Sucor Asset Management Kenalkan Investasi Lewat Bahasa Seni
Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) turut berpartisipasi dalam edisi perdana Art Jakarta Papers 2026 yang berlangsung pada 5 sampai 8 Februari 2026 di Jakarta.(DOK. SUCOR ASSET MANAGEMENT)
21:24
9 Februari 2026

Sucor Asset Management Kenalkan Investasi Lewat Bahasa Seni

Di tengah ruang pamer yang dipenuhi karya berbasis medium kertas, pendekatan terhadap investasi ditampilkan dengan cara yang tidak biasa.

Bukan melalui paparan angka, grafik imbal hasil, atau proyeksi pasar, melainkan lewat instalasi seni dan permainan catur.

Pendekatan itu dihadirkan oleh Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) dalam edisi perdana Art Jakarta Papers 2026 yang berlangsung pada 5 sampai 8 Februari 2026 di Jakarta.

Baca juga: Sucor Asset Management Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Perbedaan orang kaya dan kelas menengah tidak hanya terletak pada besarnya penghasilan. Kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten setiap hari menjadi faktor penentu akumulasi kekayaan jangka panjang.Shutterstock/A9 STUDIO Perbedaan orang kaya dan kelas menengah tidak hanya terletak pada besarnya penghasilan. Kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten setiap hari menjadi faktor penentu akumulasi kekayaan jangka panjang.

Dalam gelaran yang menghadirkan 28 galeri dari Indonesia dan Asia dengan fokus pada medium kertas tersebut, Sucor AM memperkenalkan investasi sebagai proses yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, penuh pertimbangan, strategi, dan kenyamanan personal.

Bagi Sucor AM, investasi bukan sekadar angka atau imbal hasil. Perusahaan memandang investasi sebagai proses memahami tujuan, risiko, dan kenyamanan dalam mengambil setiap keputusan.

Perspektif inilah yang menjadi landasan kolaborasi kreatif mereka dalam Art Jakarta Papers 2026.

Instalasi seni sebagai pintu masuk literasi investasi

Kolaborasi Sucor AM dalam ajang ini melibatkan seniman Indonesia, Naufal Abshar, yang dikenal dengan narasi visualnya yang kuat. Turut terlibat pula Indra Priawan sebagai Brand Ambassador sekaligus investor Sucor AM.

Baca juga: Sucor AM: Kenaikan Jumlah Investor Muda Sinyal Positif bagi Industri Reksa Dana

Melalui pendekatan seni berbasis medium kertas, Sucor AM menghadirkan pengalaman yang mengajak pengunjung melihat investasi dari perspektif yang lebih personal.

Pengalaman itu diwujudkan melalui Sucor AM Corner, sebuah instalasi seni interaktif yang menerjemahkan filosofi investasi perusahaan ke dalam pendekatan yang strategis, reflektif, dan inklusif.

Ilustrasi investasi.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi investasi.

Presiden Direktur Sucor Asset Management, Jemmy Paul Wawointana, mengatakan kolaborasi ini menjadi cara perusahaan memperkenalkan investasi secara lebih membumi.

“Lewat kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa investasi bukan sesuatu yang rumit atau menakutkan. Sama seperti seni, investasi adalah proses yang bisa dipelajari, dipahami, dan dijalani dengan nyaman,” ujar Jemmy melalui keterangan tertulis, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Sucor Sekuritas Prediksi IHSG Terus Menguat, Sektor Komoditas hingga Perbankan Masih Potensial

Pernyataan tersebut menjadi titik tolak pendekatan yang ditampilkan dalam instalasi. Alih-alih mengedepankan jargon teknis, Sucor AM menekankan pada pengalaman dan proses belajar.

Filosofi catur dan strategi investasi

Di dalam Sucor AM Corner, pengunjung disuguhi instalasi bidak catur berbahan kertas. Instalasi ini merepresentasikan filosofi investasi: setiap peran memiliki fungsi, setiap keputusan memiliki konsekuensi, dan strategi menjadi kunci utama.

Enam bidak catur ditampilkan sebagai karakter dengan peran berbeda, membentuk satu narasi utuh tentang pengambilan keputusan dalam berinvestasi. Melalui metafora tersebut, investasi diperkenalkan sebagai proses yang tidak berdiri sendiri.

