan kenaikan utang luar negeri pada Kuartal IV 2025 terutama bersumber dari sektor publik. Posisi utang luar negeri swasta tercatat menurun.
"Perkembangan posisi ULN triwulan IV 2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik," ujar Ramdan dalam keterangannya, Selasa (18/2/2026).
Baca juga: Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp 7.119 Triliun Per November 2025
Utang luar negeri pemerintah pada tiga bulan terakhir 2025 tercatat sebesar 214,3 miliar dollar AS. Posisi ini naik dari kuartal sebelumnya yang sebesar 210,1 miliar dollar AS.
Penggunaan utang luar negeri pemerintah tersebar ke sejumlah sektor. Sebanyak 22,1 persen dialokasikan untuk jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib menyerap 19,8 persen. Sektor pendidikan mendapat 16,2 persen. Konstruksi menerima 11,7 persen. Transportasi dan pergudangan memperoleh 8,6 persen.
Ramdan menyebut kenaikan utang pemerintah dipicu masuknya modal asing pada Surat Berharga Negara internasional. Sentimen positif dan kepercayaan pelaku pasar global dinilai tetap terjaga.
Pemerintah memastikan pengelolaan utang dilakukan secara cermat, terukur, dan akuntabel. Pembiayaan diarahkan untuk program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.
"Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah," ucapnya.
Baca juga: Utang Luar Negeri RI Oktober 2025 Turun Jadi Rp 7.186 Triliun
Utang luar negeri swasta pada Kuartal IV 2025 tercatat sebesar 192,8 miliar dollar AS. Angka ini turun dari kuartal sebelumnya yang sebesar 194,5 miliar dollar AS.
Utang swasta terutama berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang 79,9 persen dari total utang luar negeri swasta.
Penurunan utang swasta terjadi akibat berkurangnya utang perusahaan nonlembaga keuangan.
"ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3 persen terhadap total ULN swasta," ungkapnya.
Bank Indonesia menilai posisi utang luar negeri Indonesia tetap terkendali. Rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto turun menjadi 29,9 persen dari sebelumnya 30,4 persen pada kuartal sebelumnya.
"Dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,7 persen dari total ULN," tuturnya.
Tag: #meningkat #secara #kuartalan #maupun #tahunan #utang #luar #negeri #kuartal #2025 #capai #725256 #triliun