Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan arahan di acara Sosialisasi DTSEN bersama seluruh camat, kepala desa dan pilar-pilar sosial di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026) (Dok: Kemensos)
22:28
7 Februari 2026

Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan

Pemerintah terus berikhtiar mengentaskan kemiskinan dengan cara menyempurnakan data tunggal serta perluasan digitalisasi bansos. Upaya ini memerlukan peran aktif kepala desa agar bantuan sosial tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tidak memungkiri masih ada bantuan pemerintah yang kurang tepat sasaran. Lantaran itu dia mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah hingga tingkat desa berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan penyaluran bantuan sosial dan program-program pemberdayaan untuk mengentaskan kemiskinan.

"Kalau data kita akurat, maka program kita pasti akan tepat sasaran. Itulah ajakan kita hari ini dan kita harapkan bisa ditindaklanjuti di desa masing-masing (sesuai) arahan Bapak Presiden Prabowo,” kata Gus Ipul dalam acara Sosialisasi DTSEN bersama camat, kepala desa dan pilar-pilar sosial di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini anggota Komisi VIII DPR RI Saiful Nuri, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, serta jajaran para pejabat tinggi Kemensos dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Gus Ipul menegaskan, pemutakhiran data harus dilakukan secara berkelanjutan agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian temuan bantuan sosial tidak tepat sasaran karena data yang digunakan belum akurat dapat diminimalisir.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama salah satu murid di acara Sosialisasi DTSEN di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026) (Dok: Kemensos) PerbesarMenteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama salah satu murid di acara Sosialisasi DTSEN di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026) (Dok: Kemensos)

“Intinya bagaimana kita bisa melakukan pemutakhiran data setiap hari, sehingga data kita benar-benar sesuai dengan kenyataan di lapangan,” ujarnya.

Gus Ipul menyebut, DTSEN yang dimutakhirkan berkala menjadi kunci untuk meningkatkan akurasi data. Begitu pula digitalisasi bansos yang tengah gencar diperluas cakupannya.

“Dengan menggunakan DTSEN (yang) kita mutakhirkan, lalu ditambah lagi dengan digitalisasi bansos, ya kita harapkan tidak ada lagi keluarga-keluarga atau individu yang memerlukan perlindungan tapi tidak terdata,” terangnya.

Ia menjelaskan, BPS akan merilis hasil pemutakhiran data secara berkala setiap tiga bulan. Namun, proses pembaruan data dapat dilakukan setiap hari melalui berbagai jalur, baik jalur formal mulai dari RT dan RW hingga pemerintah kabupaten dan kota, maupun melalui partisipasi masyarakat.

Menurut Gus Ipul, Kemensos telah menyiapkan sejumlah kanal usul-sanggah, di antaranya call center 171 yang beroperasi 24 jam, layanan WhatsApp 08877-171-171 dan fitur Aplikasi Cek Bansos.

“Saluran-saluran itu mohon digunakan dengan baik karena sesuai arahan Pak Presiden Prabowo kita harus terbuka. Kita harus terbuka terhadap partisipasi masyarakat. Sudah tidak bisa lagi kita menutup-nutupi data, tapi justru sebaliknya masyarakat diajak ikut untuk memperbaiki data kita,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, terkait program Digitalisasi Bansos dengan acuan DTSEN, saat ini tengah dimulai uji coba di 40 kabupaten dan kota dan 1 provinsi setelah sebelumnya dilakukan piloting di Banyuwangi. Program tersebut melibatkan lintas kementerian, mulai dari Kemensos, Komdigi, KemenPAN-RB, BPS hingga Dewan Ekonomi Nasional.

“Kalau ini nanti sukses, maka kita akan mulai luncurkan di seluruh Indonesia,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul mengungkapkan, evaluasi Digitalisasi Bansos di Banyuwangi menunjukkan ketidaktepatan sasaran masih tinggi. Penggunaan data lama menyebabkan kesalahan penyaluran hingga 77 persen. Setelah menggunakan DTSEN, kesalahan turun menjadi 28 persen.

“Harapannya agar nanti errornya (jadi) di bawah 10 persen (hingga) 5 persen,” jelas Gus Ipul.

Melihat pentingnya akurasi data kemiskinan, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyatakan siap mendukung penuh tahapan pemutakhiran DTSEN.

“DTSEN bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen kunci untuk mewujudkan keadilan sosial, meningkatkan efisiensi anggaran dan perencanaan yang terukur,” kata Shobih.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk turut serta melakukan pemutakhiran DTSEN.

“Kami telah memerintahkan jajaran dari perangkat dinas hingga pemerintah desa untuk aktif dalam proses pemutakhiran data secara berkala,” kata Shobih.

DTSEN merupakan basis data nasional yang memotret kondisi sosial ekonomi setiap individu dan keluarga di Indonesia. Data ini terintegrasi dengan data kependudukan dan diperbarui secara berkala untuk memastikan kebijakan dan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. DTSEN disusun dari penggabungan Regsosek, DTKS, dan P3KE, sehingga menjadi rujukan utama pemerintah dalam penetapan program perlindungan dan bantuan sosial.

Hingga Januari 2026, DTSEN mencakup 289.060.513 data individu yang dikelompokkan ke dalam 10 desil kesejahteraan, dari kelompok prasejahtera hingga sejahtera. Klasifikasi ini memungkinkan pemerintah menetapkan prioritas secara lebih akurat, memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong kemandirian bagi kelompok yang telah berdaya.

Dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi DTSEN, siswa Sekolah Rakyat di wilayah kabupaten dan kota Pasuruan turut menampilkan berbagai bakat dan potensi yang dimiliki. Di antaranya, pidato Bahasa Inggris oleh Farah Amalia serta pidato Bahasa Arab oleh Bahjatul Junaynatil Ula.

Acara juga semakin semarak dengan penampilan baris variasi polisi cilik yang dipimpin Rachmad Albi Fakhri. Selain itu, para siswa mempersembahkan penampilan Hadroh, Tari Saman, paduan suara, dan pembacaan puisi.***

Editor: Fabiola Febrinastri

Tag:  #ipul #ajak #para #kades #tindaklanjuti #arahan #presiden #kawal #data #kemiskinan

KOMENTAR