Ada tujuan yang hendak dicapai, ada risiko yang perlu diperhitungkan, serta ada langkah-langkah yang harus disusun dengan cermat.

Baca juga: Soal Ajakan Presiden Bahas Pasar Saham, Bos Sucor Sekuritas: Jadi Respons Positif

Selain instalasi, Sucor AM juga menghadirkan Chess Play, sebuah pengalaman bermain catur dengan tiga kategori berbeda, yaitu duduk nyaman, duduk menyamping, dan berdiri.

Tiga kategori ini merepresentasikan beragam tingkat kenyamanan dan cara pengambilan keputusan investor, sejalan dengan profil risiko yang berbeda-beda dalam berinvestasi.

Ilustrasi investor, investor saham, investor ritel.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi investor, investor saham, investor ritel.

Melalui pendekatan ini, pengunjung diajak memahami bahwa setiap orang memiliki preferensi dan toleransi risiko yang berbeda.

Ada yang merasa nyaman dengan posisi stabil dan terukur, ada yang lebih fleksibel dalam membaca situasi, dan ada pula yang siap bergerak cepat dengan risiko lebih tinggi.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Pasar Modal untuk Pemula, Sucor Sekuritas Luncurkan Sucor Academy

Jemmy menjelaskan, kolaborasi ini berangkat dari nilai utama yang dipegang Sucor AM, yaitu Mastery.

“Buat kami, mastery itu soal paham apa yang kita jalani, bagaimana keputusan diambil dan langkah disusun dengan strategi. Sama halnya dengan catur. Untuk bisa menang, apalagi menjadi grandmaster, kita enggak bisa hanya memikirkan satu langkah, tapi beberapa langkah ke depan. Penuh perhitungan dan strategi,” imbuhnya.

Dalam konteks investasi, pemahaman tersebut diterjemahkan sebagai proses perencanaan jangka panjang.

Investor tidak hanya mempertimbangkan kondisi hari ini, melainkan juga proyeksi dan kemungkinan yang akan terjadi di masa mendatang.

Baca juga: Bank Mandiri Percepat Inklusi Keuangan melalui Kolaborasi Strategis dengan Sucor Sekuritas dan Sucor AM

Investasi sebagai proses, bukan sekadar hasil

Kehadiran Sucor AM dalam Art Jakarta Papers juga merefleksikan visi perusahaan untuk menghadirkan inisiatif yang out of the box, sejalan dengan identitasnya yang terbuka pada ruang baru dan berani mengeksplorasi pendekatan berbeda.

Perusahaan memandang Art Jakarta sebagai mitra strategis yang sejalan secara nilai dan visi. Pertemuan dua institusi yang sama-sama mengedepankan proses, ketekunan, dan kualitas ini diibaratkan sebagai pertemuan dua grandmaster di bidangnya masing-masing: investasi dan seni.

Pendekatan ini sekaligus memperluas cara publik memandang investasi. Selama ini, investasi kerap diasosiasikan dengan kompleksitas produk, fluktuasi pasar, dan risiko kerugian.

Melalui pendekatan seni, Sucor AM mencoba memindahkan percakapan ke ranah yang lebih mendasar: bagaimana seseorang memahami tujuan finansialnya dan menentukan strategi yang sesuai dengan kenyamanan masing-masing.

Baca juga: Sucor Sekuritas Ajak Masyarakat Belajar Investasi lewat Kompetisi Trading

Melalui instalasi, permainan, dan narasi visual, investasi diperkenalkan sebagai proses yang bisa dipelajari secara bertahap. Seperti halnya catur dan seni, dibutuhkan waktu, latihan, dan pemahaman untuk mencapai tingkat penguasaan tertentu.

“Lewat kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa investasi bukan sesuatu yang rumit atau menakutkan. Sama seperti seni, investasi adalah proses yang bisa dipelajari, dipahami, dan dijalani dengan nyaman,” kata Jemmy.

Tag:  #sucor #asset #management #kenalkan #investasi #lewat #bahasa #seni

KOMENTAR