5 Rute Perjalanan Yogyakarta–Magelang Paling Indah: Anti Bosan dan Cocok untuk Road Trip Santai
Ilustrasi keindahan alam objek wisata di Magelang. (Radar Magelang)
18:14
9 Februari 2026

5 Rute Perjalanan Yogyakarta–Magelang Paling Indah: Anti Bosan dan Cocok untuk Road Trip Santai

- Perjalanan darat dari Yogyakarta menuju Magelang kerap dianggap rutinitas biasa, terutama bagi warga lokal atau pelintas antar kota.

Padahal, jika jeli memilih jalur, rute Jogja–Magelang justru bisa menjadi pengalaman perjalanan yang menyenangkan, penuh panorama alam, nuansa pedesaan, hingga jejak sejarah dan budaya Jawa yang masih terawat.

Magelang dikenal sebagai wilayah strategis di Jawa Tengah yang terdiri dari kota dan kabupaten.

Selain menjadi rumah bagi Candi Borobudur, kawasan ini juga dikelilingi lanskap alam yang istimewa—diapit oleh Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, hingga perbukitan Menoreh.

Kombinasi geografis inilah yang membuat jalur menuju Magelang menawarkan banyak pilihan rute dengan karakter berbeda.

Dan bagi pelancong yang ingin menghindari perjalanan monoton dan mencari jalur darat yang lebih berkesan, berikut lima rute pilihan dari Yogyakarta ke Magelang dengan pemandangan indah dan suasana yang variatif.

1. Jalur Utama Yogyakarta–Magelang dengan Panorama Merapi–Merbabu

Rute ini merupakan jalur paling populer sekaligus ikonik. Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan dimulai dari kawasan Tugu Jogja menuju Jalan Magelang, lalu melintasi wilayah Sleman, Muntilan, hingga masuk ke Kota Magelang.

Keunggulan utama jalur ini adalah lanskap pegunungan yang mudah dinikmati tanpa perlu keluar dari jalan utama.

Setelah melewati kawasan Denggung di Sleman, pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu kerap tampil megah di sisi timur, terutama saat cuaca cerah.

Di sisi barat, Gunung Sumbing sesekali terlihat sebagai latar alami yang memperkaya perjalanan.

Salah satu titik menarik di jalur ini adalah Jembatan Krasak yang menandai perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Sementara di Muntilan, suasana kota kecil yang hidup dengan aktivitas warga lokal memberi warna tersendiri sebelum memasuki kawasan Magelang.

Jalur ini cocok bagi wisatawan yang ingin perjalanan efisien, namun tetap mendapatkan suguhan visual khas Jawa Tengah.

2. Rute Wisata Sejarah dan Budaya via Tempel–Borobudur

Bagi yang ingin perjalanan dengan nuansa budaya dan sejarah, jalur Sleman–Tempel–Borobudur bisa menjadi alternatif menarik.

Dari Sleman, arahkan kendaraan ke Tempel, lalu berbelok ke barat menuju kawasan Borobudur sebelum masuk Kota Magelang.

Selepas Tempel, suasana berubah menjadi lebih tenang. Hamparan sawah, rumah-rumah tradisional, dan jalan desa yang relatif lengang menemani perjalanan.

Lanskap perbukitan Menoreh mulai terlihat samar, menandakan kedekatan dengan kawasan wisata Borobudur.

Di jalur ini, pelancong dapat singgah sejenak di Grojogan Watu Purbo, sebuah bendung dan air terjun buatan yang populer sebagai tempat rehat singkat. Gemericik air dan panorama sungai menjadikan titik ini favorit bagi wisatawan lokal.

Rute ini ideal bagi pelancong yang ingin menikmati perjalanan tanpa terburu-buru, sambil sesekali berhenti menikmati destinasi kecil di sepanjang jalan.

3. Jalur Pedesaan Sayangan dengan View Sawah dan Gunung Sumbing

Jika tujuan utama adalah ketenangan dan suasana pedesaan, jalur melalui Sayangan dan Candirejo layak dipertimbangkan.

Rute ini dapat diakses dari Tempel atau Salam, lalu mengarah ke Desa Wisata Candirejo sebelum mencapai Borobudur.

Jalanan relatif sempit namun beraspal baik, dengan lalu lintas yang jauh lebih lengang dibanding jalur utama.

Sepanjang perjalanan, mata akan dimanjakan oleh hamparan persawahan hijau, dusun-dusun tradisional, serta latar perbukitan Menoreh yang terasa dekat dan intim.

Beberapa titik populer di jalur ini antara lain Desa Wisata Candirejo dan kawasan Svargabumi yang dikenal dengan spot foto berlatar sawah.

Rute ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer Jawa pedesaan yang autentik.

4. Rute Alternatif Perbukitan Menoreh via Kalibawang–Salaman

Bagi pencinta perjalanan menantang dengan udara sejuk, jalur Kalibawang–Salaman menawarkan pengalaman berbeda.

Dari Yogyakarta, perjalanan diarahkan ke wilayah Kulon Progo, lalu menanjak menuju kawasan perbukitan Menoreh sebelum turun ke Salaman, Magelang.

Kontur jalan yang berkelok, tanjakan ringan, serta pemandangan lembah dan aliran Sungai Progo menjadi ciri khas jalur ini.

Pepohonan lebat dan suasana hutan menghadirkan kesejukan alami, terutama pada pagi dan sore hari.

Tak heran jika rute ini populer di kalangan pesepeda dan pengendara motor yang mencari tantangan sekaligus ketenangan.

Jalur ini juga relatif dekat dengan akses menuju kawasan wisata Kaliangkrik yang dijuluki 'Nepal van Java'.

5. Jalur Alternatif Mertoyudan–Borobudur via Pabelan

Pilihan terakhir yang tak kalah menarik adalah jalur Muntilan–Pabelan–Mendut–Borobudur. Dari Jalan Magelang, arahkan kendaraan menuju Muntilan, lalu masuk ke wilayah Pabelan.

Daya tarik utama rute ini adalah pemandangan Sungai Pabelan yang jernih dengan aliran tenang, berpadu dengan area persawahan subur khas Magelang Selatan.

Suasana relatif sepi, cocok bagi pelancong yang ingin perjalanan santai tanpa tekanan lalu lintas padat.

Keunggulan lainnya, jalur ini memberikan akses mudah ke Candi Mendut, salah satu candi penting yang kerap luput dari perhatian wisatawan. Cocok bagi perjalanan tematik yang menggabungkan wisata alam dan sejarah.

Kesimpulannya, dengan banyaknya opsi rute dari Yogyakarta menuju Magelang, perjalanan darat tak lagi sekadar soal sampai tujuan.

Setiap jalur menawarkan karakter, cerita, dan lanskap yang berbeda. Tinggal menyesuaikan dengan waktu, kendaraan, dan gaya traveling yang diinginkan, apakah cepat dan praktis, atau santai penuh eksplorasi.

Bagi wisatawan maupun warga lokal, memilih rute yang tepat bisa mengubah perjalanan biasa menjadi pengalaman yang berkesan.

 

Editor: Bayu Putra

Tag:  #rute #perjalanan #yogyakartamagelang #paling #indah #anti #bosan #cocok #untuk #road #trip #santai

KOMENTAR