Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, pemimpin Partai Demokrat Liberal di markas besar partai pada hari pemilihan umum di Tokyo, Jepang (8/2) (Foto : Reuters-Yonhap)
Koalisi Sanae Takaichi Meraih Kemenangan Telak dalam Pemilihan Bersejarah di Jepang
- Koalisi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, meraih kemenangan bersejarah dalam pemilu pada hari Minggu (8/2). Kemenangan koalisi Sanae Takaichi membuka jalan untuk janji pemotongan pajak yang telah menakuti pasar keuangan, serta belanja militer yang bertujuan melawan Tiongkok. Sanae Takaichi yang konservatif, menjadi pemimpin perempuan pertama Jepang yang mengaku terinspirasi oleh Iron Lady sal Inggris Margaret Thatcher. Margaret Thatcher yang meninggal pada tanggal 8 April 2013 tersebut, telah meraih 316 kursi dari 465 kursi di majelis rendah parlemen untuk Partai Demokrat Liberal, yang merupakan hasil terbaik yang pernah ada. Dengan mitra koalisinya, Japan Innovation Party (Partai Inovasi Jepang), yang dikenal sebagai Ishin, Takaichi menguasai 352 kursi dan dua pertiga kursi mayoritas super. Hal tersebut memudahkan agenda legislatifnya, karena Takaichi dapat mengesampingkan majelis tinggi, di mana ia tidak memiliki mayoritas. “Pemilu ini melibatkan perubahan kebijakan besar, khususnya perubahan besar dalam kebijakan ekonomi dan fiskal, serta penguatan kebijakan keamanan,” kata Takaichi dalam wawancara televisi ketika hasil pemilu diumumkan. "Kebijakan-kebijakan ini mendapat banyak penolakan... Jika kami mendapat dukungan masyarakat, maka kami benar-benar harus mengatasi permasalahan ini dengan segenap kekuatan kami." Takaichi yang saat ini berusia 64 tahun, mengadakan pemilu dadakan musim dingin yang jarang terjadi, untuk memanfaatkan tingkat popularitas pribadinya yang tinggi sejak ia ditunjuk untuk memimpin Partai Demokrat Liberal pada akhir tahun lalu. Para pemilih tertarik pada sosoknya yang blak-blakan dan pekerja keras, namun kecenderungan nasionalisnya dan penekanan pada keamanan, telah merenggangkan hubungan dengan negara tetangga Jepang, Tiongkok, sementara janji-janjinya mengenai pemotongan pajak telah mengguncang pasar keuangan. Warga berjalan dengan susah payah melewati salju untuk memberikan suara mereka, dengan rekor hujan salju di beberapa wilayah sehingga mengganggu lalu lintas serta mengharuskan, beberapa TPS tutup lebih awal. Dikutip dari Korea Times, pemilu ini merupakan pemilu ketiga pasca perang yang diadakan pada bulan Februari, dan pemilu biasanya diadakan pada bulan-bulan yang lebih santai.
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tag: #koalisi #sanae #takaichi #meraih #kemenangan #telak #dalam #pemilihan #bersejarah #jepang