Dilema Astri Menghadapi Belanja Impulsif dan Self-Reward sebagai Pekerja Muda
Memasuki dunia kerja di usia 20-an kerap menjadi fase belajar mengelola banyak hal sekaligus, termasuk keuangan.
Di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan, pekerja muda juga dihadapkan pada godaan gaya hidup, tuntutan penampilan, hingga keinginan memberi penghargaan pada diri sendiri setelah bekerja keras.
Dilema inilah yang dirasakan Astri (25), seorang karyawan di Palembang.
Bagi Astri, mengatur keuangan bukan perkara hitam-putih antara boros dan hemat.
Ada kebutuhan, ada keinginan, dan ada pula tekanan sosial yang ikut memengaruhi setiap keputusan belanja.
Baca juga: Cegah Belanja Impulsif, Tanyakan 4 Hal Ini pada Diri Sendiri Sebelum Belanja
Pengeluaran rutin yang menyita porsi gaji
Seperti banyak pekerja muda lainnya, sebagian besar pengeluaran Astri terserap untuk kebutuhan rutin.
Biaya kos masih menjadi pos terbesar, disusul cicilan kendaraan, bensin, serta kebutuhan penunjang harian seperti laundry.
Pengeluaran-pengeluaran ini sudah menjadi kewajiban bulanan yang tidak bisa ditunda.
Setelah kebutuhan utama terpenuhi, sisa gaji baru bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Namun, di titik inilah pengeluaran kerap melebar tanpa terasa.
Baca juga: Generasi Sandwich di Antara Tanggungan keluarga dan Tabungan Menikah
Belanja impulsif dari hal-hal sederhana
Astri mengakui, belanja impulsif paling sering datang dari hal-hal kecil.
Jajan, nongkrong bersama teman, hingga membeli barang lucu yang menarik perhatian kerap dilakukan secara spontan.
Meski nominalnya tidak selalu besar, frekuensi belanja inilah yang membuat pengeluaran terasa cepat menumpuk.
“Kadang lihat barang lucu sedikit, langsung check out,” ujarnya bercerita kepada Kompas.com, Sabtu (7/2/2026).
Kebiasaan ini tidak selalu disadari sebagai masalah, tetapi baru terasa dampaknya ketika gaji mulai menipis sebelum akhir bulan.
Belanja impulsif, tuntutan tampil rapi, dan keinginan menabung jadi dilema Astri, pekerja muda yang mencoba mencari keseimbangan finansial.
Tantangan OCD, selalu ingin belanja item matching
Bagi Astri, penampilan ia anggap sebagai kebutuhan, terutama karena tuntutan lingkungan kerja dan profesinya di bidang notaris.
Ia mengaku perfeksionis dalam berpakaian dan selalu memastikan setiap elemen penampilan terlihat serasi.
"Penampilan jadi hal yang sangat penting, apalagi aku yang Obsessive Compulsive Disorder (OCD) dan harus semuanya matching. Kalau enggak ada hijab dengan warna yang benar-benar sama, aku bisa langsung beli saat itu juga," ujar Astri.
Kalau enggak, rasanya enggak jadi aku pakai. Buat aku, penampilan memang harus sama dan perfect dari atas sampai bawah. Itu juga yang bikin uang aku cepat habis, karena tiba-tiba harus beli hijab, tiba-tiba beli ini dan itu. Lihat baju sedikit lucu, langsung check out,” tambahnya.
Penampilan yang rapi dan terkonsep memberinya rasa percaya diri saat bekerja dan beraktivitas.
Media sosial dan tekanan untuk selalu tampil baru
Media sosial menjadi faktor lain yang memengaruhi keputusan belanja Astri.
Iklan digital, unggahan teman, hingga kebutuhan tampil berbeda di setiap konten membuat keinginan belanja semakin besar.
Ada rasa enggan mengenakan pakaian yang sama berulang kali, terutama ketika sudah pernah diunggah di media sosial.
Tekanan sosial ini tidak selalu datang secara langsung, tetapi perlahan membentuk standar tak tertulis tentang bagaimana seharusnya seseorang tampil di ruang publik digital.
Baca juga: Saat Gaji Tak Lagi untuk Diri Sendiri, Cerita Dian dan Realitas Generasi Sandwich
Self-reward yang sudah diperhitungkan
Meski sering belanja impulsif, Astri tidak sepenuhnya melepas kendali.
Ia membagi pos keuangannya dengan sengaja, termasuk menyiapkan anggaran khusus untuk belanja impulsif.
Dengan cara ini, ia merasa lebih tenang karena pengeluaran tersebut sudah diperhitungkan sejak awal.
Belanja, bagi Astri, lebih sering dimaknai sebagai self-reward setelah bekerja dan menjalani rutinitas harian.
Selama masih dalam batas anggaran, ia tidak merasa perlu menyesal. “Kalau habis, ya tunggu bulan depan,” katanya.
Tag: #dilema #astri #menghadapi #belanja #impulsif #self #reward #sebagai #pekerja #muda