Mendag Akui Harga Minyakita dan Telur Naik Memasuki Ramadan
- Mendag Budi Santoso menyatakan harga pangan terkendali jelang Ramadan 2026 berdasarkan data SP2KP Kemendag.
- Komoditas Minyakita dan telur ayam ras tercatat dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional.
- Harga Minyakita telah turun dari Rp16.800 menjadi Rp16.020 setelah pemerintah melakukan intervensi harga.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengklaim harga pangan dan kebutuhan pokok nasional masih relatif terkendali menjelang Ramadan 2026. Meski begitu, ia mengakui masih ada beberapa komoditas seperti Minyakita dan telur dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).
Budi mengatakan, pemantauan harga dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan. Dari data tersebut, ia menilai kondisi harga nasional masih dalam batas wajar.
"Ini saya cek di SP2KP, berdasarkan data yang kami punya di SP2KP, yang harganya ter-update setiap saat, kalau kita lihat harga [pangan dan kebutuhan pokok] rata-rata nasional memang bagus," ucapnya di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Namun, ia menyoroti harga Minyakita yang masih berada di atas HET. Berdasarkan data SP2KP, minyak goreng program pemerintah itu saat ini dijual sekitar Rp16.020 per liter, sedangkan HET ditetapkan Rp15.700.
"Ada memang yang di atas HET, misalnya MinyakKita. Hari ini harganya Rp16.020, padahal HET-nya Rp15.700," urainya.
Meski masih melampaui batas, Budi menekankan harga MinyakKita sebenarnya sudah turun setelah intervensi pemerintah. Sebelum aturan baru diterbitkan, harga rata-rata bahkan sempat menyentuh sekitar Rp16.800 per liter.
"Namun, kemarin sebelum keluar peraturan menteri, rata-rata harganya Rp16.800, jadi sekarang sudah mengalami penurunan," imbuh dia.
Selain minyak goreng, telur ayam ras juga masih dijual di atas HET. Saat ini harga telur disebut berada di kisaran Rp30.750 per kilogram, sedangkan HET ditetapkan Rp30.000.
Di luar dua komoditas tersebut, Budi mengklaim sebagian besar harga pangan masih berada di ambang normal. Ia mencontohkan harga daging sapi yang saat ini sekitar Rp133.618 per kilogram, masih di bawah HET sebesar Rp140.000.
Komoditas lain seperti bawang putih juga disebut relatif aman. Berdasarkan data SP2KP, harga rata-rata nasional bawang putih berada di Rp36.875 per kilogram, lebih rendah dibanding HET Rp38.000.
"Kemudian bawang putih, harga rata-rata nasionalnya Rp36.875, sedangkan HET-nya Rp38.000," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Budi mendorong masyarakat ikut memantau harga pangan melalui sistem SP2KP yang terbuka untuk publik. Ia menilai transparansi data menjadi penting agar kondisi pasar bisa dipantau bersama.
"Jadi, nanti teman-teman media bisa cek sendiri di data SP2KP, karena itu terbuka untuk siapa saja, untuk masyarakat umum," lanjut Budi.
Tag: #mendag #akui #harga #minyakita #telur #naik #memasuki #ramadan