Prinsip Investasi Ray Dalio: Diversifikasi Kunci Stabilitas Portofolio
Ray Dalio batal gabung Danantara, namun belum ada informasi alasan soal Ray Dalio mundur dari Danantara.(WIKIMEDIA COMMONS/WEB SUMMIT)
16:48
7 Februari 2026

Prinsip Investasi Ray Dalio: Diversifikasi Kunci Stabilitas Portofolio

- Pendiri Bridgewater Associates dan investor legendaris Ray Dalio telah melewati berbagai siklus ekonomi, dari periode ekspansi panjang hingga krisis finansial global.

Dalam perjalanan membangun portofolio bernilai miliaran dollar AS, ia menekankan satu aturan sederhana untuk mengurangi risiko kerugian, yakni diversifikasi.

Dikutip dari Money.com, Sabtu (7/2/2026), bagi Dalio, prinsip tersebut bukan sekadar teori investasi, melainkan fondasi pengelolaan risiko. Ia berulang kali mengingatkan agar investor tidak menaruh seluruh modal pada satu instrumen, sektor, atau kelas aset tertentu.

Baca juga: Strategi Investasi Ray Dalio: Kunci Diversifikasi Portofolio Tahan Krisis

Investor dan pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio. WIKIMEDIA COMMONS/TECHCRUNCH Investor dan pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio.

“Anda tidak boleh menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang,” ujar Dalio.

Aturan sederhana di balik strategi kompleks

Pernyataan tersebut terdengar sederhana, tetapi memiliki implikasi strategis yang luas.

Tidak menempatkan seluruh dana pada satu saham atau sektor berarti menghindari konsentrasi risiko, bahkan ketika keyakinan terhadap prospek aset tertentu sedang tinggi.

Pasar saham bergerak dalam siklus naik dan turun. Namun, menurut Dalio, tidak mungkin memprediksi setiap kenaikan dan penurunan secara andal.

Baca juga: Ray Dalio: Emas Tetap Aset Teraman di Tengah Ketidakpastian Global

Ketidakpastian itu yang membuat konsentrasi berlebihan pada satu aset berisiko memaksa investor menarik dana ketika pasar sedang turun.

Pendekatan diversifikasi sistematis yang diterapkan Dalio membantunya menyebarkan modal ke berbagai sektor dan kelas aset.

Dengan demikian, portofolio tidak bergantung pada satu kondisi ekonomi tertentu, melainkan dirancang untuk bertahan dan berkembang di berbagai lingkungan pasar.

Investor dan pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio.WIKIMEDIA COMMONS/WEB SUMMIT Investor dan pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio.

Strategi ini berbeda dari portofolio yang sangat terfokus pada satu tema atau sektor tertentu, yang cenderung memiliki risiko naik-turun lebih tajam.

Baca juga: Ray Dalio: Dunia di Ambang Perang Modal, Emas Jadi Lindung Nilai Utama

Dalam praktiknya, diversifikasi berarti mengurangi volatilitas sekaligus menjaga potensi pertumbuhan jangka panjang.

Mengapa diversifikasi investasi bermanfaat?

Dalam dinamika pasar keuangan, tidak semua aset bergerak searah. Ketika satu sektor berkinerja buruk, sektor lain bisa saja tetap stabil atau bahkan menguat.

Sebagai contoh, ketika saham teknologi mengalami penurunan, sektor barang konsumsi dan industri dapat tetap stabil atau berkinerja lebih baik. Demikian pula, ketika pasar saham tertekan, aset lain seperti emas mungkin relatif lebih stabil.

Diversifikasi memungkinkan investor memanfaatkan perbedaan karakteristik tersebut. Dengan eksposur terhadap berbagai jenis aset, penurunan di satu sektor tidak serta-merta membuat seluruh portofolio terpuruk pada saat yang sama.

Baca juga: Harga Emas Terkoreksi, Ray Dalio: Emas Adalah Uang yang Paling Fundamental

Secara ideal, tujuan diversifikasi bukan untuk menghindari kerugian sama sekali, melainkan memastikan seluruh portofolio tidak anjlok secara bersamaan.

Dalam periode booming ekonomi, portofolio yang terdiversifikasi mungkin tidak mencatatkan kenaikan setinggi portofolio yang berfokus pada saham pertumbuhan.

Namun demikian, pada saat koreksi pasar, portofolio yang sama cenderung tidak mengalami penurunan sedalam portofolio yang terkonsentrasi.

