8 Jadwal KRL Solo–Yogyakarta Paling Padat Pelajar dan Pekerja
Tampilan rangkaian KRL produksi PT INKA. (KAI)
22:14
7 Februari 2026

8 Jadwal KRL Solo–Yogyakarta Paling Padat Pelajar dan Pekerja

KRL Commuter Line Solo–Yogyakarta bukan sekadar moda transportasi alternatif, tetapi sudah menjadi urat nadi mobilitas harian ribuan pelajar dan pekerja. Setiap pagi dan sore, gerbong KRL dipenuhi penumpang yang bergerak dari kawasan Solo Raya menuju Yogyakarta, atau sebaliknya, demi mengejar jam masuk sekolah, kampus, dan kantor.

Meski KRL Solo–Yogyakarta beroperasi dengan frekuensi cukup rapat sepanjang hari, ada beberapa jam tertentu yang dikenal sebagai waktu favorit sekaligus paling padat. Jadwal-jadwal ini kerap menjadi andalan karena dianggap paling pas dengan ritme aktivitas masyarakat.

Berikut 8 jadwal KRL Solo–Yogyakarta yang paling sering dipadati pelajar dan pekerja, sekaligus bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin mengatur perjalanan dengan lebih efisien.

1. KRL Pagi Buta: Sekitar Pukul 05.00–05.30 WIB

Jadwal KRL paling pagi selalu menjadi incaran pekerja kantoran dan pelajar yang masuk lebih awal. Penumpang dari Palur, Jebres, hingga Solo Balapan memanfaatkan jam ini untuk menghindari keterlambatan dan mengejar jam kerja pagi di Yogyakarta.

Di jam ini, suasana KRL relatif masih kondusif, meski kursi sering kali cepat terisi. Penumpang yang naik dari stasiun awal biasanya punya peluang lebih besar mendapatkan tempat duduk.

2. KRL Pagi Awal Aktivitas: Sekitar Pukul
06.00–06.30 WIB

Ini adalah jam emas pelajar dan mahasiswa. Banyak siswa SMA, mahasiswa, serta pekerja sektor pendidikan memilih jadwal ini agar tiba di Yogyakarta sebelum pukul 07.30 WIB.

Volume penumpang mulai meningkat signifikan, terutama dari Stasiun Solo Balapan, Purwosari, Klaten, dan Delanggu. Di jam ini, berdiri di dalam gerbong sudah menjadi hal yang lumrah.

3. KRL Pagi Sibuk: Sekitar Pukul 07.00–07.30 WIB

Bisa dibilang, ini adalah jam terpadat KRL Solo–Yogyakarta di pagi hari. Penumpang berasal dari berbagai latar belakang—pegawai swasta, ASN, mahasiswa, hingga pekerja informal.

Bagi penumpang baru, jadwal ini cocok jika tidak keberatan berdiri selama perjalanan. Namun jika mengutamakan kenyamanan, disarankan naik satu jadwal lebih awal.

4. KRL Menjelang Siang: Sekitar Pukul 08.00–09.00 WIB

Meski tidak sepadat pagi hari, jadwal ini masih cukup ramai. Biasanya diisi oleh pekerja dengan jam kerja fleksibel, mahasiswa dengan kelas siang, serta penumpang non-rutin.

Keuntungan memilih jam ini adalah suasana yang mulai lebih lengang, meski tetap stabil dari sisi ketepatan waktu.

5. KRL Siang Hari: Sekitar Pukul 11.30–12.30 WIB

Jam ini relatif lebih longgar dan sering dimanfaatkan mahasiswa atau penumpang yang memiliki keperluan singkat antarkota. Pelajar dan pekerja sudah jauh berkurang, sehingga perjalanan terasa lebih santai.

Bagi yang ingin menikmati perjalanan tanpa desakan penumpang, jadwal ini bisa menjadi pilihan ideal.

6. KRL Pulang Awal: Sekitar Pukul 15.00–16.00 WIB

Memasuki sore hari, arus balik mulai terasa. Pelajar sekolah yang pulang lebih awal dan pekerja shift sore mulai memenuhi KRL arah Solo maupun Yogyakarta.

Di jam ini, kepadatan kembali meningkat, meski belum mencapai puncaknya. Penumpang disarankan sudah bersiap di peron lebih awal.

7. KRL Pulang Jam Kantor: Sekitar Pukul 17.00–18.00 WIB

Inilah puncak kepadatan sore hari. KRL dipenuhi pekerja kantoran dan mahasiswa yang selesai beraktivitas. Hampir seluruh gerbong terisi penuh, terutama di stasiun besar seperti Lempuyangan, Klaten, dan Solo Balapan.

Jika memungkinkan, hindari membawa barang besar di jam ini demi kenyamanan bersama.

8. KRL Malam Hari: Sekitar Pukul 19.00–20.30 WIB

Meski tak sepenuh jam pulang kantor, jadwal malam tetap ramai oleh penumpang yang baru selesai lembur, kegiatan kampus, atau perjalanan singkat. Suasana di gerbong cenderung lebih tenang, meski kursi masih cepat terisi.

Bagi banyak pekerja, jadwal ini menjadi opsi aman untuk pulang tanpa terburu-buru.

Catatan Penting bagi Pelajar dan Pekerja

Kepadatan KRL Solo–Yogyakarta sangat dipengaruhi hari kerja, kalender akademik, dan jam masuk sekolah atau kantor. Pada awal pekan, tingkat keterisian biasanya lebih tinggi dibanding akhir pekan.

Agar perjalanan lebih nyaman, penumpang disarankan memilih jadwal di luar jam puncak atau naik dari stasiun awal. Meski sederhana, strategi ini sering kali membuat pengalaman naik KRL jauh lebih menyenangkan.

Dengan tarif terjangkau dan jadwal yang nyaris sepanjang hari, KRL Solo–Yogyakarta tetap menjadi tulang punggung mobilitas pelajar dan pekerja di dua kota budaya ini.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #jadwal #soloyogyakarta #paling #padat #pelajar #pekerja

KOMENTAR