Menanti Janji Trump Bagi-bagi Uang Rp 33 Juta ke Warga AS, Apakah Lupa?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjoget dalam acara retret Partai Republik di Kennedy Center, Washington DC, Selasa (6/1/2026).(AFP/MANDEL NGAN)
23:00
7 Februari 2026

Menanti Janji Trump Bagi-bagi Uang Rp 33 Juta ke Warga AS, Apakah Lupa?

- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyinggung rencana pembagian cek “dividen tarif” sebesar 2.000 dollar AS (sekitar Rp 33 juta) kepada warga, tetapi belum memberikan kepastian soal realisasi kebijakan tersebut.

Meski sudah beberapa kali disebutkan dalam pidato maupun wawancara, hingga kini belum ada kejelasan tentang siapa yang akan menerima cek tersebut, kapan pembayarannya dilakukan, dan apakah diperlukan persetujuan dari Kongres.

Dalam wawancara bersama NBC Nightly News yang dipandu Tom Llamas pada Rabu (4/2/2026), Trump ditanya secara langsung mengenai kelompok warga yang akan menerima bantuan tersebut dan jadwal pencairannya.

Baca juga: Indonesia Tolak Beli Drone AS Saat Negosiasi Tarif, Kenapa?

“Kami akan melakukannya. Saya melihatnya dengan sangat serius. Saya satu-satunya yang bisa melakukannya karena saya sedang menerima ratusan miliar dollar dari tarif,” ujar Trump.

Namun, saat didesak apakah ia benar-benar bisa menjanjikan pembagian cek 2.000 dollar AS itu, Trump sempat mengiyakan, lalu segera meralat pernyataannya.

“Oh ya, tentu. Saya bisa—saya bisa melakukan itu,” katanya, lalu menambahkan, “Saya belum membuat komitmennya, tapi saya mungkin akan membuat komitmen itu,” dikutip dari The Independent.

Pernyataan yang saling bertolak belakang ini membuat Llamas tampak kebingungan dan mencoba meminta klarifikasi, tetapi Trump justru mengalihkan pembicaraan.

Alih-alih menjawab soal dividen tarif bagi warga sipil, Trump malah membahas program “dividen prajurit” sebesar 1.776 dollar AS (sekitar Rp 29 juta) yang menurutnya pernah diberikan kepada anggota militer.

Namun, klaim tersebut tidak akurat. Cek tersebut bukan berasal dari pendapatan tarif, melainkan bagian dari tunjangan perumahan yang memang rutin diberikan kepada personel militer melalui anggaran tambahan.

Trump tidak memberikan jawaban lebih lanjut ketika Llamas kembali mengarahkan pertanyaan kepada janji pemberian uang tunai kepada warga sipil.

Baca juga: AS Ancam Kanada Tarif Impor 100 Persen jika Berbisnis dengan China

Pernah mengaku lupa janji

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) ditemani Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kedua dari kiri) dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth (kanan) saat konferensi pers mengenai serangan AS di Venezuela, di Palm Beach, Florida, Sabtu (3/1/2026).GETTY IMAGES NORTH AMERICA/JOE RAEDLE via AFP Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) ditemani Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kedua dari kiri) dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth (kanan) saat konferensi pers mengenai serangan AS di Venezuela, di Palm Beach, Florida, Sabtu (3/1/2026).Bukan kali ini saja Trump terlihat ragu saat ditanya soal janji cek dividen tarif. Dalam wawancara dengan The New York Times pada Januari 2026, ia sempat terkejut saat diingatkan soal janjinya tersebut.

“Saya menjanjikan itu? Kapan saya menjanjikan itu?” kata Trump kala itu.

Setelah didesak, ia hanya menjawab singkat, “Saya akan bilang menjelang akhir tahun.”

Sebelumnya, dalam kesempatan lain, ia juga pernah menyebut bahwa pembagian cek itu “mungkin di pertengahan tahun depan, sedikit lebih lambat dari itu.”

Mengenai teknis pembagian dana, Trump mengeklaim tidak memerlukan persetujuan Kongres karena dananya berasal dari “sumber lain”.

Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberikan pandangan berbeda. Dalam program Fox News Sunday Morning Futures pada November 2025, Bessent menyatakan bahwa pembagian dana tersebut kemungkinan membutuhkan persetujuan legislatif.

“Kita lihat saja. Kita memerlukan legislasi untuk itu,” ujar Bessent.

Kepada ABC News, ia juga mengatakan bahwa pendapatan dari tarif bisa dialokasikan dalam berbagai bentuk.

Hal ini mengisyaratkan bahwa skema pembagian belum tentu akan berupa cek tunai seperti program stimulus sebelumnya di masa awal pemerintahan Trump.

Baca juga: Opsi Bazooka, Senjata Ampuh Uni Eropa Hadapi Tarif Trump soal Greenland

Sumber: Kompas.com/Inas Rifqia Lainufar

Tag:  #menanti #janji #trump #bagi #bagi #uang #juta #warga #apakah #lupa

KOMENTAR