MBG Lansia Masih Digodok, Bakal Diintegrasikan dengan Bansos Kemensos
- Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan mekanisme penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia masih dibahas dan akan diintegrasikan dengan program bantuan sosial Kementerian Sosial (Kemensos).
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, kelompok lansia sejatinya telah menjadi penerima program bansos permakanan dari Kemensos.
Baca juga: Kepala BGN Ungkap Empat Mekanisme Penyaluran MBG Saat Ramadhan
"Ya ini sebetulnya kan lansia ini sudah biasa (dapat). Terutama lansia yang sebatang kara, di atas 75 (tahun) yang pertama, yang sudah biasa diberikan makan dua kali sehari oleh Kementerian Sosial," ucap Dadan saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).
Dadan menuturkan, setelah adanya program MBG untuk siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, Kemensos ingin adanya integrasi.
Saat ini, pihaknya bersama Kemensos masih menggodok mekanisme penyaluran MBG lansia. Dalam hal ini, apakah MBG disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau tetap melalui skema Kemensos.
"Untuk makanan nanti kita lihat mekanismenya, apakah itu dari Kementerian Sosial atau dari Badan Gizi Nasional. Jadi mekanismenya sedang kita matangkan," jelasnya.
Baca juga: Mensos: Anggaran MBG Lansia dari BGN, Pengantar-Perawat dari Kemensos
Diberitakan sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf mengungkapkan anggaran MBG bagi lansia akan bersumber dari Badan Gizi Nasional (BGN). Sementara, Kementerian Sosial (Kemensos) akan mengucurkan dana untuk petugas pengantar dan perawat (caregiver) lansia.
"(Anggaran MBG Lansia dari) BGN. Jadi anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN. Sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat," kata Saifullah atau Gus Ipul di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Gus Ipul menyampaikan, Kemensos sudah melakukan koordinasi dengan BGN untuk mematangkan rencana MBG Lansia.
Tag: #lansia #masih #digodok #bakal #diintegrasikan #dengan #bansos #kemensos