Bagi investor jangka panjang, terutama yang mendekati masa pensiun, perbedaan volatilitas ini dapat berdampak signifikan terhadap stabilitas nilai aset.

Baca juga: Ray Dalio Sarankan Alokasi 15 Persen Emas ke Portofolio Investasi

Ilustrasi investasi. Reksa dana. Reksa dana pasar uang. Reksadana pasar uang.PIXABAY Ilustrasi investasi. Reksa dana. Reksa dana pasar uang. Reksadana pasar uang.

Menyesuaikan dengan siklus hidup investor

Diversifikasi tidak bersifat statis. Komposisi portofolio ideal bergantung pada tujuan, jangka waktu investasi, dan toleransi risiko masing-masing individu.

Investor muda dengan jangka waktu investasi yang panjang cenderung memiliki ruang untuk menanggung fluktuasi pasar yang lebih besar.

Oleh karena itu, mereka mungkin memilih eksposur saham yang lebih tinggi dibandingkan investor yang mendekati masa pensiun.

Sebaliknya, investor yang lebih tua biasanya berupaya mengurangi risiko agar nilai portofolio tidak tergerus signifikan menjelang masa pensiun.

Baca juga: Ray Dalio Sarankan Investor Masukkan Emas ke Portofolio Investasi

Dalam konteks ini, diversifikasi menjadi semakin penting karena waktu untuk memulihkan kerugian semakin terbatas.

Selain itu, memiliki sejumlah uang tunai juga menjadi bagian dari strategi. Ketersediaan dana likuid memungkinkan investor memenuhi kebutuhan tanpa harus menjual aset saat pasar sedang turun.

Cara membangun portofolio investasi terdiversifikasi

Diversifikasi dilakukan dengan membangun eksposur terhadap campuran aset dari berbagai jenis, ukuran, dan sektor.

Pendekatan ini mencakup kombinasi saham, obligasi, dan aset lainnya, serta variasi dalam sektor ekonomi.

Baca juga: Ray Dalio Soroti Pergeseran Kekuatan Ekonomi Global, China Tantang Dominasi AS

Namun, diversifikasi tidak berhenti pada pembelian awal. Penyeimbangan ulang atau rebalancing perlu dilakukan secara berkala, misalnya setiap kuartal atau tahunan.

Proses ini melibatkan pembelian dan penjualan aset untuk mengembalikan alokasi sesuai target awal, seperti 70 persen saham dan 30 persen obligasi.

Ilustrasi investasi. PIXABAY/TUMISU Ilustrasi investasi.

Tanpa rebalancing, kenaikan tajam pada satu kelas aset dapat mengubah profil risiko portofolio secara keseluruhan.

Misalnya, jika saham naik signifikan, proporsinya dalam portofolio bisa melebihi target awal, sehingga risiko menjadi lebih tinggi dari yang direncanakan.

Baca juga: Utang AS Membengkak, Ray Dalio Sebut Dunia Hadapi Risiko Mirip 1971

Alokasi aset tersebut pada akhirnya harus selaras dengan tujuan finansial, jangka waktu, dan toleransi risiko masing-masing investor.

Mengelola risiko, bukan menghindarinya

Pendekatan yang ditekankan Dalio menunjukkan bahwa tujuan utama diversifikasi adalah mengelola risiko, bukan menghilangkannya. Fluktuasi tetap menjadi bagian dari investasi.

Namun, dengan penyebaran aset yang tepat, dampak dari satu peristiwa negatif dapat diminimalkan.

Bagi investor yang mendekati masa pensiun, prinsip ini menjadi semakin relevan. Mereka tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu pemulihan pasar setelah penurunan tajam.

Baca juga: Ray Dalio Wanti-wanti Bahaya Obligasi di Tengah Utang AS Rp 594 Kuadriliun

Oleh karena itu, stabilitas relatif menjadi prioritas.

Dalam konteks tersebut, aturan sederhana Dalio, yakni tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang, menjadi landasan praktis dalam membangun portofolio yang lebih tangguh menghadapi berbagai kondisi ekonomi.

Pengalaman Dalio melewati berbagai siklus pasar menunjukkan, diversifikasi bukan sekadar konsep akademis, melainkan pendekatan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan perlindungan nilai aset di tengah ketidakpastian pasar.

Tag:  #prinsip #investasi #dalio #diversifikasi #kunci #stabilitas #portofolio

KOMENTAR