Kisah Pria Hidup 2 Hari Tanpa Paru-paru Asli, Lolos dari Kematian
Ilustrasi paru-paru.(freepik)
21:42
7 Februari 2026

Kisah Pria Hidup 2 Hari Tanpa Paru-paru Asli, Lolos dari Kematian

- Tim dokter dari Northwestern University berhasil menyelamatkan pria berusia 33 tahun dengan kondisi gagal paru-paru total menggunakan sistem paru-paru buatan, sebelum akhirnya menjalani transplantasi paru-paru ganda.

Prosedur luar biasa ini memungkinkan pasien bertahan hidup selama 48 jam tanpa kedua paru-parunya, dan disebut membuka peluang baru dalam penanganan kasus akut kerusakan paru-paru.

Pasien tiba di rumah sakit dalam kondisi kritis akibat acute respiratory distress syndrome (ARDS), komplikasi berat yang disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan.

Baca juga: Dokter di China Sukses Pasang Paru-paru Babi ke Manusia

“Dia dalam kondisi kritis. Jantungnya berhenti begitu tiba. Kami harus melakukan CPR,” kata dr Ankit Bharat, ahli bedah toraks dari Northwestern University, dikutip dari Newsweek, Kamis (29/1/2026).

ARDS pada pasien dipicu oleh infeksi virus influenza yang diperparah oleh pneumonia bakteri. Kondisi ini menyebabkan peradangan hebat yang membuat paru-paru seperti mencair, hingga tidak lagi bisa berfungsi.

“Ketika infeksinya begitu parah sampai paru-paru seperti mencair, kerusakannya tidak dapat diperbaiki. Di titik itulah pasien biasanya meninggal,” ujar Bharat.

Hanya transplantasi yang bisa menyelamatkan

Ilustrasi operasi.FREEPIK Ilustrasi operasi.Dalam kasus ini, satu-satunya pilihan adalah transplantasi paru-paru ganda. Namun, tubuh pasien belum cukup kuat untuk langsung menerima paru-paru donor.

“Jantung dan paru-paru saling terhubung secara intrinsik,” kata Bharat.

“Kalau tidak ada paru-paru, bagaimana kita menjaga pasien tetap hidup?” lanjutnya.

Menjawab tantangan tersebut, tim dokter merancang sistem paru-paru buatan yang mampu mengambil alih fungsi organ tersebut.

Setelah paru-paru rusak diangkat seluruhnya, sistem ini bertugas mengoksigenasi darah, membuang karbon dioksida, dan menjaga sirkulasi darah tetap stabil.

Baca juga: Paul Alexander, Penyintas Polio yang Hidup dalam Paru-paru Besi, Meninggal pada Usia 78 Tahun

Dengan diangkatnya paru-paru yang menjadi sumber infeksi, kondisi pasien perlahan membaik. Tekanan darah mulai stabil, dan organ-organ lain seperti jantung serta ginjal yang sebelumnya mengalami kegagalan, mulai pulih.

Dua hari kemudian, ketika paru-paru donor yang sesuai tersedia, tim medis segera melakukan operasi transplantasi ganda.

Operasi berlangsung sukses. Kini, lebih dari dua tahun setelah prosedur tersebut, pasien telah kembali menjalani kehidupan normal dengan fungsi paru-paru yang baik.

Ilustrasi dokter.FREEPIK Ilustrasi dokter.Dokter Bharat menyatakan bahwa transplantasi paru-paru umumnya diperuntukkan bagi pasien dengan penyakit paru kronis, seperti fibrosis kistik atau penyakit paru interstisial.

Sementara pada kasus ARDS berat, pasien biasanya hanya ditopang sambil menunggu paru-parunya pulih sendiri.

Namun, dalam kasus ini, hasil analisis molekuler pada paru-paru yang telah diangkat menunjukkan adanya kerusakan permanen, termasuk jaringan parut dan gangguan sistem imun.

“Untuk pertama kalinya, secara biologis, kami memberikan bukti molekuler bahwa sebagian pasien memang membutuhkan transplantasi paru-paru ganda, jika tidak mereka tidak akan bertahan hidup,” ucap Bharat.

Baca juga: Dokter di Inggris Salah Kirim Ucapan Natal, Sebut Pasien Alami Kanker Paru-paru

Potensi terapi lebih luas

Hingga saat ini, prosedur semacam itu hanya bisa dilakukan di pusat medis dengan keahlian dan fasilitas sangat khusus.

Meski demikian, Bharat berharap teknik ini kelak bisa dikembangkan menjadi perangkat yang lebih mudah digunakan secara luas.

“Dalam praktik saya, pasien muda meninggal hampir setiap minggu karena tidak ada yang menyadari bahwa transplantasi adalah sebuah pilihan,” katanya.

Ia menekankan, untuk kerusakan paru-paru berat akibat infeksi atau virus pernapasan, transplantasi ganda bahkan dalam kondisi akut bisa menjadi penyelamat.

Baca juga: Bom Termobarik Rusia Bisa Menguapkan Manusia dan Pecahkan Paru-paru, Sudah Dipakai di Ukraina?

Sumber: Kompas.com/Inas Rifqia Lainufar

Tag:  #kisah #pria #hidup #hari #tanpa #paru #paru #asli #lolos #dari #kematian

KOMENTAR