Mengapa Basa-basi Terasa Menguras Energi?
- Ada banyak momen yang mengharuskan seseorang untuk basa-basi dengan orang lain, seperti ketika mengantre di pasar atau menunggu anak di gerbang sekolah.
Pada momen tersebut, mungkin banyak orang yang mencoba mengajak berbincang ringan, entah itu sekadar bertukar sapa atau mengomentari cuaca.
Namun, beberapa orang merasa bahwa energi mereka terkuras ketika harus basa-basi dengan orang lain. Apa alasannya?
Baca juga: 7 Tips agar Basa-basi Tidak Terasa Canggung
Energi terkuras saat basa-basi dengan orang lain
Dikutip dari Hello Magazine, Minggu (8/2/2026), ada berbagai alasan mengapa obrolan basa-basi bisa terasa menguras energi, mulai dari situasi sampai kondisi suasana hati.
Menurut psikolog di Carlton Psychology, Dr. Rebecca Ker, merasa kesulitan menghadapi obrolan basa-basi bukanlah hal yang jarang terjadi.
“Banyak orang bisa merasa terkuras oleh obrolan basa-basi pada waktu tertentu. Naik turunnya keinginan kita untuk terlibat dalam basa-basi berkaitan dengan hal-hal seperti motivasi dan rasa nyaman," ungkap Ker.
Misalnya adalah ketika seseorang sedang merasa cemas, atau sedang terburu-buru untuk melakukan sesuatu atau menuju ke suatu tempat.
Lebih lanjut, obrolan basa-basi sering kali terjadi dengan orang yang belum dikenal dekat atau seseorang yang sudah lama tidak ditemui.
"Dalam konteks ini, rasa takut dinilai orang lain cenderung lebih tinggi. Kekhawatiran melakukan kesalahan sosial atau mengatakan sesuatu yang memalukan pun menjadi lebih menonjol dan menyedot energi," terang Ker.
Selain itu, ada kelompok tertentu yang lebih rentan merasakan beban tersebut. Salah satunya adalah individu yang sedang tidak percaya diri atau mengalami kecemasan sosial.
"Obrolan basa-basi sering terjadi di lingkungan sosial yang bising. Jika kamu seorang introvert atau mudah mengalami overstimulasi, hal ini memang melelahkan secara alami,” jelas Ker.
Orang neurodivergen lebih sulit basa-basi dengan orang lain?
Menurut Ker, obrolan basa-basi juga bisa menjadi lebih menantang atau menguras energi bagi individu neurodivergen.
Baca juga: Jadwal Rapat Terlalu Padat Menguras Energi Tim, Bikin Tak Produktif
Ia menjelaskan bahwa beberapa tipe neuro berbeda dapat mengalami kelelahan yang lebih besar dibandingkan yang lain.
“Misalnya, individu dengan ADHD bisa merasa bahwa percakapan yang mendasar kurang menarik dibandingkan diskusi yang lebih mendalam, sehingga mereka harus berusaha keras agar tidak kehilangan fokus," tutur Ker.
Lebih lanjut, individu dengan ADHD juga kerap menyadari kecenderungan mereka untuk menyela ketika sebuah ide muncul, sehingga mereka harus bekerja ekstra keras untuk menahan diri agar tidak memotong pembicaraan lawan bicara.
Sementara itu, bagi individu autistik, tantangan yang muncul bisa berbeda lagi. Terkadang, mereka lebih menyukai percakapan berbasis minat atau interaksi yang lebih bermakna.
"Perbedaan dalam memproses isyarat sosial dapat memengaruhi preferensi terhadap obrolan basa-basi. Bagi sebagian orang autistik, basa-basi melibatkan banyak proses berpikir, alih-alih terjadi secara naluriah. Karena itu, obrolan tersebut memerlukan lebih banyak energi dan terasa kurang menyenangkan,” jelas Ker.
Bisakah basa-basi dibuat lebih nyaman?
Seiring waktu dan dengan pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri, Ker mengatakan bahwa seseorang dapat belajar membuat obrolan basa-basi terasa lebih nyaman.
“Merasa obrolan basa-basi menguras energi bisa menjadi indikasi dari berbagai hal, seperti konteks, suasana hati, cara kerja otak, atau preferensi terhadap koneksi yang lebih mendalam," ucap dia.
Sebab, sering kali, seiring bertambahnya usia, manusia semakin memahami apa yang membuat mereka merasa nyaman, serta jenis interaksi sosial seperti apa yang dinikmati atau bersedia untuk dilakukan.
Baca juga: Sering Mati Kutu Saat Ngobrol? Ini Dia Kuncinya!