Elon Musk Geser Strategi SpaceX dengan Rencana Kota Mandiri di Bulan saat Rivalitas AS dan Tiongkok Memanas
- Elon Musk, pendiri dan CEO SpaceX, memaparkan perubahan strategi ambisius yang menempatkan Bulan sebagai fokus utama program antariksa perusahaannya, menggantikan prioritas awal Mars sebagai tujuan utama kolonisasi manusia. Keputusan ini mencerminkan dinamika baru persaingan teknologi dan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok di era eksplorasi luar angkasa abad ke-21.
Musk menyatakan secara tegas bahwa SpaceX akan mengarahkan sebagian besar sumber daya untuk mewujudkan pembangunan kota mandiri berkelanjutan di Bulan, sebuah permukiman yang mampu berkembang secara bertahap melalui produksi sumber daya lokal, infrastruktur energi, dan sistem kehidupan yang menopang dirinya sendiri dalam waktu kurang dari sepuluh tahun.
Pernyataan ini disampaikan Musk melalui unggahan di platform X. Dia menegaskan, "SpaceX telah secara resmi mengalihkan fokus untuk membangun sebuah kota mandiri yang dapat berkembang dengan sendirinya di Bulan dan kami berpotensi mencapainya dalam waktu kurang dari 10 tahun."
Dilansir dari Reuters, Senin (9/2/2026), Musk menekankan bahwa meskipun SpaceX tetap berkomitmen terhadap rencana jangka panjang pembangunan kota di Mars, jalan menuju Bulan dinilai lebih cepat dan realistis untuk mengamankan masa depan peradaban manusia.
"SpaceX juga akan berusaha membangun kota di Mars dan memulai hal itu dalam sekitar 5 sampai 7 tahun, tetapi prioritas utama adalah mengamankan masa depan peradaban dan Bulan lebih cepat," ujar Musk.
Langkah ini juga berdasarkan pertimbangan teknis dan logistik. Musk sebelumnya menjelaskan bahwa peluncuran ke Bulan dapat dilakukan lebih sering dan dengan waktu perjalanan yang jauh lebih singkat dibandingkan misi ke Mars, sehingga memungkinkan iterasi dan pembangunan infrastruktur yang lebih cepat. Walaupun belum semua detail teknis dipublikasikan, pergeseran strategi ini menandai perubahan besar dalam road map SpaceX.
Perubahan prioritas tersebut dilaporkan bersamaan dengan dorongan SpaceX untuk melakukan pendaratan tanpa awak di Bulan pada Maret 2027, menanggapi laporan kepada investor yang dipublikasikan media besar seperti The Wall Street Journal. Rencana pendaratan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Bulan sebagai titik awal ekspansi manusia di luar angkasa.
Dalam konteks global, keputusan Musk dan SpaceX menjadi sorotan tajam karena perlombaan kedirgantaraan yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Pemerintah dan sektor swasta kedua negara bersaing untuk menguasai eksplorasi Bulan, sebuah wilayah yang menjadi simbol prestise dan kekuatan teknologi sejak era pendaratan Apollo oleh NASA lebih dari setengah abad lalu.
Investor dan pengamat industri melihat langkah ini sebagai reorientasi strategis yang berpotensi mempercepat dominasi SpaceX dalam era eksplorasi luar angkasa komersial. Perubahan ini juga terjadi di tengah akuisisi besar lainnya, termasuk rencana merger SpaceX dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI, yang memperluas cakupan visi Musk di bidang kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur antariksa global.
Namun, langkah ambisius ini tak lepas dari tantangan. Analis luar angkasa memperingatkan bahwa pembangunan infrastruktur yang benar-benar mandiri di Bulan menghadapi banyak hambatan teknis, termasuk sistem kehidupan berkelanjutan, suplai energi, dan tantangan transportasi antariksa berulang. Tetapi Musk tetap optimistis bahwa dengan pendekatan bertahap, komitmen investasi besar, dan teknologi roket Starship yang sedang dikembangkan, target tersebut dapat dicapai.
Tag: #elon #musk #geser #strategi #spacex #dengan #rencana #kota #mandiri #bulan #saat #rivalitas #tiongkok #memanas