Waspadai Gejala Migrain Tak Normal yang Sering Diabaikan
- migrain sering dianggap sebagai sakit kepala biasa yang bisa diatasi dengan istirahat atau obat pereda nyeri.
Padahal, pada sebagian orang, migrain dapat muncul dengan gejala yang tidak lazim dan bahkan menyerupai kondisi medis serius. Inilah yang membuat migrain sering kali terlambat dikenali dan tidak tertangani dengan baik.
Para ahli saraf dan spesialis nyeri mengingatkan bahwa memahami variasi gejala migrain, termasuk yang tidak umum, sangat penting agar penderita dapat segera mengambil langkah penanganan yang tepat dan tahu kapan harus mencari pertolongan medis.
Baca juga: Mengapa Migrain Bisa Disertai Mual dan Muntah? Ini Penjelasan Dokter
Gejala migrain yang umum terjadi
Secara umum, migrain memiliki pola gejala yang cukup khas. Menurut Thomas Pontinen, dokter spesialis anestesi dan pengobatan nyeri intervensional, migrain sering ditandai nyeri kepala berdenyut dengan intensitas sedang hingga berat, yang biasanya hanya terasa di satu sisi kepala.
“Gejala migrain yang tipikal meliputi leher terasa kaku, nyeri kepala berdenyut, mual, muntah, sensitif terhadap cahaya dan suara, pusing, penglihatan kabur, serta nyeri yang memburuk saat melakukan aktivitas fisik,” ujar Pontinen, seperti disadur Prevention, Senin (9/2/2026).
Pada kondisi ini, penderita sering kali kesulitan menjalani aktivitas harian karena nyeri terasa semakin berat ketika bergerak atau terpapar rangsangan tertentu seperti cahaya terang dan suara bising.
Baca juga: Sering Pusing Bisa Jadi Gejala Kerusakan Pembuluh Darah Kecil
Bagaimana gejala migrain yang tak biasa?
Selain gejala umum, migrain juga bisa muncul dengan tanda-tanda yang lebih aneh dan tak terduga. Para ahli menyebutkan bahwa gejala ini kerap membuat penderita bingung dan khawatir.
Gejala migrain yang tidak biasa meliputi kesulitan berbicara atau memahami kata-kata, gangguan daya ingat, rasa kabut otak (brain fog), sering menguap berlebihan, serta munculnya keinginan makan tertentu sebelum sakit kepala muncul.
Selain itu, beberapa penderita mengalami kelemahan di satu sisi tubuh, telinga berdenging, hingga halusinasi penciuman, yaitu mencium bau yang sebenarnya tidak ada.
Yayasan American Migraine Foundation juga menambahkan bahwa sering buang air kecil dapat terjadi pada fase awal migrain atau fase prodromal.
Baca juga: Mitos atau Fakta, Migrain Sering Menyerang Perempuan Saat PMS?
Pada fase sakit kepala, sebagian orang merasakan sensasi seperti ditusuk benda tajam di kepala, hidung tersumbat, rasa gelisah berlebihan, bahkan perubahan suasana hati seperti cemas dan depresi.
Dokter saraf yang fokus pada pengobatan sakit kepala, Hao Huang mengingatkan, dalam kasus langka, gejala migrain bisa menyerupai stroke.
“Gejala seperti wajah menurun, kelemahan atau mati rasa di lengan, kebingungan, serta gangguan bicara bisa muncul, sehingga perlu kewaspadaan tinggi,” jelasnya.
Cara menangani migrain saat serangan terjadi
Ketika migrain mulai menyerang, penanganan awal yang tepat dapat membantu meringankan gejala.
Huang menyarankan penderita segera beristirahat di ruangan gelap dan tenang, menggunakan kompres dingin, serta memastikan tubuh tetap terhidrasi.
Baca juga: Air Kelapa Bisa Turunkan Tekanan Darah dan Cegah Dehidrasi, Ini Penjelasan Ahli Gizi
“Jika dokter meresepkan obat yang diminum saat diperlukan, pastikan obat tersebut dikonsumsi segera di awal munculnya gejala migrain,” imbaunya.
Pontinen menambahkan, konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, kafein dalam jumlah terbatas, hingga mandi air hangat juga dapat membantu sebagian orang.
Namun, ia menekankan bahwa respons terhadap pengobatan bisa berbeda-beda pada setiap individu.
“Penting bagi pasien untuk mengenali pemicu migrain dan berupaya menghindarinya, sekaligus memperbaiki gaya hidup agar tubuh memiliki kesempatan terbaik untuk beradaptasi,” kata Pontinen.
Baca juga: Ini Bahaya Dehidrasi Saat Puasa dan Cara Mencegahnya
Kapan migrain perlu segera diperiksakan ke dokter?
Meski migrain umum terjadi, ada kondisi tertentu yang memerlukan penanganan medis segera.
Huang menegaskan, sakit kepala terparah yang pernah dialami, muncul secara tiba-tiba, atau terasa sangat berbeda dari migrain biasanya, patut diwaspadai. Terlebih lagi, jika migrain disertai gejala kelainan saraf seperti wajah menurun, kelemahan anggota tubuh, gangguan penglihatan, atau kesulitan berbicara, kondisi tersebut bisa menjadi keadaan darurat medis.
Pontinen juga mengingatkan agar segera mencari bantuan medis jika migrain disertai demam dan kaku di bagian belakang leher, karena bisa mengindikasikan meningitis, yaitu peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang yang berpotensi mengancam jiwa.
“Jika selama serangan migrain muncul kejang, gangguan saraf lebih dari satu jam, kebingungan, kehilangan penglihatan, atau gejala yang semakin memburuk, sebaiknya segera diperiksa,” saran dia.
Gejala migrain dapat sangat bervariasi pada setiap orang, mulai dari yang ringan hingga menyerupai gangguan saraf serius.
Mengenali tanda-tanda migrain yang tidak biasa menjadi kunci agar penderita tidak menyepelekan kondisi yang berpotensi berbahaya.
Jika ragu atau gejala terasa tidak normal, berkonsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik untuk menjaga keselamatan dan kualitas hidup.
Baca juga: Jangan Campur 2 Minuman Ini Saat Migrain, Bisa Semakin Parah
Tag: #waspadai #gejala #migrain #normal #yang #sering #diabaikan