Viral 6-6-6 Walking Challenge, Benarkah Bisa Menurunkan Berat Badan?
- Jika kamu penggemar olahraga jalan kaki tapi mulai bosan dengan kegiatan ini, coba ikuti sebuah challenge atau tantangan yang sedang viral di media sosial, yaitu 6-6-6 Walking Challenge.
Tantangan ini cukup simpel, yaitu pengguna media sosial hanya perlu berjalan kaki, untuk menikmati beragam manfaat kesehatan.
Di antaranya adalah mengurangi nyeri punggung, menjaga kesehatan jantung, menurunkan tingkat stres dan kecemasan, serta menekan risiko penurunan fungsi kognitif.
Baca juga: Rutin Jalan Kaki Bisa Perpanjang Umur hingga 11 Tahun, Ini Durasi yang Tepat
Apa itu 6-6-6 Walking Challenge?
"Tantangan jalan kaki 6-6-6 adalah rutinitas jalan kaki yang sederhana dan terstruktur," jelas CEO American Council on Exercise, Cedric X. Bryant, Ph.D., dilansir dari Today, Senin (9/2/2026).
Tantangan ini terdiri dari:
- Pemanasan selama enam menit.
- Jalan kaki cepat selama 60 menit.
- Pendinginan selama 6 menit.
Selain itu, sebagian orang memilih melakukan tantangan ini tepat pukul 6 pagi atau 6 sore, sesuai dengan nama tantangannya.
Baca juga: Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Mood dan Kesehatan Mental, Ini Kata Dokter
Apakah efektif untuk kesehatan tubuh?
Ilustrasi jalan kaki. Jalan kaki bukan sekadar aktivitas ringan, tetapi terbukti membantu menurunkan stres dan memperbaiki suasana hati lewat mekanisme alami tubuh, menurut dokter.
Bryant menerangkan bahwa olahraga ini efektif untuk kesehatan tubuh karena meningkatkan aktivitas fisik secara keseluruhan, kesehatan kardiovaskular, dan konsistensi bergerak, khususnya bagi mereka yang sebelumnya jarang atau tidak rutin berolahraga.
Menurut dia, jalan kaki merupakan aktivitas fisik intensitas rendah (low-impact) yang mudah diakses dan berkelanjutan.
Faktor-faktor ini membuat orang lebih mungkin melakukannya secara rutin, yang mana ini sangat penting untuk tujuan kesehatan jangka panjang.
Baca juga: Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Obesitas hingga Penyakit Jantung, Ini Cara Pencegahannya
Namun, Bryant juga mengingatkan bahwa tantangan ini bisa kurang optimal jika dijadikan satu-satunya program olahraga.
"Jalan kaki saja tidak memberikan rangsangan yang cukup untuk membangun kekuatan otot, kekuatan fisik, fleksibilitas, mobilitas, keseimbangan, maupun kepadatan tulang," terang dia.
Tanpa variasi latihan atau peningkatan intensitas, kemajuan kebugaran juga bisa berhenti di titik tertentu.
Ahli spesialis kekuatan dan pengondisian fisik bersertifikat, K. Aleisha Fetters, menekankan bahwa tidak perlu memaksakan diri untuk menyelesaikan tantangan jalan kaki dan latihan kekuatan dalam satu hari yang sama.
"Sangat penting untuk memiliki rutinitas yang seimbang. Namun, perhatikan jumlah waktu yang kamu habiskan untuk melakukannya," ucap Fetters yang punya keahlian khusus dalam meningkatkan performa atletik.
Rutinitas yang seimbang memang penting, tetapi durasi latihan juga perlu diperhatikan. Ia menyarankan untuk membagi jenis olahraga ke hari yang berbeda.
Bisa pula mengombinasikannya dalam total waktu sekitar 60 menit. Dengan cara ini, tubuh tetap mendapatkan manfaat maksimal tanpa harus menghabiskan berjam-jam di pusat kebugaran.
Baca juga: Gangguan Otot dan Sendi, Keluhan Orang Modern yang Kebanyakan Duduk
Apakah tantangan ini aman untuk dilakukan?
Meski jalan kaki sering dianggap sebagai olahraga yang cocok untuk pemula, intensitas dan durasi tetap bisa membuat latihan ini cukup berat.
ilustrasi jalan kaki. Jalan kaki dinilai lebih mudah dilakukan dan konsisten dibanding olahraga berat, sekaligus tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh dan mental.
Karena itu, Fetters mengingatkan agar tantangan ini tidak dianggap remeh.
“Banyak latihan seperti ini terlihat seru dan ramah untuk pemula, tetapi volumenya sebenarnya cukup besar. Beralih dari hampir tidak pernah berolahraga, menjadi enam jam aktivitas fisik per minggu, adalah lonjakan yang sangat signifikan,” ungkap dia.
Menurut Fetters, pemula sebaiknya tidak langsung melakukan tantangan ini. Ia menyarankan alternatif berupa tantangan jalan kaki 3-3-3, yang ia ciptakan sebagai versi modifikasi.
Baca juga: 6 Manfaat Jalan Kaki 15 Menit Setiap Hari untuk Tubuh dan Pikiran
Tantangan ini terdiri dari:
- Pemanasan dilakukan sesuai kebutuhan.
- Jalan kaki selama 30 menit.
- Pendinginan dilakukan sesuai kebutuhan.
Durasi jalan kaki dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 60 menit. Fetters juga kembali menegaskan pentingnya tetap melakukan jenis latihan lain, termasuk latihan kekuatan, untuk menjaga massa otot dan kepadatan tulang.
Bryant menambahkan bahwa bagi pejalan kaki berpengalaman, variasi sangat penting. Mereka perlu mengubah kecepatan, memilih medan yang berbeda, menggunakan rompi berbobot, atau mengombinasikan jalan kaki dengan latihan kekuatan.
Baca juga: Silent Walking, Tren Jalan Kaki Tanpa Musik yang Bikin Pikiran Lebih Tenang
Ilustrasi berjalan kaki.
Ia juga menyarankan untuk mempertimbangkan faktor usia sebelum mencoba tantangan ini.
“Untuk orang dewasa yang lebih tua, saya menyarankan durasi jalan kaki diperpendek, memilih permukaan yang aman dan alas kaki yang tepat, serta lebih fokus pada postur, keseimbangan, dan kenyamanan daripada kecepatan,” kata Bryant.
Baca juga: 6 Tips Japanese Walking untuk Pemula, Jalan Kaki Jadi Lebih Seru
Benarkah tantangan jalan kaki ini bisa menurunkan berat badan?
Para ahli sepakat bahwa jawabannya adalah bisa. Untuk Bryant, tantangan ini dapat membantu penurunan berat badan, dengan meningkatkan pengeluaran energi harian dan mendukung kesehatan metabolik, terutama jika dilakukan secara konsisten.
Kendati demikian, kebiasaan gaya hidup lain juga memegang peranan besar. Misalnya dengan mengurangi konsumsi makanan manis, dan menerapkan pola makan bergizi seimbang,
Tidur yang cukup dan latihan resistensi secara rutin juga perlu dilakukan. Dengan begitu, hasil tantangan jalan kaki ni bisa lebih optimal.
Baca juga: Bagaimana Cara Memulai Jalan Kaki untuk Pemula?
Tag: #viral #walking #challenge #benarkah #bisa #menurunkan #berat #badan