Panas di Akhir Laga Persija vs Arema, Marcos Santos: Mauricio Souza Emosi
Marcos Santos (Ileague)
13:36
9 Februari 2026

Panas di Akhir Laga Persija vs Arema, Marcos Santos: Mauricio Souza Emosi

Baca 10 detik
  • Arema FC berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor meyakinkan di Stadion GBK.

  • Marcos Santos mengkritik sikap Mauricio Souza yang dianggap kurang rendah hati saat kalah.

  • Intervensi VAR membatalkan gol Gustavo Almeida yang menjadi titik balik kekalahan Persija Jakarta.

Laga klasik Persija Jakarta kontra Arema FC pada pekan ke-20 Super League 2025/2026 tak hanya menyuguhkan persaingan sengit di lapangan, namun juga menyisakan ketegangan selepas pertandingan.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, angkat bicara mengenai ringkasan yang terjadi di penghujung laga, sekaligus menyampaikan versinya yang berbeda dengan pernyataan pelatih Persija, Mauricio Souza.

Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (8/2/2026), memang berlangsung dalam atmosfer panas sejak menit awal.

Kontak fisik, adu argumen antarpemain, hingga ketegangan tinggi mewarnai duel dua tim rival tersebut.

Situasi memuncak setelah laga usai. Sejumlah pemain, ofisial, hingga staf pelatih dari kedua kubu terlibat pertemuan kecil di area pinggir lapangan.

Mauricio Souza dan Marcos Santos bahkan terlihat adu mulut sebelum akhirnya masuk ke lorong menuju ruang ganti.

Marcos Santos menilai kejadian tersebut bukan persoalan besar.

Ia menegaskan tidak ada masalah pribadi sebelumnya dengan Mauricio Souza. Menurutnya, emosi pelatih Persija dipicu oleh hasil pertandingan yang berakhir mengecewakan bagi tim tuan rumah.

"Tidak, saya rasa Mauricio sedang emosi. Saya rasa dia sedikit kurang rendah hati dalam kekalahan itu karena dia tidak perlu menekan pemain kami yang berada di bangku cadangan, kan?" katanya kepada awak media.

"Saya rasa dia sedikit kurang rendah hati dalam menerima kekalahan. Sesuatu yang, saat di Malang ketika kami kalah, saya menyapanya dan menyampaikan rasa hormat sepanjang waktu," tambahnya.

Kekalahan tersebut memang terasa menyakitkan bagi Persija Jakarta. Macan Kemayoran sejatinya tampil kompetitif dan tidak kalah dominan dari Singo Edan sepanjang pertandingan.

Persija bahkan sempat membuat publik SUGBK membongkar setelah Gustavo Almeida mencetak gol pada menit ke-77. Penyerang andalan Persija itu memanfaatkan bola rebound hasil tepisan kurang sempurna Adi Satryo saat menghalau tembakan Maxwell Souxa.

Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit Thoriq Alkatiri melakukan pengamatan melalui Video Assistant Referee (VAR).

Maxwell Souxa dinyatakan berada dalam posisi offside sebelum melepaskan tembakan, sehingga gol Gustavo tidak disetujui.

Keputusan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Arema FC tampil efektif dan mampu mencetak dua gol dalam waktu singkat ketika laga memasuki delapan menit terakhir waktu normal.

Gabriel Silva menjadi pahlawan kemenangan Singo Edan lewat golnya pada menit ke-82 dan menit ke-90+11.

Hasil ini menjadi kekalahan kandang pertama Persija Jakarta musim ini. Sebelumnya, Macan Kemayoran selalu mampu meraih poin setiap kali bermain di hadapan pendukungnya sendiri.

Meski sempat terlibat ketegangan, Marcos Santos tetap memberikan pujian kepada Mauricio Souza. Ia menegaskan kejadian tersebut murni terjadi karena situasi emosional akibat kekalahan, bukan karena masalah pribadi.

"Saya ingin menekankan bahwa Maurício adalah pelatih hebat, orang hebat, saya rasa itu hanya momen kekalahan. Dia adalah pelatih hebat, orang hebat, dan itu adalah momen kekalahan," pungkasnya.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #panas #akhir #laga #persija #arema #marcos #santos #mauricio #souza #emosi

KOMENTAR