Kesaksian Warga Korut, Siswa Sekolah Dieksekusi gara-gara Nonton ''Squid Game''
- Pemerintah Korea Utara (Korut) dilaporkan melakukan tindakan ekstrem berupa eksekusi mati terhadap siswa sekolah yang kedapatan menonton konten hiburan asal Korea Selatan, termasuk serial populer Netflix, Squid Game.
Laporan ini mencuat berdasarkan kesaksian terbaru yang dikumpulkan oleh Amnesty International.
Dikutip dari The Independent, Jumat (6/2/2026), organisasi hak asasi manusia tersebut melakukan wawancara mendalam terhadap 25 warga Korea Utara.
Sebanyak 11 di antaranya adalah mereka yang berhasil melarikan diri dari negara pimpinan Kim Jong Un tersebut dalam rentang tahun 2009 hingga 2020.
Mayoritas responden berusia antara 15 hingga 25 tahun saat memutuskan membelot.
Baca juga: Pesan Tersembunyi di Balik Tembakan Rudal Balistik Korut ke Laut Jepang
Hukuman berat nonton K-pop
Para responden mengungkapkan bahwa menonton drama Korea Selatan seperti Crash Landing on You, Descendants of the Sun, hingga Squid Game, serta mendengarkan musik K-pop, dapat berujung pada hukuman yang sangat berat dan memalukan.
Dalam kasus paling ekstrem, pelanggar akan menghadapi hukuman mati.
Ironisnya, warga yang tidak memiliki uang atau koneksi politik harus menghadapi konsekuensi terberat, sementara keluarga kaya sering kali mampu menyuap pejabat agar mendapatkan pengampunan.
Baca juga: Lee Chang-soo, Pria Korut yang Membelot ke Korsel karena Cinta, Meninggal Dunia
“Ketika kami berusia 16 atau 17 tahun di sekolah menengah, mereka membawa kami ke lokasi eksekusi dan menunjukkan semuanya kepada kami,” kenang Kim Eunju (40), salah satu saksi.
“Orang-orang dieksekusi karena menonton atau menyebarkan media Korea Selatan. Ini adalah bentuk pendidikan ideologis; jika Anda menonton, hal serupa akan menimpa Anda,” tambahnya.
Saksi lain bernama Choi Suvin mengaku pernah menyaksikan langsung eksekusi publik di Sinuiju sekitar tahun 2017 atau 2018.
Saat itu, puluhan ribu warga dipaksa berkumpul untuk menonton eksekusi seseorang yang dituduh menyebarkan media asing.
"Pihak berwenang menyuruh semua orang pergi, dan puluhan ribu orang dari kota Sinuiju berkumpul untuk menonton. Mereka mengeksekusi orang untuk mencuci otak dan mendidik kita," ujarnya.
Baca juga: Tak Digubris Korut, Presiden Korsel Minta Xi Jinping turun Tangan
Suap di balik ancaman eksekusi
Salah satu adegan dalam trailer terbaru Squid Game 3 yang akan tayang pada 27 Juni 2025.
Menurutnya, warga yang tidak punya uang menjual rumah mereka untuk mengumpulkan 5.000 dollar AS atau 10.000 dollar AS untuk membayar agar bisa keluar dari kamp pendidikan ulang.
Kim Joonsik (28) menjelaskan, dia tertangkap menonton drama Korea Selatan tiga kali sebelum meninggalkan negara itu pada 2019.
Dia berhasil menghindari hukuman karena keluarganya memiliki koneksi.
Namun, tiga teman sekolah saudara perempuannya menerima hukuman kerja paksa selama bertahun-tahun di akhir 2010-an karena keluarga mereka tidak mampu membayar suap.
“Biasanya, jika siswa SMA tertangkap dan keluarganya punya uang, mereka hanya mendapat peringatan,” katanya.
“Saya tidak menerima hukuman hukum karena kami punya koneksi,” tambahnya.
Baca juga: Kim Jong Un Ngaku Kangen Tentara Korut di Perang Rusia-Ukraina
Larangan "Distopia" Korea Utara
Sejak tahun 2020, Korea Utara semakin memperketat kontrol melalui Undang-Undang Pemikiran dan Budaya Anti-Reaksioner.
Aturan ini menetapkan hukuman kerja paksa 5 hingga 15 tahun bagi pemilik atau penonton konten Korea Selatan.
Hukuman mati secara spesifik ditetapkan bagi mereka yang kedapatan mendistribusikan konten secara massal atau menyelenggarakan penayangan kelompok.
Baca juga: Kim Jong Un Ungkap Tugas Pasukan Korut di Rusia, Derita Sakit 120 Hari
Pemerintah Korut menganggap media asing sebagai "ideologi buruk" yang dapat melumpuhkan semangat revolusioner rakyat.
Tahun lalu, Kementerian Unifikasi Korea Selatan melaporkan seorang pemuda berusia 22 tahun dieksekusi di depan umum hanya karena mendengarkan dan membagikan musik K-pop.
“Kesaksian-kesaksian ini menunjukkan bagaimana Korea Utara memberlakukan hukum-hukum distopia. Menonton acara TV bisa mengancam nyawa Anda, kecuali jika Anda mampu membayar,” ujar Sarah Brooks, Wakil Direktur Regional Amnesty International.
Menurutnya, kondisi ini merupakan penindasan yang dibalut korupsi, di mana dampaknya paling menghancurkan bagi warga miskin yang tidak memiliki pengaruh politik.
Tag: #kesaksian #warga #korut #siswa #sekolah #dieksekusi #gara #gara #nonton #squid #game