Transportasi Medan–Binjai: Panduan Lengkap Perjalanan Praktis dan Hemat dengan KA Srilelawangsa
Transportasi Medan–Binjai: Panduan Lengkap Perjalanan Praktis dan Hemat dengan KA Srilelawangsa
12:14
9 Februari 2026

Transportasi Medan–Binjai: Panduan Lengkap Perjalanan Praktis dan Hemat dengan KA Srilelawangsa

 

 

- Perjalanan dari Medan ke Binjai menjadi salah satu mobilitas harian paling padat di Sumatera Utara. Kedua kota ini memiliki keterkaitan ekonomi, sosial, dan budaya yang kuat.

 

Tak heran jika kebutuhan akan moda transportasi yang cepat, murah, dan andal terus meningkat. Dari berbagai pilihan yang tersedia, Kereta Api (KA) Srilelawangsa kerap disebut sebagai solusi paling efisien untuk rute Medan–Binjai, baik bagi pekerja harian, pelajar, hingga wisatawan.

 

Dengan jarak tempuh yang relatif dekat, sekitar 20–22 kilometer, perjalanan darat dari Medan ke Binjai sebenarnya bisa ditempuh kurang dari satu jam. Namun, kondisi lalu lintas yang kerap padat di jam-jam sibuk membuat banyak orang mulai melirik kereta api sebagai alternatif utama yang lebih pasti dari segi waktu.

 

KA Srilelawangsa, Andalan Transportasi Medan–Binjai

 

KA Srilelawangsa merupakan kereta komuter yang melayani rute Medan–Binjai secara pulang-pergi setiap hari. Kereta ini dikenal tepat waktu, memiliki jadwal rutin, serta tarif yang sangat terjangkau. Dengan harga tiket hanya Rp 5.000 per perjalanan, moda transportasi ini menjadi favorit lintas kalangan.

 

Selain tarif murah, kereta ini juga menawarkan kenyamanan yang cukup baik untuk perjalanan singkat. Gerbong ber-AC, tempat duduk tertata, serta waktu tempuh yang stabil menjadikan KA Srilelawangsa unggul dibandingkan kendaraan pribadi atau angkutan umum jalan raya.

 

Jadwal Keberangkatan KA Srilelawangsa

 

Bagi calon penumpang, mengetahui jadwal menjadi hal penting dalam merencanakan perjalanan. Berikut jadwal keberangkatan KA Srilelawangsa yang melayani rute Medan–Binjai dan sebaliknya:

 

Jadwal Medan ke Binjai

 

- 07.55 WIB

- 09.25 WIB

- 11.00 WIB

- 13.20 WIB

- 15.30 WIB

- 17.15 WIB

 

Jadwal Binjai ke Medan

 

- 04.50 WIB

- 07.10 WIB

- 08.40 WIB

- 10.15 WIB

- 11.50 WIB

- 14.45 WIB

 

Dengan pilihan jadwal dari pagi hingga sore hari, kereta ini cocok untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari aktivitas kerja, urusan bisnis, hingga perjalanan santai.

 

Efisiensi Waktu dan Kepastian Jadwal

 

Salah satu keunggulan utama menggunakan KA Srilelawangsa adalah kepastian waktu tempuh. Di saat lalu lintas Medan–Binjai bisa mengalami kemacetan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja, kereta tetap melaju sesuai jadwal. Hal ini menjadi nilai tambah bagi mereka yang memiliki agenda ketat dan tidak ingin terlambat.

 

Waktu tempuh perjalanan menggunakan kereta rata-rata berkisar 30–40 menit, relatif konsisten setiap hari. Faktor ini menjadikan KA Srilelawangsa sebagai pilihan rasional dan minim risiko keterlambatan.

 

Binjai, Kota Strategis dengan Daya Tarik Tersendiri

 

Binjai bukan sekadar kota penyangga Medan. Kota yang dijuluki 'Kota Rambutan' ini memiliki posisi strategis sebagai gerbang menuju Provinsi Aceh. Letaknya yang berada di sisi barat Medan menjadikan Binjai bagian penting dari kawasan metropolitan Mebidang (Medan–Binjai–Deli Serdang), salah satu proyek strategis nasional.

 

Nama Binjai diyakini berasal dari bahasa Karo, binjéi, yang berarti 'bermalam di sini'. Istilah ini merujuk pada sejarah Binjai sebagai tempat singgah para pedagang pada masa lalu. Ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa nama kota ini berasal dari pohon binjai yang dahulu banyak tumbuh di sepanjang aliran sungai.

 

Kota Multietnis dan Pusat Aktivitas Ekonomi

 

Binjai dikenal sebagai kota multietnis yang harmonis. Penduduknya berasal dari beragam latar belakang, seperti Jawa, Batak Karo, Melayu, hingga Tionghoa. Keberagaman ini tercermin dalam kehidupan sosial, kuliner, serta tradisi masyarakatnya.

 

Secara ekonomi, Binjai memiliki peran penting sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Sektor industri pengolahan, perdagangan, perhotelan, dan restoran menjadi penggerak utama perekonomian kota. Pada masa kolonial Belanda, Binjai bahkan dikenal sebagai bandar pelabuhan lada yang cukup berpengaruh.

 

Selain kereta api, perjalanan Medan–Binjai juga bisa ditempuh menggunakan mobil pribadi, bus, angkutan kota, atau travel. Namun, sebagian besar moda tersebut bergantung pada kondisi lalu lintas jalan raya.

 

Biaya bahan bakar, risiko macet, serta waktu tempuh yang tidak menentu sering kali menjadi kendala. Di tengah kondisi tersebut, KA Srilelawangsa hadir sebagai solusi transportasi yang praktis, ekonomis, dan konsisten. Tak heran jika kereta ini menjadi tulang punggung mobilitas harian antara Medan dan Binjai.

 

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #transportasi #medanbinjai #panduan #lengkap #perjalanan #praktis #hemat #dengan #srilelawangsa

KOMENTAR