Produsen Katup RI Masuk Peta Industri LNG Global di Qatar
Stan PT Teknologi Rekayasa Katup pada pameran LNG 2026 di Qatar.(DOK. TRK)
16:40
7 Februari 2026

Produsen Katup RI Masuk Peta Industri LNG Global di Qatar

– Produsen katup industri asal Indonesia, PT Teknologi Rekayasa Katup (TRK Valves), tampil dalam pameran energi global LNG 2026 di Qatar pada 2–5 Februari 2026, sekaligus menjadi satu-satunya perusahaan manufaktur nasional yang berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Direktur Utama PT Teknologi Rekayasa Katup Soni mengatakan, keikutsertaan TRK Valves mencerminkan posisi industri manufaktur Indonesia yang mulai masuk dalam persaingan global sektor energi.

“Kehadiran TRK Valves di ajang ini bukan sekadar partisipasi biasa. Lebih dari itu, menjadi pembuktian bahwa produk rekayasa anak bangsa memiliki kualitas kelas dunia dan mampu bersaing di tengah ketatnya industri energi global,” kata Soni dalam keterangan persnya, Sabtu (7/2/2026).

LNG 2026 merupakan pameran internasional yang mempertemukan pelaku industri energi, penyedia teknologi, dan perusahaan pendukung sektor gas alam cair dari berbagai negara.

Baca juga: LNG dari Kilang Tangguh Masuk Nusantara Regas, Siap Pasok Listrik dan Industri

Partisipasi TRK Valves dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas eksposur manufaktur Indonesia pada rantai pasok energi global, khususnya di sektor LNG.

Didirikan pada 2015, TRK Valves merupakan manufaktur ball valve terintegrasi di Indonesia, dengan seluruh proses utama produksi dilakukan di dalam negeri, mulai dari desain dan rekayasa hingga pengujian.

Model produksi yang dijalankan bersifat build-to-order, menyesuaikan kebutuhan pengguna di sektor Minyak dan Gas, LNG, panas bumi, serta petrokimia. Skema ini menempatkan perusahaan sebagai bagian dari mata rantai pendukung infrastruktur energi.

Dalam LNG 2026, TRK Valves menampilkan berbagai jenis engineered ball valve yang digunakan pada fasilitas pengolahan dan distribusi gas, termasuk sistem pengamanan dan pengendalian aliran.

Produk tersebut mencakup berbagai tipe katup yang diaplikasikan pada instalasi energi, termasuk untuk kebutuhan suhu rendah pada industri LNG.

Baca juga: FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20, Bukti PGN Perkuat Layanan Gas Bumi 

Langkah Ekspansi ke Timur Tengah

Keikutsertaan TRK Valves di LNG 2026 turut disaksikan oleh perwakilan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Qatar.

Selain memperluas jaringan bisnis, partisipasi ini menghasilkan kesepakatan strategis dengan mitra dari Qatar dan Oman, yang menjadi bagian dari langkah ekspansi perusahaan di kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut melengkapi keberadaan TRK Valves di Uni Emirat Arab, seiring upaya perusahaan memperkuat posisi dalam rantai pasok energi global yang menuntut standar teknis dan keselamatan tinggi.

Baca juga: Donggi Senoro LNG Pertahankan Kinerja Operasional Andal di Tengah Tantangan Migas

Infrastruktur LNG Kian Krusial di Tengah Pergeseran Bisnis Gas Nasional

Industri gas nasional diproyeksikan semakin bertumpu pada gas alam cair atau LNG seiring lonjakan permintaan gas bumi sebagai energi transisi yang tidak sebanding dengan pasokan.

Sebagai informasi, kebutuhan gas di Sumatera dan Jawa saat ini hampir 3.000 MMscfd dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 4.000 MMscfd hingga 2040, sementara kebutuhan gas nasional mendekati 6.000 MMscfd.

Kondisi ini membuka potensi Indonesia menjadi net importir LNG apabila tidak ada temuan cadangan baru.

Senior Advisor Indonesia Gas Society (IGS) Salis S Aprillian mengatakan, Indonesia berpotensi mengalami situasi ekspor dan impor LNG secara bersamaan seperti Malaysia.

“Indonesia jadi net importir untuk gas bisa tahun 2040 sekian karena produksi untuk domestik untuk ekspor, sementara demand domestik sangat tinggi,” ujar Salis dalam seminar Shifting Gas Industry in Indonesia di Jakarta, Kamis (13/6/2024) lalu.

Ia menambahkan, bisnis gas ke depan sangat bergantung pada LNG dengan catatan harga harus tetap terjangkau bagi pasar domestik.

Dari sisi distribusi, LNG diproyeksikan menggantikan peran gas pipa yang pasokannya menurun, terutama dari Sumatera Selatan.

Chairman Regulatory & Government Affairs Committee IGS Bayu Satria Pratama menyebut LNG dari Indonesia Timur dapat dialirkan ke Jawa Barat atau Sumatera, bahkan diekspor jika terjadi surplus.

“Bisnis gas Indonesia shifting dari gas pipa Blok Corridor, Sumatera Selatan, ke LNG,” kata Bayu.

Bayu juga menuturkan pemanfaatan LNG di dalam negeri terus berkembang, baik untuk industri maupun kelistrikan.

“Di tahun 2024 ini PGN sudah mulai menggunakan LNG sebagai pasokan untuk sektor industri, sementara PLN sudah pakai LNG sejak tahun 2012 saat beroperasinya FSRU Nusantara Regas,” ujarnya.

Hal ini menegaskan peran infrastruktur LNG seperti fasilitas regasifikasi menjadi semakin strategis.

Executive Member IGS Edi Armawira menekankan pengembangan bisnis gas harus mempertimbangkan sinergi pasokan, permintaan, dan infrastruktur.

“Kebutuhan gas bumi secara nasional terutama di Sumatera bagian tengah dan selatan serta Jawa bagian barat memerlukan tambahan gas bumi, baik melalui pipa maupun regasifikasi LNG, mulai 2024 hingga seterusnya,” kata Edi.

Menurut dia, kesiapan infrastruktur LNG akan menentukan efektivitas pemenuhan kebutuhan gas lintas sektor di masa depan.

Tag:  #produsen #katup #masuk #peta #industri #global #qatar

KOMENTAR