Posisi Tidur yang Dianjurkan jika Bayi Sering Gumoh, Hindari Tengkurap
- Posisi tidur memiliki peran penting dalam kenyamanan dan keamanan bayi, terutama pada bulan-bulan awal kehidupan. Pengaturan posisi yang tepat setelah menyusu dapat membantu mengurangi gumoh sekaligus mencegah aliran balik isi lambung yang berlebihan.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Prof. Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), menjelaskan bahwa ada beberapa posisi tidur yang dianjurkan untuk bayi, serta posisi yang sebaiknya dihindari demi alasan keselamatan.
Posisi Telentang 45 Derajat Setelah Menyusu
Dr. Hegar menuturkan, setelah bayi minum, posisi tidur sebaiknya tidak langsung datar. Bayi dianjurkan tidur telentang (supine) dengan kemiringan sekitar 45 derajat.
“Jadi habis diminumkan, tidur 45 derajat. Supine 45 derajat supaya tidak naik ke atas (isi lambungnya),” jelasnya saat Media Gathering & Health Talk di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Dengan sudut kemiringan tersebut, gaya gravitasi membantu menahan aliran balik sehingga gumoh dapat berkurang.
Baca juga: Tips Pemberian Susu untuk Bayi yang Alami Gumoh Berlebih
Posisi Miring Kanan dan Kiri Secara Bergantian
Selain posisi telentang dengan kemiringan, dr. Hegar juga menekankan pentingnya pengaturan posisi miring setelah bayi menyusu.
Pengaturan ini dilakukan secara bergantian untuk membantu kerja lambung dan mengurangi risiko gumoh berulang.
“Boleh kita miring ke kanan satu jam untuk mencegah refluks. Setelah satu jam, kita miring ke kiri supaya pengosongan lambungnya lebih cepat,” jelas dr. Hegar.
Menurutnya, pergantian posisi ini membantu isi lambung bergerak lebih optimal sehingga tidak mudah naik kembali ke kerongkongan.
Dengan cara ini, gumoh dapat ditekan tanpa perlu intervensi tambahan, sekaligus tetap menjaga bayi berada dalam posisi yang aman.
Baca juga: Bayi Sering Gumoh Tak Selalu Gejala GERD, Ini yang Perlu Diketahui
Mengapa Posisi Tengkurap Tidak Dianjurkan?
Di samping itu, dr. Hegar menegaskan bahwa meskipun secara visual posisi tengkurap terlihat baik-baik saja, posisi ini tidak dianjurkan untuk bayi, terutama yang sering gumoh.
“Kalau bayi kita sering gumoh, sering regurgitasi, tidak boleh tengkurap. Karena sering terjadi kasus mati mendadak pada bayi,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa risiko kematian mendadak pada bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS) menjadi alasan utama larangan posisi tengkurap. Maka dari itu, dr. Hegar sangat tidak menganjurkan posisi ini diterapkan pada bayi.
Baca juga: Fakta Kulit Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui
Kapan Bayi Boleh Tengkurap?
Meski tidak dianjurkan untuk tidur, posisi tengkurap masih boleh dilakukan, tetapi dalam kondisi tertentu.
Tengkurap boleh dilakukan saat bayi dalam keadaan bangun dan ada pengawasan langsung dari orang dewasa di dekatnya.
“Kalau mau tengkurap harus ada kita di sampingnya dan dalam keadaan bangun,” jelasnya.
Utamakan Keamanan Bayi saat Mengatur Posisi
Dr. Hegar menegaskan bahwa pengaturan posisi bayi setelah menyusu tidak hanya bertujuan mengurangi gumoh, tetapi juga harus mempertimbangkan faktor keamanan.
Menurutnya, posisi bayi perlu diatur sedemikian rupa agar isi lambung tidak mudah naik kembali, tanpa menempatkan bayi pada posisi yang berisiko.
“Jadi posisi kita bikin supaya dia tidak muntah,” ujar dr. Hegar.
Baca juga: Bayi Ternyata Bisa Jerawatan, Ini Penyebabnya Menurut Dokter
Tag: #posisi #tidur #yang #dianjurkan #jika #bayi #sering #gumoh #hindari #tengkurap