Hampir Setahun Jadi Bullion Bank, Begini Kinerja Bisnis Emas BSI
- Hampir genap setahun PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menjalani peran sebagai bank emas atau bullion bank pertama di Indonesia. Kini bisnis tersebut mencatatkan pertumbuhan signifikan.
Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, dengan didapatkannya lisensi bank emas, kinerja perusahaan menjadi tumbuh lebih tinggi.
Selama setahun terakhir, bisnis emas BSI tembus sekitar 1 juta nasabah ekosistem emas yang terdiri dari bullion bank, cicil emas, dan gadai emas.
Baca juga: Harga Emas Global Melonjak, Bagaimana Progres Roadmap Bullion?
Ilustrasi emas. Pegadaian Ungkap Penyebab Nasabah Sulit Cetak Emas Fisik"Sebagai bullion bank, nasabah kita kemarin hampir bertambah 500.000 setahun karena tertarik untuk melakukan transaksi beli emas di Byond. Transaksi emas lainnya seperti cicil emas dan gadai emas juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (6/2/2026).
Sementara itu, Direktur Distribution dan Sales BSI Anton Sukarna merincikan, jumlah basabah cicil emas dan gadai emas mencapai 640.000 orang sedangkan bullion bank sebanyak 530.000 nasabah.
Ditargetkan tahun ini ekosistem bisnis emas BSI dapat menambah jumlah nasabah perseroan menjadi tembus 2 juta nasabah.
Dari sisi kinerja bisnis, layanan cicil emas dan gadai emas tumbuh 78,60 persen secara tahunan (year on year) dengan total volume mencapai Rp 22,90 triliun.
Baca juga: Harga Emas Naik, BSI Lihat Peluang Ekspansi Bisnis Bullion Bank
Volume tersebut terdiri dari cicil emas sebesar Rp 12,89 triliun dan gadai emas sebesar Rp 10,02 triliun.
"Jadi kalau kita lihat cicil emasnya naik sampai 101,23 persen (yoy), kenaikan yang luar biasa. Kemudian gadai emasnya juga turut tumbuh dengan tinggi, yaitu diangkat 56,05 persen (yoy)," ucapnya.
Sementara itu, layanan gadai emas juga tumbuh kuat sebesar 56,05 persen (yoy), mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan berbasis emas.
Sementara pada layanan bullion bank, BSI mencatatkan penjualan emas mencapai 2,2 ton sepanjang tahun lalu.
Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026)
Baca juga: Bisnis Bullion Bank BSI Tembus 1 Ton Emas dalam 5 Bulan
Menurut Anton, capaian tersebut menunjukkan penerimaan pasar yang positif terhadap model bisnis bullion banking di Indonesia.
Dari sisi regulasi, Anton mengungkapkan BSI telah mengantongi tiga dari empat izin dasar bullion bank sesuai POJK Nomor 17, yakni izin jual beli emas, penitipan emas, dan simpanan emas. Seluruh izin tersebut telah dijalankan oleh perseroan.
Ke depan, BSI juga menyiapkan pengembangan produk turunan bullion banking, baik untuk segmen ritel maupun wholesale.
Produk yang tengah diusulkan antara lain gadai emas dan cicil emas berbasis tabungan emas.
Baca juga: Cadangan Emas Kalah dari Singapura, DPR Dorong RI Segera Jadi Pusat Bullion Dunia
Anton berharap berbagai inisiatif tersebut dapat memperkuat peran BSI sebagai bullion bank nasional dan menghadirkan produk emas yang semakin beragam.
"Insya Allah kita banyak hal yang kita sedang kerjakan terkait dengan bullion banking kita, dan mudah-mudahan di tahun 2026 ini kita create produk baru yang bisa kita release ke market," tuturnya.
Tag: #hampir #setahun #jadi #bullion #bank #begini #kinerja #bisnis #emas