Dirjen Bangda Kemendagri Ajak Tingkatkan Motivasi Kerja karena Jadi Kunci Capai Target Pemerintah
Bangda Award. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)
08:32
7 Februari 2026

Dirjen Bangda Kemendagri Ajak Tingkatkan Motivasi Kerja karena Jadi Kunci Capai Target Pemerintah

- Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Restuardy Daud mengajak seluruh jajarannya meningkatkan motivasi kerja guna mendukung cita-cita Presiden Prabowo Subianto mewujudkan konsep Welfare State atau negara sejahtera.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bangda Award 2025 di Gedung Serbaguna Ditjen Bangda Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah pihak. Selain itu dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kinerja Ditjen Bangda Tahun 2025 oleh Dirjen, Sekretaris, serta para direktur di lingkungan Ditjen Bangda Kemendagri.

Dalam sambutannya, Restuardy menekankan pentingnya perjanjian kinerja tidak berhenti pada seremoni semata. Ia berharap komitmen tersebut menjadi pemicu peningkatan kinerja seluruh pegawai.

Dirinya menyoroti fenomena pegawai yang tampak patuh secara formal, tetapi tidak menjalankan tugas secara maksimal. Sikap tersebut menurutnya perlu diperbaiki demi mendukung kinerja institusi.

“Seharusnya kita semua komitmen terhadap semua tugas yang diberikan kepada kita. Ini saya ingatkan kepada kita semua,” kata Restuardy dengan nada tegas.

Restuardy menjelaskan bahwa dalam manajemen sumber daya manusia terdapat dua karakter utama pegawai, yakni kompeten dan loyal. Kompeten berarti mampu menjalankan tugas, sementara loyal berarti patuh dan konsisten menjalankan tanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa kompetensi dapat dibangun melalui pelatihan dan pendidikan. Namun loyalitas membutuhkan pendekatan berbeda melalui motivasi dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Kompetensi bisa dibangun. Caranya antara lain dengan pelatihan, seminar dan semacamnya. Tapi kalau loyalitas ini benar benar harus diperhatikan, bisa dilakukan dengan cara memotivasi. Pendekatan semacam ini sering dilakukan Bapak Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian),” kata Restuardy.

Menurutnya, pegawai ideal adalah yang memiliki kompetensi sekaligus loyalitas tinggi. Namun terdapat pula pegawai yang kompeten tetapi tidak loyal, sehingga enggan menjalankan tugas dengan baik.

Sebaliknya, ada pula pegawai dengan kemampuan biasa namun memiliki loyalitas tinggi. Dalam kondisi ini, kompetensi masih bisa ditingkatkan melalui pembinaan berkelanjutan.

Restuardy menilai pembangunan kompetensi memang membutuhkan waktu dan proses. Tidak ada hasil instan tanpa pembelajaran serta pengalaman kerja yang berkelanjutan.

“Inilah PR (pekerjaan rumah) masing-masing atasan untuk membangun loyalitas. Kalau soal kompetensi bisa dibangun dengan memberikan pelatihan. Tapi khusus loyalitas hanya bisa dilakukan dengan cara memotivasinya,” kata Dirjen Bangda.

Ia kemudian menjelaskan pentingnya motivasi kerja berdasarkan teori kebutuhan manusia yang dikemukakan Abraham Maslow. Dalam tahap awal, motivasi pegawai biasanya didorong kebutuhan dasar seperti gaji dan fasilitas kerja.

Namun di sisi lain, persoalan ketidakadilan di lingkungan kerja dapat menurunkan motivasi pegawai. Ada pegawai yang bekerja keras sementara lainnya terlihat santai tanpa beban pekerjaan.

Kondisi tersebut dapat memicu rasa tidak adil di antara pegawai. Bahkan ada pegawai yang hadir secara administratif tetapi tidak benar-benar bekerja di ruang kerja.

“Hal semacam ini harus segera diperbaiki dan para pimpinan bisa menata kembali agar supaya menggerakkan tim kerja agar mampu mencapai target kerja yang telah ditetapkan,” kata Restuardy.

Restuardy berharap alokasi anggaran tahun 2026 dapat menjadi instrumen mendorong peningkatan kinerja pegawai. Anggaran tersebut harus menjadi sumber daya untuk menggerakkan pencapaian target institusi.

Ia menegaskan bahwa pekerjaan institusi tidak boleh berjalan tanpa sepengetahuan pimpinan. Apalagi jika menggunakan nama serta identitas resmi lembaga.

“Anggaran yang telah ditetapkan tadi bukan hanya sebagai kontrak yang ditandatangani tapi juga menjadi sumber daya untuk menggerakkan kinerja. Hal yang paling utama adalah kerja institusi. Saya ingatkan, semua pekerjaan di kantor ini (Ditjen Bangda) jangan sampai ada yang terlewat atau tidak diketahui oleh atasan. Apalagi kalau menggunakan logo institusi,” kata Restuardy.

Di akhir sambutannya, Restuardy kembali menekankan bahwa motivasi kerja tidak hanya ditentukan oleh gaji dan fasilitas. Peran pemimpin sangat penting dalam membangun soliditas tim dan mendorong prestasi institusi.

“Saya berharap semua jajaran Ditjen Bangda bisa melaksanakan tugas dan kita bertanggungjawab terhadap apa yang diberikan negara kepada kita untuk melaksanakan tugas negara sebaik-baiknya,” pungkas Restuardy.

Editor: Dhimas Ginanjar

Tag:  #dirjen #bangda #kemendagri #ajak #tingkatkan #motivasi #kerja #karena #jadi #kunci #capai #target #pemerintah

KOMENTAR