Dokter Spesialis Saraf sekaligus Pendiri Klinik Wijaya, dr. Sukono Djodjoatmodjo, Sp.N kepada wartawan di acara Discovery Day, Sabtu (7/2)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
Teknologi Robotik Buka Harapan Baru Pemulihan Pasca-Stroke
Pemulihan pasca-stroke menjadi salah satu fase yang kerap menentukan kualitas hidup pasien ke depan. Banyak keluarga tidak hanya dihadapkan pada proses pengobatan, tetapi juga perjalanan panjang rehabilitasi agar pasien dapat kembali bergerak, beraktivitas, dan mempertahankan kemandiriannya. Seiring berkembangnya teknologi medis, metode rehabilitasi pun mengalami perubahan. Pendekatan yang dulu identik dengan latihan manual kini mulai dipadukan dengan perangkat berbasis robotik yang lebih terukur dan konsisten, sekaligus membuka harapan baru bagi pasien untuk mempercepat proses pemulihan. Sebagai pusat rehabilitasi pasca-stroke yang telah berdiri lebih dari dua dekade, Klinik Wijaya memperkenalkan pendekatan rehabilitasi robotik modern kepada masyarakat, komunitas medis, keluarga pasien, serta media. "Kita memulai tahun 2000, sebagai klinik rehabilitasi medik. Tahun 2013, kita pertama kali punya robotik. Jenisnya Lokomat. Itu khusus buat mereka pasca pasien stroke atau penyakit neurologis yang lain yang akut yang tidak bisa punya kekuatan otot yang masih minimal, itu kita pakai," ujar Dokter Spesialis Saraf sekaligus Pendiri Klinik Wijaya, dr. Sukono Djodjoatmodjo, Sp.N kepada wartawan di acara Discovery Day, Sabtu (7/2). Sukono mengatakan, pihaknya telah membantu ribuan pasien untuk memulihkan kemampuan gerak, meningkatkan kemandirian, dan kembali menjalani hidup dengan percaya diri. "Sejak awal berdirinya Klinik Wijaya, fokus kami selalu pada bagaimana membantu pasien pulih dengan cara yang lebih efektif, aman, dan manusiawi. Teknologi robotik bukan hanya inovasi - ini adalah kebutuhan bagi mereka yang ingin kembali bergerak dan kembali hidup dengan kualitas yang lebih baik," ujar dr. Sukono. Kecanggihan teknologi rehabilitasi robotik modern ini dirasakan langsung oleh Andre, seorang pasien Klinik Wijaya yang berhasil pulih dari kondisi lumpuh separuh tubuh hingga dapat kembali beraktivitas normal dan bekerja di sektor pertambangan. Andre menceritakan, musibah kelumpuhan yang menyerang tangan dan kaki bagian kanannya terjadi pada awal tahun 2022. "Awalnya saya lumpuh separo, tangan dan kaki. Tapi sekarang, aktivitas saya sudah mendekati normal lagi. Saya sudah bekerja kembali, bahkan sudah bisa pergi ke tambang," ujar Andre.
Editor: Mohamad Nur Asikin
Tag: #teknologi #robotik #buka #harapan #baru #pemulihan #pasca #stroke