Soal Gentengisasi Prabowo, Ekonom: Harusnya Pemerintah Fokus apalagi Anggaran Terbatas...
Ilustrasi genteng. (PEXELS/JOSHUA MCKNIGHT)
21:20
8 Februari 2026

Soal Gentengisasi Prabowo, Ekonom: Harusnya Pemerintah Fokus apalagi Anggaran Terbatas...

- Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai gagasan program gentengisasi nasional oleh Presiden Prabowo Subianto tidak mendesak dan berpotensi kontra produktif.

Bhima mengatakan, pemerintah sejatinya sudah memiliki program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga tidak perlu menghadirkan narasi kebijakan baru seperti gentengisasi.

"Ini sudah ada program yang sebenarnya bedah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah jadi tidak perlu ada gentengisasi segala gitu ya," kata Bhima kepada Kompas.com pada Minggu (8/2/2026).

Baca juga: Gentengisasi Nasional Prabowo: Purbaya Hitung Murah, Airlangga Buka Opsi APBN

Menurut Bhima, yang lebih penting adalah memastikan program bedah rumah berjalan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dengan memperbaiki atap, lantai, dan dinding agar hunian menjadi aman dan sehat.

Ia menilai munculnya berbagai narasi kebijakan baru justru berisiko mengalihkan fokus pemerintah dari persoalan yang lebih mendesak.

"Harusnya pemerintah memiliki fokus apalagi anggaran terbatas," jelasnya.

Bhima menekankan, pemerintah seharusnya memprioritaskan penguatan perlindungan sosial (Perlinsos), terutama bagi kelompok rentan, serta memastikan anggaran pendidikan dikelola dengan baik.

Bhima menyinggung masih adanya persoalan sosial serius yang seharusnya menjadi perhatian utama negara, ia mencontohkan termasuk kasus bunuh diri anak usia 10 tahun di Nusa Tenggara Timur.

Menurut dia, peristiwa semacam itu menunjukkan perlunya penguatan perlindungan sosial dan pendidikan, bukan penambahan program infrastruktur hunian yang dinilainya belum mendesak.

Dalam konteks keterbatasan anggaran, Bhima juga menyarankan agar pemerintah mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai sebagian anggaran MBG dapat dialihkan untuk mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan rumah subsidi, serta penyediaan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Bhima menilai percepatan target pembangunan tiga juta rumah akan lebih berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dibandingkan pelaksanaan program gentengisasi.

Pemerintah, kata Bhima, perlu lebih selektif dalam menentukan prioritas kebijakan agar belanja negara benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi publik.

Ia pun mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada kebijakan yang berpotensi tumpang tindih dengan program yang sudah ada, terutama di tengah kondisi fiskal yang terbatas.

Baca juga: Purbaya Sebut Proyek Gentengisasi Prabowo Tak Butuh Anggaran Besar, Tak Sampai Rp 1 Triliun

Tag:  #soal #gentengisasi #prabowo #ekonom #harusnya #pemerintah #fokus #apalagi #anggaran #terbatas

KOMENTAR