201.953 UMKM Jadi Korban Banjir di Sumatera, Punya Pinjaman Rp 12 Triliun
Kerusakan pascabanjir di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa (10/2/2026)(DOK WARGA)
17:32
18 Februari 2026

201.953 UMKM Jadi Korban Banjir di Sumatera, Punya Pinjaman Rp 12 Triliun

– Pemerintah mencatat 201.953 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Sumatera terdampak banjir bandang memiliki tanggungan kredit Rp 12,19 triliun.

Data itu disampaikan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Sebanyak 201.953 debitur Kredit Usaha Rakyat tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data tersebut terhimpun per 17 Februari 2026.

“Inilah angka terakhir kita, yaitu 200.000 debitur dengan jumlah outstanding sekitar 12 triliun,” kata Maman.

Baca juga: Belajar Kelola Arus Kas dari Kisah Sukses Dua UMKM Asal Padang

Sebanyak 125.000 debitur berada di Aceh dengan tanggungan berjalan Rp 7 triliun. Sumatera Utara mencatat 53.000 debitur dengan tanggungan Rp 3 triliun. Sumatera Barat memiliki 28.000 debitur dengan tanggungan Rp 1,7 triliun.

Pemerintah menyiapkan enam program relaksasi untuk UMKM terdampak. Program itu meliputi keringanan suku bunga dan tambahan masa tenggang pelunasan atau grace period.

Program lain mencakup pengaturan status kolektibilitas, restrukturisasi, relaksasi agunan tambahan, kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat baru, serta usulan penghapusan kredit.

Maman menyebut pelaku usaha yang selama ini mengakses Kredit Usaha Rakyat di bank dan terdampak bencana sudah tercakup dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 2 Tahun 2026.

“Sudah kita bagi menjadi tiga periode yaitu periode pemetaan, relaksasi dan pemulihan sampai Desember 2027,” tutur Maman.

Baca juga: MBG Disebut Serap 987.000 Tenaga Kerja, 40.000 UMKM Ikut Bergerak

Perhatian juga diberikan kepada UMKM yang belum pernah mengakses Kredit Usaha Rakyat dan terdampak banjir bandang pada November 2026. Pemerintah masih melakukan pendataan, pemetaan, serta pendampingan terhadap kelompok tersebut.

Maman menilai perlu ada program khusus untuk menjangkau UMKM yang belum tersentuh Kredit Usaha Rakyat agar aktivitas ekonomi kembali bergerak.

“Salah satu usulan kita nanti ke depan sedang kita bicarakan dengan Kementerian Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Sesneg dan juga pemerintah daerah,” kata Maman.

Pemerintah bersama DPR RI telah membentuk Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Satuan tugas ini melibatkan sejumlah kementerian, antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Kesehatan.

Tag:  #201953 #umkm #jadi #korban #banjir #sumatera #punya #pinjaman #triliun

KOMENTAR