Tak Cukup Dicuci, Ini Cara Aman Membersihkan Baju Thrifting Menurut Dokter
Penggunaan baju bekas atau thrifting masih menjadi pilihan banyak masyarakat.
Namun, dokter mengingatkan pentingnya proses pembersihan yang menyeluruh sebelum pakaian tersebut digunakan untuk menekan risiko penularan penyakit kulit.
Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Fitria Agustina, Sp.KK, FINSDV, FAADV yang juga terhimpun dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) menyarankan masyarakat melakukan pembersihan menyeluruh pada baju bekas atau thrifting sebelum digunakan.
Baca juga: Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Kulit dari Baju Thrifting yang Tidak Dicuci
Deterjen Saja Belum Cukup
Menurut dokter Fitria, mencuci pakaian bekas dengan deterjen memang dapat membantu mengurangi jumlah kuman.
Namun, langkah tersebut sebaiknya disertai perlakuan tambahan agar risiko kontaminasi semakin menurun.
“Mencuci dengan deterjen memang membantu menurunkan risiko, tetapi untuk pakaian bekas hasilnya akan lebih aman bila disertai perlakuan tambahan,” kata dokter Fitria dikutip dari ANTARA, Sabtu (7/2/2026).
Baca juga: Hati-hati, Waspadai Tahi Lalat Membesar Tanda Kanker Kulit
Ilustrasi mencuci pakaian, ilustrasi mencuci baju.
Dianjurkan Cuci dengan Air Panas
Dokter yang berpraktik di Klinik Utama Promec Pecenongan itu menganjurkan agar pakaian bekas dicuci menggunakan air panas dengan suhu sekitar 60 derajat celsius atau lebih, jika bahan pakaian memungkinkan.
Suhu tinggi dinilai lebih efektif dalam membantu menurunkan keberadaan jamur, tungau, dan kutu yang dapat menempel di serat kain.
Selain pencucian, proses pengeringan juga berperan penting.
Pakaian disarankan dikeringkan dengan panas menggunakan mesin pengering atau dijemur langsung di bawah sinar matahari.
Baca juga: 4 Cara Merawat Perubahan Warna Kulit akibat Obat Kanker seperti Vidi Aldiano
Penyetrikaan dapat menjadi langkah tambahan untuk membantu menurunkan risiko paparan mikroorganisme.
Menurut dokter lulusan pendidikan spesialis Dermatologi dan Venereologi Universitas Indonesia tersebut, kombinasi deterjen dan paparan panas dinilai lebih efektif dibandingkan pencucian menggunakan air bersuhu rendah, terutama untuk pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit.
Baca juga: Paparan Blue Light Bisa Rusak DNA Kulit, Dokter: Sunscreen Wajib Digunakan
Perlindungan Kesehatan dari Jamur dan Parasit
Imbauan pembersihan menyeluruh ini disampaikan sebagai langkah perlindungan kesehatan.
Pasalnya, jamur dan parasit diketahui dapat bertahan di kain selama beberapa waktu, khususnya bila pakaian berada dalam kondisi lembap dan tidak dibersihkan dengan baik.
Tag: #cukup #dicuci #cara #aman #membersihkan #baju #thrifting #menurut #dokter