Hati-hati, Jangan Konsumsi Dua Suplemen Natural Bersamaan
ilustrasi vitamin dan suplemen. (canva.com)
07:18
7 Februari 2026

Hati-hati, Jangan Konsumsi Dua Suplemen Natural Bersamaan

- Banyak orang menganggap vitamin dan suplemen berbahan alami selalu aman dikonsumsi, bahkan sering kali diminum bersamaan tanpa berpikir panjang. 

Label natural kerap memberi rasa aman palsu, seolah produk tersebut bebas risiko apa pun. Padahal, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa anggapan ini tidak selalu benar.

Suplemen, meski berasal dari bahan alami, tetap memiliki efek biologis di dalam tubuh. 

Jika dikombinasikan tanpa pengawasan medis, efeknya justru bisa saling bertabrakan dan memicu gangguan kesehatan, mulai dari yang ringan hingga serius.

Baca juga: Konsumen Masih Bingung Pilih Suplemen Kesehatan yang Tepat

Label natural tidak selalu berarti aman

Banyak suplemen dipasarkan dengan embel-embel alami, sehingga konsumen mengira produk tersebut pasti aman dikonsumsi dalam kondisi apa pun. 

Namun, menurut National Institutes of Health (NIH), istilah natural sering kali hanya menjadi strategi pemasaran.

“Natural tidak selalu berarti lebih aman atau lebih baik,” demikian pernyataan NIH yang dikutip dari Parade, Jumat (6/2/2026).

Masalah lainnya, suplemen tidak diatur seketat obat resep. Dosis antar merek bisa sangat berbeda, label tidak selalu menjelaskan efek samping secara rinci, dan potensi interaksi antar suplemen kerap luput dari perhatian. 

Baca juga: Bijak Pilih Suplemen, Tak Semua Aman dan Teregulasi Ketat

Karena dijual bebas, banyak orang berasumsi bahwa suplemen tidak memiliki risiko, terutama jika dikombinasikan satu sama lain.

Padahal, menggabungkan suplemen yang memengaruhi otak, hormon, atau fungsi hati dapat memperkuat efeknya secara tidak terduga. 

Dampaknya bisa berupa sakit kepala, pusing, gangguan konsentrasi, hingga komplikasi kesehatan yang lebih serius, tergantung kondisi tubuh, dosis, dan durasi konsumsi.

Para ahli menekankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengombinasikan suplemen, termasuk yang dianggap ringan dan sudah lama dikenal.

Baca juga: BPOM: Jangan Tertipu Klaim FDA Approved Produk Suplemen Online

ilustrasi obat. Alih-alih mengejar hasil instan, pendekatan diet yang realistis justru lebih aman dan efektif.FREEPIK ilustrasi obat. Alih-alih mengejar hasil instan, pendekatan diet yang realistis justru lebih aman dan efektif.

Kombinasi vitamin natural yang sebaiknya dihindari

Salah satu kombinasi yang secara tegas tidak dianjurkan adalah melatonin dan St. John’s Wort, yaitu tanaman herbal berbunga kuning yang umum digunakan sebagai suplemen alami, terutama untuk mengatasi depresi ringan hingga sedang.

Keduanya memang sering dikonsumsi untuk tujuan yang berbeda, tetapi efeknya bisa saling bertabrakan.

“Orang biasanya mengonsumsi St. John’s Wort sebagai cara alami untuk membantu mengatasi kecemasan, depresi, dan menurunkan kadar gula darah,” kata Shelley Balls, ahli gizi terdaftar dari Flawless Bloom. 

“Sementara melatonin diminum untuk membantu memperbaiki kualitas tidur,” tambahnya.

Baca juga: BPOM Rilis 18 Obat dan Suplemen Berbahaya, Bisa Sebabkan Kematian

Masalahnya, gangguan suasana hati dan gangguan tidur sering kali saling berkaitan. Karena itu, tidak sedikit orang yang tergoda mengonsumsi keduanya sekaligus.

“Seseorang mungkin memilih minum St. John’s Wort dan melatonin bersamaan karena mencari solusi alami untuk depresi sekaligus masalah tidur,” ujar Dr. Casey Greene, apoteker klinis dan praktisi pengobatan fungsional.

Namun, kombinasi ini justru berisiko, Balls menegaskan, mengonsumsi keduanya bersamaan dapat menyebabkan kantuk berlebihan, gangguan berpikir, serta menurunnya koordinasi tubuh.

“Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari menjadi berisiko. Misalnya, seseorang bisa terjatuh di rumah atau mengalami kecelakaan saat berkendara,” jelasnya.

Efek lain yang mungkin muncul antara lain pusing, kebingungan, sulit berkonsentrasi, dan penurunan kemampuan mengambil keputusan.

Baca juga: Benarkah Suplemen Magnesium Bisa Mengatasi Susah Tidur?

Risiko tersembunyi pada interaksi suplemen

Selain memperkuat efek samping, kombinasi suplemen juga bisa memengaruhi cara tubuh menyerap zat tertentu. 

Greene menjelaskan,  St. John’s Wort diketahui dapat mempercepat kerja hati dalam memproses obat dan suplemen lain.

“St. John’s Wort dapat mempercepat pemrosesan berbagai obat dan suplemen oleh hati, sehingga produk lain bisa lebih cepat dikeluarkan dari tubuh dan tidak bekerja sebagaimana mestinya,” ujar Greene.

Suplemen yang dikonsumsi justru menjadi tidak efektif. Bahkan, mengonsumsi kedua suplemen tersebut pada waktu yang berbeda dalam satu hari pun tetap berpotensi menimbulkan masalah.

“Memberi jeda waktu bukan solusi aman. Pilihan terbaik adalah tidak mengombinasikannya sama sekali atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker,” kata Balls.

Baca juga: Dokter Tegaskan Tak Setiap Anak Butuh Suplemen Probiotik

Alternatif aman untuk menjaga mood dan kualitas tidur

Bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan mental tanpa risiko interaksi berbahaya, terdapat pilihan lain yang lebih aman. 

Greene menyebut beberapa suplemen yang lebih dapat diprediksi dan telah banyak diteliti untuk mendukung suasana hati, seperti rhodiola rosea, SAM-e, dan 5-HTP.

Meski begitu, perubahan gaya hidup tetap menjadi fondasi utama. Balls merekomendasikan olahraga teratur, latihan mindfulness, serta terapi alternatif seperti akupunktur untuk membantu menjaga keseimbangan emosi.

Balls juga menyarankan memperoleh melatonin secara alami dari makanan, seperti ceri, susu, gandum, ikan, kacang-kacangan, dan telur. 

Pola makan tinggi protein dan serat juga dikaitkan dengan durasi tidur yang lebih lama dan kualitas tidur yang lebih baik.

Baca juga: Ketahui Efek Samping Menggunakan Melatonin Setiap Malam

Tag:  #hati #hati #jangan #konsumsi #suplemen #natural #bersamaan

KOMENTAR