Begadang Ternyata Berkaitan dengan Penyakit Jantung, Studi Terbaru Ungkap Risikonya
Kebiasaan begadang ternyata tidak hanya membuat tubuh lelah keesokan harinya.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang terbiasa tidur larut malam memiliki risiko kesehatan jantung yang lebih buruk dibandingkan mereka yang tidur lebih awal.
Risiko tersebut mencakup peluang lebih tinggi mengalami serangan jantung dan stroke. Temuan ini memperkuat pentingnya pola tidur sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Baca juga: Apa Akibat Sering Begadang bagi Wanita? Berikut 8 Daftarnya…
Penelitian besar ungkap dampak begadang
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association pada Januari 2026 meneliti lebih dari 322.000 orang dewasa di Inggris. Para peneliti mengikuti kondisi kesehatan mereka selama hampir 14 tahun.
Dalam penelitian ini, peserta dikelompokkan berdasarkan kebiasaan tidur, mulai dari tipe pagi, tipe tengah, hingga tipe malam atau orang yang cenderung begadang.
Kesehatan jantung mereka dinilai menggunakan standar American Heart Association yang mencakup delapan faktor, seperti kebiasaan merokok, aktivitas fisik, pola makan, kadar gula darah, tekanan darah, dan kualitas tidur.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang termasuk tipe malam memiliki kemungkinan hampir 80 persen lebih tinggi mengalami kondisi kesehatan jantung yang buruk dibandingkan kelompok dengan jam tidur menengah.
Kelompok ini juga tercatat memiliki risiko sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami serangan jantung atau stroke.
Baca juga: 4 Efek Samping Begadang bagi Remaja, Tak Hanya Mengantuk
Gaya hidup jadi faktor utama
Ilustrasi begadang. Penelitian besar menemukan bahwa kebiasaan begadang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, terutama akibat gaya hidup dan gangguan jam biologis tubuh.
Mengutip laporan Live Science, peneliti utama studi tersebut, Sina Kianersi, menjelaskan bahwa risiko jantung pada kelompok begadang sebagian besar dipengaruhi oleh gaya hidup.
Sekitar 75 persen peningkatan risiko diketahui berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari, bukan semata-mata jam tidur.
Orang yang terbiasa begadang cenderung lebih sering merokok, kurang aktif bergerak, memiliki kualitas tidur yang buruk, serta pola makan yang kurang sehat.
Merokok menjadi penyumbang risiko terbesar, disusul gangguan tidur, kadar gula darah yang tidak terkontrol, dan berat badan berlebih.
“Faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan jantung sebenarnya bisa diubah,” ujar Kianersi.
Ia menambahkan, orang yang terbiasa tidur larut justru perlu lebih disiplin menjaga kebiasaan sehat.
Baca juga: Apakah Begadang Akibatkan Penuaan Dini pada Kulit? Ini Ulasannya...
Peran jam biologis tubuh
Selain gaya hidup, faktor biologis juga ikut berperan. Para ahli menjelaskan bahwa kecenderungan begadang berkaitan dengan jam biologis atau ritme alami tubuh.
Pada orang yang terbiasa tidur larut, hormon melatonin yang memicu rasa kantuk muncul lebih lambat.
Sebaliknya, hormon kortisol yang membantu tubuh terjaga juga meningkat lebih siang dari biasanya. Kondisi ini membuat tubuh kurang selaras dengan siklus siang dan malam.
Dalam jangka panjang, ketidakseimbangan tersebut dapat memicu tekanan darah tinggi di malam hari, peradangan, serta gangguan pengolahan gula dan lemak, yang semuanya berhubungan dengan penyakit jantung.
Dokter Bibhu Mohanty, pakar jantung yang tidak terlibat dalam penelitian, menjelaskan bahwa kurang tidur atau tidur tidak teratur bisa berdampak luas.
“Tidur yang terganggu dapat meningkatkan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, sering kali disertai kenaikan berat badan,” ujarnya, seperti dikutip dari Live Science.
13 Alasan Remaja Begadang dan Cara MengatasinyaRisiko bisa dikurangi
Para peneliti menegaskan bahwa menjadi orang yang terbiasa begadang bukan berarti pasti akan terkena penyakit jantung.
Risiko tersebut masih bisa ditekan dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari.
Langkah yang disarankan antara lain menjaga jam tidur yang lebih teratur, rutin berolahraga, menghindari rokok, serta memperbaiki pola makan.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif daripada hanya memaksakan tidur lebih awal tanpa memperhatikan gaya hidup secara keseluruhan.
Baca juga: Minum Kopi agar Kuat Begadang, Apakah Efektif dan Aman?
Tag: #begadang #ternyata #berkaitan #dengan #penyakit #jantung #studi #terbaru #ungkap #risikonya