Indonesia Bawa Pulang Dua Perunggu dari BATC 2026, PBSI Puji Tim Putri dan Soroti Anthony Ginting Cs
Langkah tim putra dan putri Indonesia sama-sama terhenti di babak semifinal BATC 2026. (Dok: PBSI)
19:37
8 Februari 2026

Indonesia Bawa Pulang Dua Perunggu dari BATC 2026, PBSI Puji Tim Putri dan Soroti Anthony Ginting Cs

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian memberikan komentarnya terkait hasil tim beregu putra dan putri Indonesia dalam Badminton Asia Team Championship (BATC) atau Kejuaraan Beregu Asia 2026.

Tim Indonesia menuntaskan perjuangan di BATC 2026 dengan kegagalan melaju ke final. Baik tim putra maupun putri langkahnya sama-sama terhenti di babak semifinal.

Tim beregu putri Indonesia tertahan di empat besar usai menelan kekalahan 1-3 dari Korea Selatan. Sementara tim putra yang dipimpin Anthony Sinisuka Ginting, gagal ke final usai takluk dari Jepang juga dengan skor 1-3.

Hasil itu membuat tim Indonesia mengakhiri perjuangan di BATC 2026 dengan perolehan medali perunggu. Capaian ini sedikit lebih baik dari edisi sebelumnya pada 2024, di mana Merah Putih hanya dapat perunggu dari tim beregu putri.

Eng Hian selaku Kabid Binpres PP PBSI, mengapresiasi pencapaian tim beregu putri dalam ajang tersebut. Sebab Siti Fadia Silva Ramadhanti dan kolega berhasil mencapai target yang diberikan oleh federasi.

Didi, sapaan akrab Eng Hian, tak lupa memberikan kredit khusus kepada dua pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Ester Nurumi Tri Wardoyo yang tampil ciamik di BATC 2026.

“Dari sisi target, saya mengapresiasi pencapaian beregu putri yang berhasil meraih medali perunggu sesuai dengan target yang dicanangkan," kata Didi, sapaan akrab Eng Hian dalam keterangan resmi PP PBSI.

"Penampilan apik Dhinda dan kembalinya Ester dengan performa yang bagus juga menjadi hal positif yang bisa menjadi penilaian dan pertimbangan kami untuk persiapan ke Piala Uber,” tambahnya.

Sementara untuk tim putra, Eng Hian cukup menyoroti dan tak puas karena mereka gagal memenuhi target. Menurutnya, Anthony Ginting dan kolega seharusnya menembus partai puncak alias final, sesuai dengan target dari PBSI.

“Untuk beregu putra hasil ini tentunya tidak sesuai target, karena target kami adalah mereka bisa mencapai babak final," ucapnya.

"Penampilan beberapa pemain belum sesuai harapan, tentunya ini akan menjadi evaluasi untuk mendongkrak performa beregu putra jelang Piala Thomas,” imbuh Didi.

Lebih lanjut, Didi menjelaskan bahwa PBSI memang sengaja menurunkan pemain-pemain muda dan pelapis dalam BATC 2026. Keputusan itu diambil sebagai upaya dari persiapan Indonesia menatap Piala Thomas dan Uber 2026.

“Keikutsertaan di BATC kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju Thomas dan Uber Cup. Karena itu, kami tidak menurunkan full team, melainkan memberi kesempatan lebih besar kepada pemain-pemain muda," terang dia.

"Tujuannya untuk melihat kesiapan mereka di level turnamen beregu internasional, sekaligus sebagai bahan evaluasi sebelum menyusun tim Thomas dan Uber Cup, baik dari sisi performa individu, mental bertanding, maupun strategi tim,” papar Didi menambahkan.

Selain itu, BATC 2026 disebut Didi juga sebagai langkah dari PBSI untuk memberikan kesempatan dan jam terbang kepada pemain muda. Diharapkan mereka bisa mendapatkan pengalaman dan poin untuk ranking BWF juga meski sedikit.

“Selain aspek evaluasi, BATC juga penting untuk menambah poin peringkat dunia, karena atlet yang diturunkan di turnamen beregu ini tetap mendapatkan tambahan poin ranking,” pungkasnya.

Editor: Hendra Eka

Tag:  #indonesia #bawa #pulang #perunggu #dari #batc #2026 #pbsi #puji #putri #soroti #anthony #ginting

KOMENTAR